in , ,

Wisata Bahari dan Sejarah di Tepi Utara Jakarta

Pelabuhan Sunda Kelapa
Pelabuhan Sunda Kelapa

Kawasan Kota Tua di Jakarta tak hanya Museum Fatahillah. Sebenarnya tak jauh dari Museum Fatahillah dan masih di kawasan Kota Tua, terdapat lokasi wisata lain yang terbilang murah dan cenderung sepi. Lokasi tersebut adalah Pelabuhan Sunda Kelapa. Waktu terbaik untuk mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa yaitu menjelang waktu tenggelamnya matahari antara pukul 16.00-18.00 WIB. 

Baca juga : Jelajah Ohoi Letnam, Ada Flying Fox Estrem Lintasi Lautan!

2019_08_06_01_8Wj.jpg
Pelabuhan Sunda Kelapa (c) Alfis/Travelingyuk

Sejarah singkatnya yaitu Pelabuhan Kalapa telah dikenal semenjak abad ke-12 dan kala itu merupakan pelabuhan terpenting Pajajaran. Kemudian pada masa masuknya Islam dan para penjajah Eropa, Kalapa diperebutkan antara kerajaan-kerajaan Nusantara dan Eropa. Akhirnya Belanda berhasil menguasainya cukup lama sampai lebih dari 300 tahun. Para penakluk ini mengganti nama pelabuhan Kalapa dan daerah sekitarnya. Namun pada awal tahun 1970-an, nama kuno Kalapa kembali digunakan sebagai nama resmi pelabuhan tua ini dalam bentuk “Sunda Kelapa”. 

3_vwo.jpg
Pelabuhan Sunda Kelapa (c) Alfis/Travelingyuk

Tiket Masuk

Teman traveler hanya perlu membayar tiket masuk ke area Pelabuhan Sunda Kelapa sebesar Rp 5.000 rupiah per orang, setelah itu teman traveler bisa hunting sunset sepuasnya atau berselfie di depan kontainer bekas yang ada di Pelabuhan Sunda Kelapa.

2019_08_06_02_wvG.jpg
Pelabuhan Sunda Kelapa (c) Alfis/Travelingyuk

Anak Kapal

Di area Pelabuhan Sunda Kelapa ada yang disebut Anak Kapal mereka biasanya akan melakukan atraksi dengan cara melompat dari atas kapal satu persatu bergantian lalu, di bawah sudah banyak para photograper yang menunggu untuk memotret mereka dengan bidikan kamera handphone sampai kamera profesional. Anak Kapal tersebut tidak memasang tarif untuk sekali atraksi namun, teman traveler bisa memberikan minuman, makanan ataupun uang jajan seikhlasnya untuk mereka.

Tenang, anak-anak itu memang sengaja lompat dari atas untuk mencari pundi-pundi rupiah

Mari Naik Sampan

sampan_sunda_kelapa_TZY.jpg
Pelabuhan Sunda Kelapa (c) Alfis/Travelingyuk

Kalau teman traveler mau mencoba wisata adrenaline yang unik di Pelabuhan Sunda Kelapa ada banyak sampan yang siap disewakan untuk pengunjung. Tentunya dengan harga yang sangat terjangkau apalagi jika datang kesana dengan group. Satu sampan menampung 6-4 penumpang dan pemandu sampan yang duduk paling belakang. Tentu harus berhati-hati karena tidak disediakan pelampung. Sewa satu sampan dikenakan biaya Rp 10.000-15.000 per orang.

Museum Bahari atau Museum Maritime

2019_08_06_02_894.jpg
Museum Bahari (c) Alfis/Travelingyuk

Tidak afdol kalau tidak mengunjungi Museum Bahari yang terletak tepat di sebrang Pelabuhan Sunda Kelapa. Museum Bahari menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa. 

Pada masa pendudukan Belanda bangunan ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari. Wisata Bahari sekaligus belajar sejarah juga lho teman!

Teman traveler bisa numpang eksis di depan jendela-jendela besar seperti ini lho

2019_08_06_02_7Gf.jpg
Museum Bahari (c) Alfis/Travelingyuk

Tiket masuk ke Museum Bahari sangat terjangkau yaitu Rp 3.000 rupiah per orang dan beroperasi hari Selasa-Minggu dari pukul 09.00-15.00 WIB. Jadi alangkah baiknya sebelum ke Pelabuhan Sunda Kelapa teman traveler bisa mengunjungi Museum Bahari terlebih dahulu lalu, lanjut menuju Pelabuhan Sunda Kelapa untuk melihat sunset di Utara Jakarta.

Semoga artikel ini brmanfaat untuk teman yang berencana wisata di kawasan Kota Tua Jakarta.

Next

ramadan
Bukit Merese

Alam bak Permadani di Bukit Merese Lombok

Tempat Makan di Serpong

Rekomendasi Kuliner Enak di Serpong, Serba Mantap