in , , ,

Menyusuri Sungai Sekonyer Kalimantan Tengah Layaknya Sungai Amazone

Kalimantan selalu saja punya rahasia yang membuat siapapun pasti penasaran untuk mendatanginya. Salah satunya Sungai Sekonyer yang berada di Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah yang mampu memikat siapapun yang meliriknya. Sungai ini merupakan pintu menuju ke Taman Nasional Tanjung Putting yang terkenal menjadi habitat bagi orang utan. Sungai yang membelah hutan hujan tropis lebat ini layaknya Sungai Amazon. Pantas saja hutan kawasan pulau Kalimantan begitu lebat dan natural.

Baca juga : Booba Glamping Cisarua, Menginap di Alam Ala Jepang

Sungai sekonyer duplikat amazone versi kalimantan. Foto via superlive.id

Wisata sungai Sekonyer ini tak jauh dari kegiatan survival, dimana kamu harus menyusuri sungai ini dan akan terasa seperti berada ditengah sungai amazon, Amerika Selatan. Saat memulai penyusuran sungai pada pagi hari, kamu akan menyaksikan kabut tipis yang menutupi kawasan sungai dan sinar matahari pagi yang menembus sela-sela pepohonan. Keseruan perjalananmu akan disapa dengan suara burung-burung cantik di sekitar sungai, tidak jarang kamu juga akan berjumpa dengan fauna menarik lainnya yang tengah berburu makan atau sekedar turun untuk minum di tepi sungai.

Beberapa kapal klotok melewati sungai yang membelah hutan. Foto via twitter.com

Salah satunya adalah burung king fisher atau biasa dikenal dengan Raja Udang yang mungkin bisa sering kamu jumpai di sekitar sungai. Tidak jarang juga ada kapal-kapal wisatawan lain yang bersandar di sepanjang tepi sungai, lengkap dengan lensa kamera panjangnya untuk memotret fauna menakjubkan di Sungai Sekonyer.

Dalam sejarahnya, nama sungai ini ternyata diambil dari nama kapal Belanda, Lonen Konyer. Kapal tersebut karam setelah terkena tembakan Meriam para pejuang yang bersembunyi di balik rerimbunan. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 1948, ketika Belanda kembali berusaha menjajah dan menggempur basis gerilyawan Indonesia. Sejak saat itulah, sungai yang awalnya bernama Sungai Buaya ini berganti menjadi Sungai Sekonyer oleh masyarakat.

Begitu syahdu ketika berwisata pagi hari dengan kabut tipis yang sunyi. Foto via lionmag.com

Buat teman traveler yang ingin menyusuri sungai ini cobalah datang ketika bulan Mei hingga Oktober waktu dimana bulan itu merupakan musim kemarau. Dan peluang untuk untuk berjumpa dengan hewan-hewan liar lebih besar. Hanya saja kekurangannya pada periode tersebut wisatawan akan semakin padat.

Satu-satunya cara menuju Taman Nasional Tanjung Putting adalah dengan naik kapal kelotok. Meskipun begitu, kamu akan dimanjakan dengan fasilitasnya yang membuatmu merasa nyaman selama mengarungi Sungai Sekonyer. Selain ada kasur yang bisa kamu manfaatkan untuk rebahan, penumpang juga bisa menyantap makan siang di bagian belakang kapal. Tentu santap siang seperti ini dapat menjadi pengalaman unik dan sulit dilupakan.

Selfie saat melintasi sungai sekonyer membelah hutan. Foto via http://marischkaprudence.blogspot.com

Sungai Sekonyer dan Taman Nasional Tanjung Putting ini dapat menjadi kombinasi yang tepat untuk menghabiskan waktu libur. Apalagi, Tanjung Putting terkenal sebagai salah satu pusat Konservasi Orang Utan. Selain orang utan, primate lain yang ada di kawasan ini adalah beruk, bekantan, monyet merah, dan beberapa hewan nocturnal seperti tarsius dan kukang saat kamu memilih paket trekking malam hari. Jangan khawatir karena pemandu tidak akan membiarkanmu tersesat atau berjalan sendirian di tengah hutan.

Salah satu primata endemik kawasan hutan sungai sekonyer. Foto via tokopedia.com

Sembari menikmati suguhan hewan hewan noctural, kamu juga dimanjakan dengan keindahan gemerlap bintang dilangit yang begitu terang, karena tidak adanya sumber cahaya dari sekitarmu. Mungkin pemandangan langit malam di tempat ini bisa menjadi salah satu momen terbaik yang telah kamu saksikan selama berwisata malam. Pesan dari semua warga setempat, untuk kamu yang lagi menikmati indahnya alam sungai Sekonyer bawalah sampahmu kembali jangan sekali meninngalkan bekas sampah dari mu. Alam yang natural akan tetap terjaga selagi kamu bisa bersama sama menjaganya. Next

ramadan

Incip 5 Kuliner Lezat di Riau Yang Wajib Kamu Coba!

Menilik Kearifan Candi Arjuna, Wisata Populer di Kawasan Dieng Plateau