in , , ,

Fakta Menarik dari Sesaknya Pulau Bungin, Pulau Terpadat di Dunia

Pulau Bungin tak tersisa sedikitpun lahan kosong
Pulau Bungin tak tersisa sedikitpun lahan kosong

Mungkin terkesan heran dengan penduduk disatu pulau unik ini. Mereka memadati satu pulau hingga penuh sesak, padahal masih banyak pulau yang lebih longgar untuk ditinggali. Namanya Pulau Bungin, salah satu pulau yang terletak di Kabupaten Sumbawa ini terlihat penuh sesak hingga tidak ada lahan kosong tersisa sedikitpun. Maklum, namnya pulau terpadat didunia, jadi tiap rumah pastinya berhimpitan hanya tersisa lorong jalanan untuk mobilitas.

Baca juga : Perang Topat, Cara Masyarakat Lombok Sambut Lebaran dan Kerukunan Umat Beragama

Pulau Bungin tak tersisa sedikitpun lahan kosong
Pulau Bungin tak tersisa sedikitpun lahan kosong. Foto via goodnewsfromindonesia.id

Nah, penasaran kan dengan pulau Bungin, serasa masuk labirin ketika mengunjungi pulau satu ini. Yuk simak mengenai pulau Bungin.

Pulau Bungin Menjadi Pulau Paling Padat di Dunia

Hebatnya penduduk disana sejumlah hampir 3000 jiwa hanya bertahan dengan luas 8,5 hektar setara dengan 12 lapangan sepak bola saja. Usut punya usut, penduduk pulau Bungin ini memiliki sejarah bahwa keterikatan batin antara satu sama lain membuat penduduknya enggan untuk meninggalkan wilayah kelahirannya. Sehingga pertumbuhan penduduk pulau Bengin menjadi lebih cepat berkembang.

Penduduknya Tak perlu Beli Tanah Untuk Mendirikan Bangunan

Rumah Panggung dengan pondasi terbuat dari bebatuan karang
Rumah Panggung dengan pondasi terbuat dari bebatuan karang. Foto via bbc.com

Saking cintanya dengan tanah kelahiran, sehingga banyak warga pulau Bungin yang bersih kukuh menetap dipulau ini. Alhasil mereka gemar memperluas pulau dengan menggali karang karang laut untuk memperlebar wilayah. Beberapa sumber mengatakan bahwa pulau Bungin dahulu hanya seluas 4 x 10 meter saja. Seiring berjalannya waktu, pulau ini bertambah luas hasil galian dan urukan karang untuk memperluas wilayah.

Pekerjaan Penduduk Pulau Bungin

Mungkin Teman Traveler sudah bisa menebaknya. Hampir 100 persen penduduk pulau terpadat ini berprofesi sebagai nelayan. Hingga kini, tiap kepala keluarga dipastikan memiliki satu perahu motor untuk berburu ikan ataupun menjadi salah satu akomodasi ketika menyeberangi ke pulau Sumbawa.

Nelayan menjadi profesi penduduk Pulau Bungin
Nelayan menjadi profesi penduduk Pulau Bungin. Foto via pikiran-rakyat.com

Nah untuk kamu yang berwisata ke pulau Bungin, saatnya mencicipi aneka ikan segar yang siap memanjakan perutmu. Banyak warung penjual makanan dan hampir semuanya memiliki menu yang sama yaitu olahan seafood.

Ritual Toyah

Sebagai salah satu sebaran dari suku Bajo, memiliki tradisi keunikan tersendiri yang cukup populer dikalangan traveler yaitu ritual Toyah. Ritual ini diperuntukkan bagi ibu yang melahirkan anak dan dikenalkan kepada lautan. Ritual ini tergolong unik, dengan mengumpulkan tujuh orang wanita yang duduk diatas ayunan secara estafet memangku bayi yang baru lahir tersebut.

Ritual Toyah di pulau Bungin
Ritual Toyah di pulau Bungin. Fotkompas.como via

Makna ayunan ini melambangkan sebuah gulungan ombak yang menjadi perjuangan penduduk Bungin untuk tetap bertahan hidup.

Akses Menuju Pulau Bungin

Memang sedikit membutuhkan waktu ketika kamu ingin menikmati suasana pulau Bungin ini. Satu satunya akses adalah menggunakan perahu motor yang ditempuh dari pelabuhan Kayangan, Lombok Timur ke Poto Tano Sumbawa. Jangan heran jika perjalanan laut memakan waktu hingga delapan jam perjalanan. Jadi persiapkanlah perbekalan untuk kamu santap ketika diatas perahu motor. Next

ramadan

Sidongopi Malang, Enaknya Menyeduh Kopi Sebelum Mulai Beraktifitas

Peringati Hari Perdamaian Dunia, Gedung Sate di Banjiri Penari Merak