in , ,

Sate Saporo, Kenikmatan Sate Khas Ponorogo di Tanah Jogja

Sate memang salah satu masakan khas Indonesia yang paling menggiurkan. Hampir semua masyarakat Indonesia mengenal dan bahkan pernah makan sate. Makanan ini telah mendunia dan memiliki banyak penggemar. Ragam sate di daerah pun mempunyai cita rasa yang berbeda satu dengan yang lain, mulai dari Sate Madura, Sate Padang, Sate Lilit, dan masih banyak lagi. Dari varian yang ada terdapat salah satu sate khas Ponorogo yang menggunakan bahan utama daging ayam tanpa campuran apapun.

Baca juga : Mencicipi Dawet Beras Pak Koentjoeng, Kuliner Nostalgia Khas Malang

Sate Saporo khas Ponorogo di daerah Yogyakarta. Foto via Grabfood.com

Meskipun bernama sate Ponorogo, namun jangan salah dulu, kalian warga Yogyakarta tak perlu jauh jauh datang ke Ponorogo. Cukup mendatangi outlet pertama terletak di Jl. Pandega Marta, Manggung, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman (barat Indomaret Point). Sementara itu, outlet kedua beralamat di Jl. Raya Tajem, Denokan, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman (perempatan Pasar Stan). Sate ini diberi nama pemiliknya Sate Saporo dengan jam buka setiap hari, kecuali hari Jumat mulai pukul 11.00 hingga pukul 21.00 WIB.

Sate Saporo sistem take away dengan bungkus yang sangat ramah lingkungan. Foto via GoFood.com

Sate Saporo dibuat dari daging ayam dengan sayatan tipis panjang seperti fillet. Sate Saporo tidak memakai kecap untuk bumbunya. Warna cokelat keemasan dan cita rasa manis pada sate berasal dari gula merah. Menariknya lagi, Sate Saporo diolah tanpa menggunakan bahan penyedap rasa dan bahan pengawet. Proses pemasakannya direbus dengan kuah bumbu terlebih dahulu sebelum dibakar. Pembakarannya pun menggunakan tungku tanah liat, membuat sate ini semakin autentik.

Sate Saporo disajikan terpisah dengan bumbunya dengan pilihan menu terdiri dari sate, nasi dan sate, serta lontong dan sate. Tersedia porsi pas dan porsi kenyang. Tak seperti Sate Ponorogo biasanya yang hanya berisi daging saja, Sate Saporo mempunyai varian khusus sate kulit. Menu sate kulit menjadi menu terfavorit bagi banyak pelanggan di sini. Baru baru ini menyuguhkan menu baru dengan rasa ekstra pedas yang tak kalah dengan makanan pedas berupa mie ataupun bakso.

pemabkaran sate menggunakan tungku dari tanah liat. Foto via okezone.com

Harga Sate Saporo masih sangat terjangkau. Teman traveler bisa menikmati sate ini sepuasnya hanya membayar harga mulai dari Rp. 18.000 hingga Rp. 36.000 untuk ukuran jumbo. Di warung ini kamu bisa membayar secara tunai maupun non tunai. Saat membeli sate ini kamu hanya membutuhkan kurang lebih 10 menit. Aroma dari pembakaran sate ini lah yang membuat pengunjung tak kuasa menahan terlalu lama. Sangat begitu menggoda!

Sate Saporo dikemas menggunakan bahan dari kertas yang sangat ekonomis. Foto vinstagram @gembulfoodie

Karena pembelian sate menggunakan sistem take away, jadi tidak makan ditempat ya kawan traveler. Sate Saporo dikemas menggunakan kardus yang ramah lingkungan. Pada porsi lengkap, kalian akan mendapat sate, nasi atau lontong, beserta bumbu kacang yang terpisah. Yuk, segera merapat, dan nikmati Sate Saporo yang begitu nikmat. Next

ramadan

Pantai Semeti, Surga Karang di Lombok Tengah

Nikmati Keindahan Pantai di Coco Penida Restaurant & Bar