in , ,

Warung Tuman, Mutiara Tersembunyi di Tengah BSD

Makan dengan Suasana Damai di Warung Tuman BSD

Warung Tuman (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk
Warung Tuman (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Penatnya kesibukan tentu membuat Teman Traveler ingin menyegarkan diri sejenak dan menikmati suasana asri nan damai. Sayangnya, kendala jarak dan waktu kadang membuyarkan keinginan tersebut. Namun tenang saja, buat kalian yang tinggal di kawasan kota terencana Bumi Serpong Damai (BSD) ada Warung Tuman yang bisa jadi alternatif.

Baca juga : Sate Rembiga Ibu Sinnaseh Mataram, Pelopor Sejak 1988

Warung Tuman bisa dibilang sebagai salah satu mutiara anyar di kawasan BSD. Tak hanya tawarkan aneka masakan lezat, resto ini juga coba hadirkan suasana alami ala pedesaan di tengah kawasan perkotaan padat. Seperti apa? Yuk, simak ulasan lengkapnya Teman Traveler.

Bikin Ketagihan

1_fKx.jpg
Pintu masuk warung (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Berawal jenuhnya bekerja kantoran, pasutri pemilik resto ini, Mbak Nanin dan Pak Eko, memutuskan membuka usaha tempat makan di kawasan sekitar rumah. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Warung Tuman.

1_ocl.jpg
Beberapa pelanggan setia warung (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Konon nama adalah perwujudan doa dan harapan. Kata ‘tuman’ sendiri dalam Bahasa Jawa bisa diartikan nagih atau ketagihan. Harapannya, para pengunjung warung ini akan setia dan dengan senang hati datang kembali untuk bersantap di sini.

1_KsL.jpg
Pintu masuk dapur (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Keinginan tersebut kurang lebih sudah terwujud, sebab Warung Tuman kini telah punya banyak pelanggan setia. Tidak mengherankan sebenarnya, mengingat rasa dan pengalaman makan yang ditawarkan di sini sedikit berbeda dibanding resto lain di BSD. Para pengunjung pun jadi ketagihan
dan tak keberatan untuk mampir lagi.

Calabalatuik, Menjaga Resep Warisan Leluhur

warung tuman
Beberapa menu favorit pengunjung (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Sebenarnya, menu yang ditawarkan di sini sebagian merupakan masakan rumahan. Kebanyakan merupakan olahan ikan, seperti Calabalatuik dan Mangut Ikan Pari Asap. Ada juga sajian lain yang tak kalah menarik seperti, Gulai Bareh, Dendeng Batokok, Ayam Kampung, dan Tumis Bunga Pepaya.

warung tuman
Mangut Ikan Pari Asap (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Menu Calabalatuik sendiri cukup menarik perhatian saya. Sajian satu ini merupakan kuliner khas Padang, yang sebenarnya cukup jarang ditemui di kebanyakan restoran Padang. Konon masakan ini adalah menu istimewa yang seharusnya hanya dihidangkan saat Lebaran.

warung tuman
Menu unik khas Padang (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Dari seluruh keluarga pemilik, hanya Mbak Nanin yang meneruskan dan berani mengembangkan resep Calabalatuik warisan leluhurnya. Cara memasaknya memang cukup rumit.

Pertama, ikan nila direbus bersama daun pisang. Begitu air mendidih, ikan akan diangkat dan dibakar. Berikutnya, proses memasak dilakukan dengan mencampur beragam bumbu rempah. Hasilnya? Sepiring Calabalatuik dengan cita rasa gurih pedas. Aroma daun jeruk dan rempahnya terasa cukup tajam, berpadu apik dengan wangi khas ikan bakar.

warung tuman
Dendeng Batokok yang gurih (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Menu lain yang mencuri perhatian saya adalah Dendeng Batokok. Dagingnya tebal dan sangat lembut. Bumbunya pun terasa gurih dan nikmat. Disantap bersama Tumis Bunga Pepaya, rasanya jadi semakin nikmat.

