in ,

Unik! Tradisi Tubuh Kebal di Indonesia Ini Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

Tradisi Tubuh Kebal di Indonesia, Kalau Nggak Kuat jangan Liat

Tradisi Tubuh Kebal di Indonesia
Tradisi Tubuh Kebal di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku, tersebar mulai dari ujung barat sampai timur. Memiliki adat dan tradisi masing-masing yang sampai kini tetap dilakukan. Pelaksanaan bergantung pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya saja saat hari besar, saat menyambut tamu, dan banyak lainnya. Tidak terkecuali tradisi tubuh kebal di Indonesia, yang umumnya diselenggarakan ketika perayaan tertentu. Bagi Teman Traveler yang tidak kuat dengan hal-hal semacam ini, tidak disarankan untuk meneruskan membaca ya.

Baca juga : Tempat Indah yang Pernah Menjadi Lokasi Shooting Film Indonesia

Pawai Tatung – Singkawang

Pawai Tatung di Singkawang via Instagram @indonesiajuara
Pawai Tatung di Singkawang via Instagram @indonesiajuara

Pawai Tatung biasanya dilaksanakanĀ di Kota Singkawang, Kalimantan Barat saat Cap Go Meh yaitu perayaan setelah hari Imlek. Tradisi tubuh kebal ini merupakan perpaduan budaya Tionghoa dengan Dayak. Dalam bahasa Hakka, tatung memiliki arti orangĀ  yang dirasuki roh, dewa, leluhur, atau kekuatan supranatural. Ritual dimulai dengan upacara pemanggilan roh-roh baik untuk merasuki para tatung yang telah memenuhi syarat. Tatung-tatung tersebut harus menyucikan diri dengan cara melaksanakan puasa selama tiga hari sebelum waktu perayaan. Pada proses pawai ini, para tatung akan melakukan sejumlah atraksi seperti berdiri di atas pedang atau menusukkan kawat ke pipi. Para tatung itu pun diarak mengelilingi Kota Singkawang.

Ngurek – Bali

Tradisi Ngurek di Bali via Instagram @bayusastranegari
Tradisi Ngurek di Bali via Instagram @bayusastranegari

Tidak hanya terkenal akan wisata di Bali, pulau ini pun mempunyai bermacam ritual adat. Tradisi tubuh kebal di Indonesia ini berasal dari Bali, disebut Ngurek atau Ngunying. Ngurek berasal dari kata ‘urek’ yang dalam bahasa Bali berarti melubangi atau menusuk. Ngurek dilaksanakan sebagai wujud kesetiaan terhadap Sang Hyang Widhi Wasa. Ritual ini biasanya dilaksanakan saat Tradisi Ngerebong, yaitu hari dimana para dewa berkumpul. Dahulu ngurek ini hanya dilakukan oleh pemangku adat, namun kini siapapun bisa tanpa memandang status dan jenis kelamin. Dimana orang-orang yang ikut dalam tradisi ngurek ini menusuk diri sendiri menggunakan keris atau tombak, namun dalam keadaan tidak sadar alias kerasukan. Walaupun benda tajam tersebut menancap ke dalam tubuh, namun mereka tidak merasakan sakit.

Ma’atenu – Maluku

Ma'atenu (Cakalele) di Maluku via Instagram @denis.taihuttu.latuheru
Ma’atenu (Cakalele) di Maluku via Instagram @denis.taihuttu.latuheru

Tradisi tubuh kebal di Indonesia yang dilaksanakan di Maluku Tengah tepatnya Desa Pelauw ini disebut Ma’atenu. Tradisi yang menggambarkan aksi heroik perjuangan penduduk Pelauw melawan penjajah Belanda ini dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Pemain Ma’atenu adalah para lelaki dewasa di Desa Pelauw serta yang memiliki keturunan Pelauw. Mereka harus mendapat izin terlebih dahulu dari orang tuanya, kemudian wajib memotong habis rambutnya hingga gundul. Para lelaki tersebut memiliki kekuatan tersembunyi berupa kebal senjata ketika dalam kondisi terdesak atau keadaan tertentu, termasuk ketika keadaan tidak sadar alias trance. Tradisi ini berawal dari rumah adat menuju rumah adat induk, selama perjalanan itulah pemain Ma’atenu menyayat, menusuk-nusuk tubuhnya dengan senjata tajam.

Debus – Banten

Debus via Instagram @jihangagah
Debus via Instagram @jihangagah

Debus merupakan tradisi tubuh kebal di Indonesia berasal dari Banten, yang telah ada sejak semenjak awal perkembangan Islam di nusantara. Tradisi ini akhirnya berpadu dengan nilai-nilai Islam, akhirnya debus dijadikan sebagai media penyebaran agama Islam, sekaligus cara untuk menambah keberanian dalam melawan penjajahan kala itu. Namun kini debus sudah menjadi bagian dari kesenian, siapapun bisa memainkannya. Namun harus memenuhi beragam persyaratan yang telah ditetapkan. Pertunjukan debus biasa diiringi dengan musik yang dihasilkan dari gendang besar dan kecil, rebana, serta kecrek. Pemain debus biasanya mengarahkan golok ke lehernya, menyayaat tangan, mengupas kelapa dengan mulut, dan lainnya. Namun mereka tidak terlihat terluka maupun kesakitan.

Begitulah beberapa tradisi tubuh kebal di Indonesia yang bahkan hingga kini pun masih dilaksanakan di daerah masing-masing. Merupakan wujud pelestarian budaya, sekaligus untuk objek wisata. Apakah terdapat tradisi serupa di daerah Teman Traveler? Next

ramadan
Mix&Match Scarf Liburan saat Musim Hujan

Mix & Match Scarf untuk Traveling Saat Musim Hujan, Tetap Keren Tanpa Kedinginan

Pulau Waigeo via Shutterstock

Ini Dia Keindahan Pulau Waigeo, Surga Dunia yang Harus Disaksikan Sendiri