in , ,

Mengunjungi Peninggalan Sejarah Jepang di Ujung Barat Indonesia

Pulau weh
Pulau weh

Pulau Weh merupakan pulau paling barat di gugusan kepulauan nusantara. Pulau ini merupakan jenis pulau vulkanik dan konon merupakan sebuah karang raksasa di tengah Samudera Hindia. Di Pulau Weh inilah terdapat sebuah kota kecil nan asri bernama Sabang.

Baca juga : Rest Area SPBU Lumbir, Tempat Rehat Fotogenik di Jalur Selatan

Salah Satu Pantai di Pulau Weh (Koleksi Pribadi)

Mendengar nama Sabang ini, orang Indonesia manapun pasti akan mengenalnya. Nama kota ini memang selalu kita dengar sejak kecil melalui lagu nasional ‘Dari Sabang Sampai Merauke’ yang menggambarkan model geografis Republik Indonesia yang bermula dari Sabang di barat dan kota Merauke di Timur.

Pulau Weh bersama kota Sabang ini terletak di lokasi strategis dalam dunia pelayaran internasional, dan satu hal yang pasti tempat ini menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.

Pulau Kecil di Sekitar Pulau Weh (Koleksi Pribadi)

Sebagai salah satu pulau terluar Indonesia, Pulau Weh selalu menyimpan cerita masa lalu yang menarik untuk diikuti. Pada tahun 1942 ketika Perang Dunia II mulai berkecamuk, Sabang diduduki oleh pasukan militer Jepang dan dijadikan sebagai basis pertahanan maritim terbesar di wilayah Sumatera. Kemudian pelabuhan Sabang pun dijadikan sebagai pelabuhan
militer Jepang.

Selama hampir 3 tahun pendudukan militer Jepang di Sabang, ternyata
masih meninggalkan kesan hingga kini. Beberapa tempat yang dulunya menjadi fasilitas militer Jepang sekarang masih berdiri kokoh menjadi andalan pariwisata bagi Pulau Weh. Itu adalah fasilitas Bunker Jepang yang tersebar di beberapa kawasan di seluruh Pulau Weh.

Bunker di Bukit Sabang (Koleksi Pribadi)

Asal Usul Sejarah Bunker Jepang

Tidak diketahui pasti berapa lama prajurit Jepang membangun bunker-bunker itu. Yang pasti, Jepang mendarat di Sabang pada 12 Maret 1942, dan sekutu merespon dengan mengirim pembom. Jepang menutup pelabuhan Sabang, dan memerintahkan prajuritnya membangun bunker dan benteng pertahanan di sekujur bukit dan garis pantai. Jepang tidak ingin Sabang
jatuh ke tangan sekutu, yang membuat mereka tidak bisa lalu-lalang dari dan ke Selat Malaka.

Pemandangan Dari Atas Bunker Jepang (Koleksi Pribadi)

Beberapa bunker yang tersebar di seluruh pulau ini konon memiliki terowongan bawah tanah, yang semuanya terhubung menuju ke Bukit Layang, yang merupakan pusat komando pasukan Jepang pada masa itu. Dari Bukit Layang perintah didistribusikan ke setiap bunker dan benteng yang ada lewat terowongan.

Pemandangan Laut Ujung Barat Indonesia

Salah satu bunker yang paling ramai dikunjungi wisatawan adalah di kawasan Bukit Sabang dan Anoi Itam. Lokasi wisata bunker ini cukup sejuk karena dikelilingi pepohonan rindang dan rerumputan hijau yang menghampar di tepian tebing laut lepas. Belum lagi pemandangan hamparan Samudera Hindia yang eksotis langsung menyegarkan mata.

Laut Lepas (Koleksi Pribadi)

Di siang hari yang cerah anda akan terpana melihat hamparan laut luas dari kawasan perbukitan ini. Jika datang di waktu yang tepat, wisatawan yang beruntung akan bisa menyaksikan lumba-lumba yang berarak di sekitar radius 500 meter dari tebing yang menjorok ke laut lepas. Rombongan lumba-lumba itu terlihat berlomba renang dalam arak-arakan dari arah Laut Andaman menuju Selat Malaka.

Pemandangan dari Bunker Anoi Itam (Koleksi Pribadi)

Banyak Bunker Jepang Tersebar di Seluruh Pulau Weh

Demi membangun kekuatan maritime pada masa itu, Jepang membangun banyak bunker di sepanjang garis pantai dan perbukitan Sabang untuk memperkuat pertahanan mereka. Bunker dan beberapa benteng bersejarah ini terletak di kawasan eksotis seperti di Anoi Itam, Ujung
Kareung, Aneuk Laot, Bukit Sabang dan juga di sepanjang Pantai Kasih.

Dinding di salah satu Bunker dicoret-coret. JANGAN DITIRU! (Koleksi Pribadi)

Cara ke Bunker Jepang Sabang

Jika teman-teman berkunjung ke Sabang dalam waktu yang relatif lama, maka anda harus menyempatkan diri mengunjungi semua bunker peninggalan Jepang yang tersebar di Pulau Weh. Selain untuk wisata sejarah, bunker-bunker ini terletak di lokasi yang eksotis sehingga akan
memuaskan mata dan pikiran anda. Namun jika anda hanya memiliki sedikit waktu maka penulis rekomendasikan untuk mengunjungi bunker Jepang yang ada di kawasan Anoi Itam.

Pulau Weh (Koleksi Pribadi)

Cara terbaik untuk berkeliling Pulau Weh adalah dengan menyewa sepeda motor. Selain lebih hemat dibandingkan menggunakan angkutan umum, anda dapat menikmati sendiri setiap titik di Pulau Weh. Termasuk jika anda ingin berkunjung ke bunker Jepang, menggunakan sepeda motor adalah pilihan utama. Next

ramadan
fi inshokuiki resto

Inshokuiki Resto di Tawangmangu, Ada Spot Hits Balkon Kaca

Arumdalu

Arumdalu, Luxury Private Resorts di Ujung Belitung