in , ,

Paralayang di Bukit Tunggangan Trenggalek, Pacu Adrenalin dan Menikmati Pemandangan Alam

Sebelumnya dikenal dengan kecamatan dengan tradisi ketupatan massal, kini Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dikenal luas sebagai salah satu spot destinasi bagi para pecinta kegiatan memacu adrenalin, khususnya paralayang. Kota Keripik Tempe ini menyimpan keindahan alam hijau pegunungan dan perbukitan.

Baca juga : Coban Pelangi, Air Terjun di Malang di Antara Pegunungan

Kegiatan paralayang di Bukit Tunggangan (c) Azmi-Akbar Dedy Pratama/Travelingyuk

Spot destinasi paralayang di kota Trenggalek berada di puncak Bukit Tunggangan, tepatnya berada di Desa Kendalrejo. Baru serius dikelola pada pertengahan tahun 2018, bukit paralayang satu ini kini makin dikenal luas. Dari wisatawan sekitar, luar kota, hingga mancanegara, semua silih berganti singgah ke kawasan ini.

Sunrise di Bukit Tunggangan (c) Azmi-Akbar Dedy Pratama/Travelingyuk

Cukup merogoh kocek Rp350.000 per orang*, kamu sudah bisa merasakan sensasi terbang dengan paralayang. Start lepas landas bakal dilakukan di puncak Bukit Tunggangan, tentunya dengan dipandu oleh seorang pemandu.

Pintu masuk Bukit Tunggangan (c) Akbar Dedy Pratama/Travelingyuk

Sembari memacu adrenalin, kamu juga bisa menikmati keindahan alam Trenggalek dari ketinggian. Kegiatan ini tentunya bakal menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Setelah merasakan ketegangan di udara, kamu akan mendarat di Lapangan Kendalrejo, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari puncak Bukit Tunggangan.

Destinasi bukit Tunggangan dari Durenan, Trenggalek (c) Akbar Dedy Pratama/Travelingyuk

Untuk bisa menikmati sensasi terbang dengan paralayang di Bukit Tunggangan, Teman Traveler harus memesan pada pengelola wahana beberapa hari hingga beberapa minggu sebelumnya.

Mural tebing paralayang Tunggangan (c) Akbar Dedy Pratama/Travelingyuk

Jika kamu belum cukup berani untuk melakukan paralayang, kamu bisa melakukan kegiatan lain yang nggak kalah seru di Bukit Tunggangan. Berkemah di bukit ini bisa jadi alternatif untuk menghabiskan waktu di sini.

Pemandangan dari atas bukit Tunggangan (c) Akbar Dedy Pratama/Travelingyuk

Dengan suguhan panorama khas kawasan bukit yang menawan, menikmati malam di puncak yang diterobos mentari pagi tak kalah asik dari paralayang. Tidak perlu bayar mahal untuk masuk dan mendaki ketinggian Bukit Tunggangan. Wisatawan hanya perlu membayar suka rela* untuk biaya listrik bermalam di sini. 

Gazebo menawan bukit Tunggangan (c) Akbar Dedy Pratama/Travelingyuk

Aneka gazebo hadir untuk pos persinggahan ketika terik siang menyengat di atas kepala. Dari pukul 07.00 sampai 18.00 WIB*, berbagai fasilitas, seperti warung, musala, dan MCK, bisa dengan leluasa diakses wisatawan.

Keindahan bukit Tunggangan dari jauh mata memandang (c) Akbar Dedy Pratama/Travelingyuk

*Informasi bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Next

ramadan
Desa Beleka dengan seni kerajinan rotan

Desa Wisata Beleka, Pengrajin Rotan Yang Mendunia

Nikmat 5 Olahan Nasi Goreng Populer di Jakarta