in , ,

Subak Sembung, Olahraga Sambil Refreshing di Denpasar

Asyiknya Jogging Sambil Sapa Petani Lokal di Subak Sembung

Sunset di Subak Sembung
Sunset di Subak Sembung (c) Suarcani/Travelingyuk

Jika Teman Traveler sedang suntuk dengan bisingnya kehidupan perkotaan, jalan-jalan ke sawah bisa jadi salah satu alternatif bagus untuk menyegarkan pikiran. Bila sedang jelajah wisata Bali, kalian bisa mampir ke Subak Sembung di Denpasar.

Baca juga : Awas Jangan Sampai Kehabisan Tiket Mudik, Simak 6 Tips Ampuhnya di Sini

Panorama persawahan Subak Sembung tak kalah indah dengan yang ada di Jatiluwih lho. Bahkan tak hanya sekadar duduk-duduk dan makan, di sini Teman Traveler bisa sekalian berolahraga maupun belanja aneka hasil kebun segar. Yuk, simak ulasan lengkapnya.

Juara Lomba Subak 2014

Ekowisata Subak Sembung (c) Suarcani/Travelingyuk
Ekowisata Subak Sembung (c) Suarcani/Travelingyuk

Subak Sembung berada di Denpasar Utara, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Utara, Desa Adat Peguyangan. Akses masuknya bisa lewat sisi selatan SDN 1 Peguyangan, tak jauh dari traffic light Jalan Astasura. Tak lama setelah melewati gang pendek ini, Teman Traveler akan melihat sebuah areal parkir di sebelah kuburan.

Seperti subak pada umumnya, penataan sawah di daerah ini dilakukan
secara tradisional. Dengan luas hampir 115 hektar, semuanya merupakan hasil garapan sekitar 200 orang petani. Berbagai macam tumbuhan dikembangkan, mulai dari padi, sayur-mayur, buah-buahan, tumbuhan obat, hingga bunga untuk keperluan persembahyangan.

Lantaran sangat bagus dan sistematis, subak di sini sempat meraih kemenangan dalam ajang Lomba Subak Tingkat Provinsi pada 2014. Tak berapa lama, aparat desa bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup Denpasar untuk mengembangkan tempat ini sebagai wahana ekowisata.

Lokasi Olahraga Favorit

Rekreasi Wisata Keluarga (c) Suarcani/Travelingyuk
Tempat rekreasi keluarga (c) Suarcani/Travelingyuk

Saya sendiri baru tahu soal tempat ini sekitar dua tahun lalu. Pertama berkunjung, saya langsung dibuat terpesona. Aparat desa benar-benar serius menggarap potensi wisata yang ada di sini.

Bayangkan, pematang sawah disulap menjadi jogging track yang membelah areal pertanian warga. Sambil berolahraga, pengunjung bisa sekalian menyapa dan melihat langsung aktivitas petani lokal. Agar semakin nyaman, track selebar dua meter ini dibeton permanen dan dilapisi paving.

Teman Traveler bisa menemukan dua jogging track di sini. Pertama membentang sejauh tiga kilometer, sementara satunya lagi memiliki panjang tujuh kilometer. Jalur kedua merupakan perpanjangan jalur pertama, namun proses menambahkan lapisan paving baru rampung pada 2018 silam.

Kehadiran fasilitas ini efektif meningkatkan minat warga untuk berolahraga. Tidak hanya Sabtu dan Minggu, memasuki hari kerja pun lokasi ini selalu ramai dikunjungi. Bahkan ketika mampir saat hari Minggu beberapa waktu lalu, saya sampai kehabisan tempat parkir lho.

Wisata Edukasi

Tempat Bermain dan belajar Anak (c) Suarcani/Travelingyuk
Tempat bermain dan belajar anak (c) Suarcani/Travelingyuk

Mewakili satu dari sedikit areal persawahan tersisa di Denpasar, Ekowisata Subak Sembung juga kerap dijadikan tempat edukasi bagi para murid sekolah, terutama Taman Kanak-Kanak. Jika Teman Traveler datang ke sini saat Sabtu, kemungkinan besar kalian akan bertemu serombongan murid TK dan guru-guru mereka.

