in , ,

Panduan Wisata di Yangon, Ini Hal Pertama yang Harus Kamu Lakukan

Wisata di Yangon
Wisata di Yangon

Berawal dari tinggal satu-satunya negara ASEAN yang tripnya belum ke plan dan tertrigger postingan senior di Myanmar akhirnya nekat buka oprec jalan-jalan, soalnya ga berani sendirian ke Myanmar. Dengan pesawat tanpa promo akhirnya kami berangkat. Awalnya mau berangkat bertiga, tapi di Hari H salah satu rekan batal ikut karena ada ujian. Sedih banget sh sebenernya karena udah rencanain itin dari awal bertiga. Ini adalah cerita seru beberapa waktu lalu sebelum Pandemi Covid-19.

Baca juga : The Matild Palace di Budapest, Merasakan Menginap di Istana Megah

Wisata di Yangon Myanmar (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Setelah melewati pengalaman pertama nginep di KLIA2, paginya sampailah kita di Yangon International Airport (RGN) seseneng itu passport dapet stempel Myanmar, negara yang ga kepikiran banget bakal dikunjungin. RGN ini bandaranya kecil banget, arrival hall sama departure hallnya sebelah-sebelahan.

Wisata di Yangon Myanmar (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Ketika keluar imigrasi hal yang pertama kami lakukan adalah cari money changer untuk tukar uang. Sebelumnya di Indonesia kita tukar Rupiah ke Dollar dulu karena takut rupiah ga diterima disana dan biasanya rate USD ke Kyat lebih bagus. Money changernya langsung didepan gate arrival hall. Ada sekitar 5 money changer dan ratenya beda-beda, so kalau mau tuker diliat-liat dulu mana yang ratenya bagus. Ketika tukar USD ke Kyat kita nyisihin sekitar 60 USD untuk jaga-jaga, karena menurut informasi dari senior kadang lebih murah bayar pakai USD.

Wisata di Yangon Myanmar (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Setelah tukar uang di money changer, kita langsung cari counter penjual sim card. Hasil searching-searching sebelum berangkat provider di Myanmar ada tiga, MPT, Oredoo sama Telenor. Kalau dari reviewnya yang paling bagus sinyalnya itu MPT tapi harganya cukup mahal. Pas lagi tukar uang ketemu sama bapak-bapak dari Indonesia dan mereka nyaranin untuk beli Oredoo aja, selain harganya yang ga nguras kantong, sinyalnya juga bagus di kota-kota besar seperti Yangon, Inle, Bagan dan Mandalay. Akhirnya kita mutusin untuk ke counter Oredoo dan beli paket 3.1 GB seharga 3.500 Ks. Sinyalnya oke-oke aja kok selama kita pakai jalan-jalan di Yangon, Inle, dan Bagan. Untuk detail harganya cek foto di bawah ya.

Wisata di Yangon Myanmar (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Selesai urus masalah sim card, Aku dan Gayo cari makan dulu karena perut udah lumayan kelaperan akhirnya memutuskan untuk beli KFC aja yang sekiranya rasanya masih bisa diterima. Pas baru nyampe masih takut-takut nyoba makan sana. Ya harga KFCnya 11 12lah sama KFC di Indonesia. Nah hal bodoh yang kita lakukan disana adalah, ayamnya kan taruh disemacam keranjang gitu dan ketika udah selesai makan kita mau sok-sokan bersihin sampah dan piring kita. Pas buang sampahnya tanpa pikir panjang kita buat juga itu keranjang dan baru tau kalau keranjangnya itu ga untuk dibuat pas makan KFC lagi di rest area on the way to Inle. Mohon maaf banget nh yak hehehehe

Wisata di Yangon Myanmar (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Setelah ngisi perut, kita lanjut ke bagian information yang ada di depan KFC untuk tanya bus ke arah Sule Pagoda. Kalau kalian bingung terkait transportasi dan sebagainya bisa ke bagian informasi ini dan mbaknya akan senang hati untuk ngasih tau kalian, bahasa inggris mbaknya juga bagus. Next

ramadan
Pelukis Tusuk Gigi

Kisah Pelukis Tusuk Gigi dari Trenggalek yang Mendunia

Kawah Putih Ciwidey

Kawah Putih Ciwidey dengan Warna Danaunya yang Unik