in , ,

Kuliner Legendaris di Blitar, Soto Mbok Ireng

Soto Mbok Ireng
Soto Mbok Ireng

Jika anda sedang berada di Kota Blitar dan menanyakan kuliner Soto Mbok Ireng, semua orang di jamin pasti segera membantu anda untuk menemukan kuliner legendaris ini. Soto yang satu ini merupakan salah satu ikon Kota Blitar dalam hal kuliner. Rasany terkenal enak, antriannya sangat panjang, apalagi aromanya menggoda dan disajikan menggunakan mangkok dawet.

Baca juga : Romantis Abis! Nyatakan Cintamu di ‘Teluk Love’ Jember

Soto legenda kawan (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Soto legenda kawan (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Lokasinya terletak di Jalan Kelud tepatnya di ujung jalan persis di sebelah lampu merah Jl. Kelud arah ke selatan. Kios soto Mbok Ireng mudah ditemui karena menggunakan kain nama yang besar beserta foto sang pemilik dan juga asap pembakaran kayu yang mengebul keluar kios.

Pembakaran masakan dari kayu dipercaya memberi rasa enak pada masakan (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Pembakaran masakan dari kayu dipercaya memberi rasa enak pada masakan (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Penikmat soto Mbok Ireng memang berasal dari mana-mana apalagi saat
akhir pekan dan musim liburan, pasti penuh sesak. Tapi jangan khawatir teman traveler tidak kebagian karena kesiangan atau datang menjelang sore, karena mereka selalu masak dalam jumlah besar.

Salah satu antrian pengunjung menunggu tempat duduk (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Salah satu antrian pengunjung menunggu tempat duduk (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Mbok Ireng sendiri merupakan asli warga Madura namun telah berjualan di tempat ini lebih dari 25 tahun, masih di tempat yang sama bahkan beliau sendiri yang masih meracikkan setiap pesanan pelanggan.

Makan siang disini bercampur kepulan asap terasa di gurun kawan (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Makan siang disini bercampur kepulan asap terasa di gurun kawan (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Sekali teman kuliner mencobanya pasti akan merasa kurang karena
rasanya ya memang menggoyang lidah dan tentu saja ukuran porsi magkoknya yang mini untuk ukuran soto.

Lokasinya sendiri mudah ditemukan, namun kendala parkir yang terbatas dan banyaknya kendaraan parkir di tempat tersebut (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Lokasinya sendiri mudah ditemukan, namun kendala parkir yang terbatas dan banyaknya kendaraan parkir di tempat tersebut (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Bagi anda yang membawa kendaraan roda 4 akan sedikit susah karena posisinya yang berada tepat di pojokan lampu merah dan akses yang sempit, sehingga harus sedikit menjauh untuk mendapatkan tempat parkir.

Aduhai rasanya soto Mbok Ireng ini sobat kuliner (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Aduhai rasanya soto Mbok Ireng ini sobat kuliner (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Aroma daging babat dan kuah soto nya sangat kuat kawan ketika sudah mendekati kios tersebut, saya sarankan pilih yang diluar agar saat menikmati sajian ini tidak terganggu dengan asap hasil kayu bakarnya.

Babat yang terkenal ulet akan terasa empuk dan nikmat di sini (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Babat yang terkenal ulet akan terasa empuk dan nikmat di sini (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Namun kelebihan kalau bersantap di dalam anda akan terlayani dengan cepat ketika ingin menambah beberapa mangkok lagi, tentunya anda tidak ingin kehilangan selera amakan bukan karena menunggu soto tambahan karena harus antri.

Meja makan yang selalu penuh, apalagi saat weekend pengunjung rela berdiri mengantri tempat duduk (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Meja makan yang selalu penuh, apalagi saat weekend pengunjung rela berdiri mengantri tempat duduk (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Beberapa ibu-ibu yang bantu dalam pelayanan memang tiada henti-hentinya mondar-mandir melayani mangkok dari banyak pelanggan, sebagian segera membersihkan meja, membawa minuman, menyerahkan permintaan mangkok tambahan dan sering kali saya lihat kuali berisi kuah daging soto harus diiisi ulang. Saya saja tak kuasa untuk menahan minta
tambah sotonya.

Ini adalah mangkok kedua saya, sulit untuk menahan tidak tambah kawan (c)Mei Indriani/Travelingyuk
Ini adalah mangkok kedua saya, sulit untuk menahan tidak tambah kawan (c)Mei Indriani/Travelingyuk

Untuk lokasi yang kecil dan sempit ini, kita memang harus rela makan berdesakan untuk berbagi kursi dan meja dengan pengunjung lain, ramainya itu lho kawan seperti pasar. Hilir mudik tidak karuan.

Seporsi soto sebesar mangkok dawet (c)Mei Indriani/Travelingyuk
Seporsi soto sebesar mangkok dawet (c)Mei Indriani/Travelingyuk

Untuk semangkuk kecil nan lezat ini saya harus mengeluarkan Rp. 10.000,- porsi memang harga yang mahal menurut saya, tapi apalah daya akan kelezatan kuliner yang satu ini hamba pun harus bertekuk lutut. Jangan lupa ganti baju sobat kuliner jika mampir ke tempat ini, serasa berada di medan perang. Salam perang enak.     Next

ramadan

Catat! 9 Destinasi di Belitung Yang Wajib Kamu Kunjungi

warung Kemuning FI

Warung Kemuning, Tempat Nongkrong Kekinian di Bintaro