in ,

Begini Serunya Menangkap Ikan di Pantai Dangkal Pacitan

Melakukan eret bersama rombongan trail dan MTMA, Foto by Anton Tri

Cara yang paling mengesankan saat traveling yaitu membaur dengan warga lokal dan mengikuti tradisi yang berkembang disana. Itulah yang Travelingyuk lakukan beberapa waktu lalu saat jalan-jalan di Pantai Dangkal, Pacitan. Dengan cara ini, selain lebih puas menikmati obyek wisata kamu juga akan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.

Baca juga : Tamansari Jogja, the Royal Garden Shrouded in Myths and Secrets

Traveler pasti belum banyak yang tahu dengan Pantai Dangkal. Ini adalah salah satu pantai yang ada di Jalur Lintas Selatan, tepatnya ada di Desa Worawari, Kecamatan Kebonagung. Dengan berkendara motor kamu bisa menjangkau pantai ini hanya selama 30 menit dari pusat kota. Pantainya masih sepi, berada di sana sudah seperti ada di pantai pribadi.

Lanskap Pantai Dangkal, Foto by Anton Tri
Lanskap Pantai Dangkal, Foto by Anton Tri

Warga Worawari yang tinggal di sekitar pantai Dangkal memiliki tradisi menangkap ikan yang unik. Berbeda dari nelayan kebanyakan yang menangkap ikan ke tengah laut naik perahu. Nelayan pantai Dangkal memang ke tengah laut untuk menebarkan jaring tapi jaring ini dikaitkan tali yang sangat panjang. Pada prosesnya jaring tersebut akan ditarik dari pinggiran pantai beramai-ramai yang dikenal dengan istilah Eret.

Waktu Travelingyuk menyambangi pantai Dangkal kebetulan para nelayan akan melakukan eret. Beberapa nelayan berlayar ke tengah laut untuk menebar jaring sementara beberapa lainnya memegangi tali di pinggir pantai. Kami waktu itu berkesempatan untuk ikut menarik tali bersama-sama warga lain plus rombongan klub trail yang sedang syuting bersama tim My Trip My Adventure.

Eret, Tradisi manangkap ikan secara tradisional di Pantai Dangkal Pacitan [image source]
Eret, Tradisi manangkap ikan secara tradisional di Pantai Dangkal Pacitan [image source]
Dalam prosesnya dibutuhkan waktu selama 2 jam untuk mendaratkan jaring hingga ke bibir pantai. Tentu saja peluh kami bercucuran selama proses eret. Jaring resmi mendarat di pantai pada pukul 5 sore dan ikan-ikanpun mulai terlihat. Pada hari itu hasil tangkapan tidak cukup banyak padahal menurut warga setempat biasanya mereka bisa menangkap hingga 1 ton lebih sekali eret. Tapi lumayan lah, sore ini kita dapat satu keranjang ikan.

Melakukan eret bersama rombongan trail dan MTMA, Foto by Anton Tri
Melakukan eret bersama rombongan trail dan MTMA, Foto by Anton Tri

Tradisi menangkap ikan dengan cara eret ini tidak setiap hari berlangsung. Namun jika kamu penasaran seperti apa proses menangkap ikan dengan cara tradisional ini kamu bisa datang ke Pantai Dangkal mulai pukul 3 sore. Pada saat itu biasanya eret baru akan dimulai. Kalau ikut menarik jaring biasanya akan diberi hadiah berupa ikan hasil tangkapan lho. Lumayan kan! Next

ramadan

Written by Alfri

Aku orangnya suka traveling terutama menjelajahi tempat-tempat yang belum banyak dijamah para turis.

5 Patung Ikonik di Monas yang Jarang Diketahui Traveler

Serunya Ikutan Syuting My Trip My Adventure di Pantai Dangkal Pacitan