in , ,

Sate Modern Jogja, Asyiknya Bakar Sendiri ala Korea

Mencicipi Nikmatnya Sate Modern dengan Sentuhan ala Korea di Jogja

v
Sate Modern Jogja (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Sate dengan bakaran konvensional tentu gampang ditemui di tiap sudut. Namun bagaimana dengan sate yang menggunakan alat canggih ala Korea Selatan? JPastikan Teman Traveler merasakan sensasi tersebut di Sate Modern Jogja saat berkunjung.

Baca juga : Kelakuan Mencengangkan Turis di Bali, Bagaimana Menurutmu?

Pertama di Indonesia

Suasana di kedai Sate Modern (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Mengusung nama Sate Modern Jogja, kedai ini sebenarnya baru berusia empat bulan. Namun konsep yang diusung begitu menarik perhatian banyak kalangan, terutama untuk para penggemar sate. Alamatnya ada di Jalan Anggajaya I, Condongcatur, Depok, Sleman.

Lokasinya berada di ruko sebelah utara Terminal Condongcatur. Tidak jauh dari Bandara Adisutjipto dan bisa ditempuh via Jalan Laksda Adisutjipto ke arah Jalan Ringroad Utara. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit dari bandara.

Kedai kecil dengan konsep unik ini buka mulai pukul 12.00 hingga 22.00. Bukan sekedar sate biasa, tempat makan ini mengusung konsep ala Korea Selatan. Hal tersebut merupakan ide Bowo, sang pemilik yang sudah menetap di Negeri Ginseng selama kurang lebih 10 tahun.

Alat untuk membakar sate (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Menurut Bowo, sejumlah restoran di Korea Selatan memberi kemudahan pada pembeli yang ingin menikmati sajian sate. Salah satu daya tarik utama adalah alat bakaran yang digunakan.

Bowo lantas beride membuka kedai Sate Modern di Jogja. Sesuai namanya, sebutan ‘modern’ diberikan karena penggunaan alat canggih yang lebih praktis dan bebas ribet. Sang pemilik bahkan mengklaim warungnya jadi yang pertama di Indonesia menghadirkan alat tersebut.

Panggangan ala Korea

Sate ala Korea (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Jika biasanya di kedai umumnya sate dibakar di atas arang, dengan kepulan asap menusuk hidung, hal tersebut tak bakal Teman Traveler temukan di Sate Modern. Begitu masuk, kalian akan menemukan delapan set meja dengan alat bakar dan blower di atasnya.

“Alat-alat ini asli dari Korea,” tutur Mas Bowo pada saya. “Di Korea, sate biasanya disantap sambil ‘minum’, tapi di sini sate disantap dengan nasi dan mie.”

Meski mengadopsi konsep Korea, bisa dipastikan semua menu yang dihadirkan di sini halal. Dengan mengandalkan alat canggih yang ia datangkan, Mas Bowo coba hadirkan hal anyar untuk perkembangan kuliner sate. Lantas, secanggih apa sih peralatan tersebut?

Bakaran dengan Alat Canggih

Serunya bakar sate sendiri (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Proses pembakaran biasanya jadi penentu enak tidaknya sate. Agar daging tidak keras atau gosong, wajib diawasi dengan baik. Sesekali harus dibolak-balik atau diberi angin agar arang tidak mati.

Namun tenang Teman Traveler, di Sate Modern kalian bisa lebih bersantai. Kehadiran alat panggang ala Korea Selatan bakal semakin memudahkan proses pembakaran. Sebelum dinyalakan, arang dipanaskan dulu agar tercipta bara. Setelah itu kalian tinggal menekan beberapa tombol dan membiarkan alat bekerja sendiri.

Menawarkan kemudahan (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Peralatan panggang ala Korea akan bergerak ke kanan dan kiri. Sementara masing-masing tusuk sate akan berputar otomatis guna memastikan semua permukaan daging matang sempurna.

Tidak perlu bingung masalah asap karena blower akan menghisap asap sampai habis. Teman Traveler hanya perlu mengoles bumbu ketika sate sudah setengah matang. Selebihnya kalian hanya tinggal menunggu sembari bersantai. Menarik bukan?

Sate Jadi Andalan

Sate hasil pembakaran dengan alat (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Sudah bisa ditebak bahwa sate jadi sajian andalan di Sate Modern di Jogja ini. Teman Traveler tinggal pilih antara Sate Kambing atau Ayam. Masing-masing porsi terdiri dari lima tusuk sate dengan potongan daging besar, plus sepiring nasi putih.

Teman Traveler akan mendapat sate daging mentah untuk dibakar sendiri dan bumbu kacang untuk olesan. Membakar sate sungguh memberikan sensasi menyenangkan. Apalagi ketika menyantapnya.

Dagingnya benar-benar empuk, dengan tingkat kematangan merata. Bumbunya meresap hingga ke dalam. Tekstur daging terasa lembut dan gurih. Kian lengkap dengan tambahan sambal kacang, potongan cabe rawit, tomat, dan bawang merah.

Sate empuk dan lembut (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Rasa pedas, manis, dan gurih bercampur jadi satu di mulut. Terasa makin nikmat ketika disantap bersama nasi putih hangat. Berkat alat khusus dari Korea, potongan daging ukuran besar bisa tetap matang merata. Tidak ada daging yang menciut atau menghitam karena gosong. Sate juga jadi lebih higienis dan hemat, apalagi alatnya anti karat.

Seporsi sate ayam dibandrol Rp15.000 saja, sementara sate kambing bisa ditebus dengan bermodal Rp25.000. Bagaimana Teman Traveler, tertarik mencoba?

Jjamppong dan Tteokbokki Patut Dicoba

Jjampong menggugah selera (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Selain sate, di sini Teman Traveler juga tak boleh ketinggalan mencoba side dish ala Korea, seperti Jjamppong dan Tteokbokki. Keduanya cukup nikmat ketika disandingkan dengan sate.

Jjampong bisa jadi pilihan jika Teman Traveler membutuhkan hidangan bernuansa segar. Mie kuah pedas ini disajikan bersama aneka seafood seperti kerang, udang, atau cumi. Selain itu ada juga tambahan sayuran dan gochugaru. Kuahnya berwarna merah dan cenderung pedas. Tambah nikmat ketika disantap selagi hangat.

Seporsi Jjampong cukup murah. Bisa disantap dengan bermodal Rp15.000. Menarik bukan, Teman Traveler?

Tteokbokki, kudapan khas khas Korea (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Tteokbokki sendiri merupakan kudapan dengan bahan utama tepung beras. Disajikan bersama bumbu gochujang kental bercita rasa manis, asam, dan pedas. Ketika dimakan, Tteok akan terasa kenyal dan gurih, apalagi bersama fish ball. Dijamin lidah takkan berhenti bergoyang. Seporsinya dibandrol Rp15.000 saja.

Bagaimana Teman Traveler, tertarik mencoba sensasi bakar sate dengan alat canggih ala Korea? Tak perlu jauh-jauh ke Negeri Ginseng, langsung saja melipir ke Sate Modern Jogja. Jangan lupa ajak teman maupun keluarga agar suasana makin seru. Selamat mencoba! Next

ramadan

Written by Annissa NCSaputri

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Pilihan Gunung di Jawa Tengah

Viral Merbabu Padat Merayap oleh Pendaki, Ini Alternatif Gunung Lainnya di Jawa Tengah yang Tetap Buka

Menu Bantal di Hotel via Instagram @lacorgi

Menu Bantal di Hotel, Kenali Dulu Biar Nggak Salah Pilih