Makan dengan Pengalaman Berbeda

3_1CD.jpg
Berikan pengalaman makan yang beda (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Teman Traveler yang suka berburu tempat makan unik pasti akan senang dengan suasana di sini. Lokasinya berada di pelosok BSD, membuat atmosfer di sekitar warung terasa begitu tenang. Kehadiran pepohonan dan sungai membuat tempat ini jadi semakin asri.

3_FGy.jpg
Memberikan suasana berbeda (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Tak hanya itu, menemukan lokasi warung ini juga butuh sedikit perjuangan. Lokasinya termasuk mblusuk, tidak berada tepat di pinggir jalan raya. Teman Traveler harus arahkan kendaraan melewati hutan bambu dan area pemancingan sebelum sampai di tujuan.

warung tuman
Makan di dekat pawon (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Konsep tradisional benar-benar diterapkan total di warung ini. Hal ini nampak dari area makan sekitar pawon (dapur) yang terkesan sedikit sempit dan berantakan, khas dapur tradisional. Namun tenang saja Teman Traveler, saat ini pengelola sudah mulai melakukan pelebaran untuk mengakomodasi jumlah pengunjung yang kian hari makin banyak.

warung tuman
Ramah anak (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Warung Tuman juga cocok dijadikan sebagai tempat makan bersama keluarga. Para pekerja juga boleh coba habiskan pekan di sini. Tempatnya luas, jauh dari jalan raya, dan ramah anak. Pas banget dipilih sebagai alternatif bersantap bersama sosok terkasih maupun kolega.

Rute Menuju Lokasi

warung tuman
Jalan masuk dari arah jalan raya (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Lokasi warung ini bisa dibilang susah-susah gampang ditemukan. Tempatnya sedikit mblusuk, berjarak sekitar 300 meter dari jalan raya. Namun cukup sekali mampir, Teman Traveler bakal bisa menghafal jalurnya dengan mudah.

Jika menggunakan panduan Google Maps, titiknya tidak persis sampai ke lokasi. Teman Traveler masih perlu masuk lagi, menyebrangi sungai, sebelum sampai di warung.

4_rif.jpg
Patokan mudah untuk menuju warung (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Tapi tenang saja Teman Traveler, ada ancer-ancer mudah yang bisa digunakan jika tertarik mampir ke sini. Kalian cukup cari plang alamat berwarna biru dengan tulisan ‘Jalan Keramat Beringin II, Ciater Tengah’. Di sekitar sini kalian akan menemukan sebuah jembatan kuning.

Teman Traveler langsung saja arahkan kendaraan melintasi jembatan tersebut dan belok ke arah kiri. Jika masih kesulitan, kalian bisa menelepon pemilik untuk meminta panduan tepat hingga lokasi.

Harga Terjangkau

img_7851_edit_CJn.jpg
Bon dan menu di warung (c) Syuhuva Cindradika/Travelingyuk

Soal harga, Teman Traveler tidak perlu khawatir. Cukup siapkan dana sekitar Rp50.000-an per orang, kalian sudah bisa bersantap puas di sini. Jika datang beramai-ramai, tentu biaya patungannya jadi makin murah bukan?

Itulah sekilas pengalaman saya bersantap di Warung Tuman. Berada di tengah kawasan perkotaan, tempat ini berhasil hadirkan pengalaman makan berbeda, dengan atmosfer menenangkan ala pedesaan. Jangan lupa mampir jika Teman Traveler sedang menjelajah wisata Tangerang dan sekitarnya ya. Next

ramadan
Peninggalan patung kuno Delos di Yunani

Wisata Sejarah Kepulauan Aegean, Jejak Peradaban Kuno di Negeri Para Dewa

Hotel Wisata Niaga Campus

Hotel Purwokerto dekat Baturaden, Wisata Alam Sepuasnya!