in , ,

Kisah Pelukis Tusuk Gigi dari Trenggalek yang Mendunia

Pelukis Tusuk Gigi
Pelukis Tusuk Gigi

Teman traveler, nama Adriansyah atau akrab disapa T-wool memang telah terkenal di area Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya. Pria ramah yang berrambut gondrong itu punya segudang prestasi yang membanggakan. Dari mulai pengusaha event organizer, pegiat usaha mikro sampai praktisi
dalam bidang kesenian.

Baca juga : Kopi Alas, Minuman Maknyus dari Lereng Gunung Wilis

Berbicara soal profesinya di bidang kesenian, pria berusia 49 tahun tersebut namanya dikenal sebagai pelukis dengan menggunakan tusuk gigi. Unik memang, tak heran berbagai media bergantian meliput pria yang menggemari sekuter tersebut.

Sanggar lukis tusuk gigi T-wool didesa Panggungsari, kecamatan Durenan, kabupaten Trenggalek (Foto by Akbar Dedy P.)

Tidak hanya sekedar menjadi karya lukis, berkat ide brilianya tidak hanya penikmat bersekala ibu kota saja yang jadi pelanggannya, namun karyanya juga menyita perhatian para penikmat seni dari mancanegara. Terhitung ada sekitar 10 negara mulai dari Amerika Serikat, Russia, Jepang, Korea Selatan sampai Hongkong pernah menjadi pelanggan.

Awal Mula ia Menekuni Dunia lukis 

Bukan T-wool kalau tidak memberi kesempatan orang untuk terheran padanya! Teman traveler, T-wool mulanya bukan orang yang menekuni dunia seni lukis. Sejatinya seorang T-wool adalah pekerja di media.

Piagam penghargaan yang pernah disabet karya lukis T-wool (Foto by Akbar Dedy P.)

Oleh teman dekatnya, Adriansyah ditantang untuk membuat karya lukis untuk dijadikan profesi baru. Dasar orang yang memang gemar bereksperimen, demi menjawab tantangan dari rekanya, T-wool
berusaha keras untuk membuat lukisan meski hanya punya piranti sederhana. Karena alasan itulah Teman Traveler, ia akhirnya terbersit memakai tusuk gigi sebagai kuas untuk media melukis di kanvasnya.

Semua tidak dibuat-buat olehnya, kisah tersebut bermula ketika ia tak memiliki kuas berukuran kecil hingga akhirnya dia siasati memakai tusuk gigi. Karena kemudian ia merasa nyaman, kebiasaan tersebut terus berlangsung hingga ia dikenal sebagai pelukis dengan tusuk gigi.

Bagaimana malukis dengan tusuk gigi dipraktikan T-wool Ardiansyah (c) Akbar/Travelingyuk

Dia memulai pekerjaanya sebagai pelukis tusuk gigi di tahun 2011
lalu, masyarakat langsung hangat menyambut karyanya. Karena pada waktu itu menjadi profesi baru yang menghasikan baginya, hingga kini sepenuhnya ia telah menekuni hobinya sampai menyabet berbagai penghargaan lukis bergengsi. 

Kumpulan penghargaan yang diteria Adriyansah T-wool (Foto By Akbar Dedy P.)

Tepat di desa Panggungsari, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek teman travel bisa langusng melihat dan berkunjung ke galeri seni pria gondrong tersebut. 

Saat dia dapat ide, apapun akan dia lukis!

Bicara soal ke mana karya lukis tusuk giginya tersebut dia tuangkan,
seorang Adriansyah T-wool tidak pandang bulu dalam menentukan akan menggunakan media apa untuk menuangkan ide kaeya ciptanya. Mulai dari menerima pesanan lukis tusuk gigi di kaos, sepatu, kanvas sampai alat kerajinan seperti halnya tas anyaman bambu dia produksi asal dapat inspirasi. 

Kumpulan barang bekas yang disulam menjadi media seni Tusuk gigi T-wool (Foto By Akbar Dedy P.)

Ya, teman travel harus tahu, Adriansyah T-wool memproduksi lukisan karyanya pada media apapun. Hal tersebut karena T-wool akan melukis produknya secara manual setelah mendapat inspirasi dari catatan tanda tangan pemesan. Tanda tangan? Iya, itulah uniknya karya yang dibubuhkan seorang T-wool, lewat tanda tangan pemesan, dia beranggapan akan menemukan karakter warna dari sang calon pemilik karyanya.

Sepatu lukis tusuk gigi T-wool (Foto By Akbar Dedy P.)

Adriansyah T-wool sejauh ini belum membuka gerai sendiri, ia masih memasarkan karyanya dengan piranti media sosial. Para pelanggan bisa langsung berinteraksi denganya tanpa harus bertatap muka untuk melihat gambaran hasil karyanya. Dengan alasan tersebutlah yang membuat karyanya bisa langsung dinikmati penggila seni sampai berbagai belahan dunia.

Dengan memasang harga untuk kaosnya dikisaran Rp.150.000 dan Rp. 200.000 untuk lukisan kanvas, karyanya tersebut ditidaklah terlalu mahal bagi teman travel yang menggilai karya orisinal. Cukup sebanding mengingat Andriansyah T-wool mengerjakanya setiap pesanan lukisan secara manual dengan melemburnya setiap malam. 

Kumpulan lukisan karya Adriansyah T-wool (Foto By Akbar Dedy P.)

Tidak hanya menerima pesanan produk seni lukis tusuk gigi dengan berupa kaos maupun kanvas, T-wool turut menghasilkan berbagai karya lukis tusuk gigi dari coretan tanganya. Dengan campuran cat yang dia produksi sendiri, dia dapat melukis segala piranti yang menurutnya bagus. Dia (Adriansyah T-wool) turut melukis diatas produknya dari anyaman bambu, kayu sampai hingga besi. Gak percaya? Lihat nih, karya lukis tusuk giginya yang dilukis diatas motor skuternya. Next

Lukisan T-Wool di sepedah vespa miliknya (Foto By Akbar Dedy P.)
ramadan
Karang Bolong Pacitan

Pantai Karang Bolong Pacitan, Wisata Penuh Keindahan

Wisata di Yangon

Panduan Wisata di Yangon, Ini Hal Pertama yang Harus Kamu Lakukan