in , , ,

Berburu Barang Antik di Pasar Triwindu Surakarta, Tempat Belanja Barang Kuno nan Instagenic

Pengunjung berada di antara barang-barang yang ada di Pasar Triwindu (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Baca juga : Indahnya Bahuluang, Pulau Kecil di Selayar yang Sering Berubah Bentuk

Pasar Triwindu yang ada di Surakarta, Jawa Tengah, meupakan salah satu pasar yang cukup legendaris. Di pasar ini, terdapat banyak pedagang yang menjual barang-barang kuno. Berbagai barang-barang lama ini antara lain seperti uang koin dan juga kertas yang dikeluarkan pada tahun 1800-an.

Uang kertas di Pasar Triwindu (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Ada juga barang-barang lain, seperti topeng, keris batik, dan juga banyak perkakas rumah tangga. Selain itu, ada juga alat elektronik seperti TV, radio, telepon bekas dengan bentuk retro, hingga beberapa alat permaianan tradisional, seperti dakon.

Pengunjung melihat mesin ketik diantara tumpukkan barang-barang lama di Pasar Triwindu (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Pasar ini sudah ada sejak tahun 1939 dan awalnya bernama Pasar Windujenar. Seiring berjalannya waktu, berubah nama menjadi Pasar Triwindu. Pasar ini dibangun oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII, sebagai kado ulang tahun ke-24 Gusti Putri Mangkunegara VII yang bernama Noeroel Kamaril.

Uang koin lama (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Dari segi nama, Triwindu dalam istilah Jawa berasal dari kata Tri dan Windu. Tri adalah tiga, sementara windu artinya delapan. Kemudian jika dikalikan dan diterjemahkan menjadi angka 24. Masa ini juga bertepatan dengan naik tahta sebagai Adipati Mangkunegara VII.

Pengunjung berada di kios pedagang (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Pasar ini berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Karena tepat di pinggir jalan, sehingga mudah untuk menemukkan Pasar Triwindu.


Patung kayu di Pasar Triwindu (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Sebagian besar pembeli atau pengunjung yang ke pasar ini adalah wisatawan yang berasal dari luar kota dan wisatawan mancanegara. Beberapa memang kolektor yang mencari barang-barang lama. Tak sedikit pula yang awalnya ingin melihat-lihat saja, namun akhirnya membeli barang.

Suasana di Pasar Triwindu (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Pasar Triwindu buka setiap hari mulai pagi hingga sore hari, yakni mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB. Saat ini, barang-barang yang banyak dicari adalah untuk koleksi maupun hiasan rumah. Namun, buat kamu yang akan berbelanja di pasar ini harus pandai-pandai melihat dan memilih barang agar tepat. Harga yang ditawarkan pun bervariasi untuk setiap barangnya dan bisa ditawar, agar harganya lebih bersahabat.

Koleksi barang di Pasar Triwindu (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Pasar Triwindu terbagi menjadi dua lantai, yakni lantai satu dan dua setelah di renovansi pada tahun 2008. Jumlah pedagang yang ada di sini sekitar ratusan orang. Dagangan mereka beragam di setiap lantainya, jadi saat kamu berkunjung ke sini wajib untuk berkeliling sampai di lantai dua.

Bagaimana, tertarik untuk mencari koleksi di Pasar Triwindu? Next

ramadan

Museum Rudana, Tempat Terbaik Bagi Pecinta Koleksi Seni Lukis dan Seni Patung di Ubud

Indahnya Pulau Bangkaru Sekaligus Surganya Para Penyu