Seru lho, melihat anak-anak kecil berlarian di pematang sawah sementara orang tua mereka kelimpungan mengejar sang buah hati, lengkap dengan dengan dandanan cantik plus tas menggelembung berisi bekal.

Tak hanya bermain, di sini anak juga bisa belajar banyak tentang tanaman. Meski tidak terlibat langsung dalam proses bertani, dengan melihat saja mereka setidaknya akan tahu bahwa isi kulkas tak melulu berasal dari pasar atau swalayan.

Charge Energi bagi Pekerja Kantoran

Sunset di Subak Sembung (c) Suarcani/Travelingyuk
Sunset di Subak Kembung (c) Suarcani/Travelingyuk

Sebagai areal persawahan, Subak Sembung memiliki lanskap luas dan lapang. Ketiadaan pepohonan tinggi membuat Teman Traveler bebas memandang ke segala arah. Jika cuaca sedang cerah, jajaran bukit di daerah Bedugul dan Gunung Agung Bali bakal tampak jelas lho dari sini.

Belum lagi indahnya pemandangan golden hour menjelang matahari terbenam. Tak heran jika kawasan ini kerap disebut sebagai salah satu tempat terbaik menyaksikan sunset di Bali.

Sunset di Ekowisata Subak Sembung (c) Suarcani/Travelingyuk
Pemandangan sunset memikat (c) Suarcani/Travelingyuk

Jika tidak kuat jogging, Teman Traveler juga bisa sekadar berjalan kaki di sekitar sini sambil menikmati pemandangan indah. Jika ingin merasakan sensasi segar yang khas, cobalah datang pagi-pagi.

Di sepanjang trek Teman Traveler akan melihat beberapa gazebo untuk beristirahat sambil membeli sayuran atau buah. Sejumlah petani lokal memang membuka warung sederhana di sekitar sini. Jika tertarik membeli, jangan lupa bawa kantung belanja sendiri ya!

Lapak Petani (c) Suarcani/Travelingyuk
Lapak petani (c) Suarcani/Travelingyuk

Tak hanya sayur mayur dan buah, buat para penikmat kuliner Bali, tempat ini juga milik deretan warung makanan yang dikelola warga lokal. Lokasinya kebanyakan di area parkir sih, meski ada satu yang buka di ujung jogging track.

Dampak Bagi Lingkungan

Aktivitas Petani di Subak Sembung (c) Suarcani/Travelingyuk
Aktivitas petani lokal (c) Suarcani/Travelingyuk

Memasuki kawasan ini, Teman Traveler tidak perlu membayar tiket. Cukup serahkan Rp1.000-an untuk parkir motor dan Rp2.000-an untuk parkir mobil. Murah kan?

Ketiadaan retribusi ini membuat saya bertanya-tanya, apa sih keuntungan menjadikan kawasan subak sebagai tempat wisata? Selain itu, apa perangkat desa tidak takut, kehadiran banyak orang bakal beri dampak buruk bagi lingkungan?

Subak Sembung yang Asri (c) Suarcani/Travelingyuk
Suasananya asri (c) Suarcani/Travelingyuk

Saya belum menemukan jawabannya hingga kini. Namun apapun itu, yakin keputusan mereka sudah dipertimbangkan masak-masak. Keuntungan memang tidak melulu bernilai rupiah. Bisa jadi ada nilai kemanusiaan dan pendidikan yang tengah mereka perjuangkan.

Syukurnya, sepanjang dua tahun berkunjung ke sini, kondisi lingkungan Subak Sembung masih tetap bersih dan asri. Meski pematang sawah sudah dibeton, aliran air dan aktivitas petani sama sekali tidak terganggu. Saya
jalan-jalan, mereka asyik-asyik tuh bekerja di sawah. Next

ramadan

Viral Nanfangao Bridge Ambruk, Ini Jembatan di Asia yang Alami Hal Serupa

Nasi Goreng Podomoro, Kuliner Malam Pecinta Makan Besar di Jogja