in , ,

Wisata Seru di Sekitar Gunung Banyak Kota Malang

Gunung Banyak
Gunung Banyak

Kalau kita sedang berwisata ke Kota Batu, Paralayang yang berada di Gunung Banyak mungkin adalah destinasi wajib. Tapi taukah kalau ternyata lokasi wisata puncak Paralayang bukan termasuk wilayah Kota Batu?. Ya, Paralayang dan lokasi wisata sekomplek lainnya seperti Omah Kayu, Taman Langit, Goa Pinus, dan Taman Kelinci terletak di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, tepat di sebelah barat perbatasan dengan Kota Batu. Terkenal sebagai salah satu objek wisata di Kota Batu karena pemandangan yang ditawarkan dari atas puncak bukit Paralayang adalah suasana Kota Batu.

Baca juga : Ketan Susu Kemayoran yang Ada di Jakarta, Makin Enak Disantap dengan Tempe

Gunung Banyak memang dijadikan komplek wisata perbukitan, tapi Paralayang adalah lokasi destinasi wisata pertama yang berdiri di sini. Maka apa jadinya kalau kita ke Gunung Banyak hanya mau ke Paralayang saja?. Pastinya masih akan tetap menarik dengan segala keindahan yang ditawarkan.

1. Melihat Gunung Panderman Dari Kejauhan

Masuk ke wisata Paralayang sudah tentu kita tahu kalau lokasinya di atas puncak sebuah bukit yang digunakan untuk olahraga paralayang. Tapi tentunya bukan itu saja, kita bisa menikmati suasana sekitarnya. Diantaranya adalah menikmati keindahan Gunung Panderman yang berdiri tegap tepat di hadapan kita. Pepohonan hijau di bawahnya dan awan putih yang kadang menyelimuti puncak Gunung Panderman membuat gunung itu sangat cantik untuk kita nikmati dari jauh. Waktu yang tepat untuk memandang keindahan Gunung Panderman dari lokasi Paralayang ini adalah siang hari. Itu karena kita juga akan mendapatkan keindahan birunya langit yang sangat cerah.

2. Melihat Suasana Kota Batu Dari Atas Langit

Dari atas ketinggian sebuah bukit dan puncak gunung tentunya pemandangan yang ditawarkan adalah keindahan alam di bawahnya. Sama seperti jika kita ke Wisata Paralayang ini. Bukan sebuah hamparan hutan yang menghijau, tapi kita akan melihat bangunan-bangunan yang ada di Kota Batu. Tidak jarang suasana lalu lintas juga terlihat jelas kalau cuaca sedang benar-benar mendukung, dalam arti tidak diselimuti kabut yang menghalangi pandangan. Dari atas sini kita bisa dengan jelas melihat bangunan-bangunan yang menjadi icon Kota Wisata Batu, seperti Gedung Balai Kota Among Tani Batu yang berdiri megah, Jambuluwuk Hotel, Suasana Alun-Alun Batu, bahkan kita juga bisa menangkap jelas lokasi wisata Jatim Park yang ada di kejauhan. Yang paling menarik, kita bisa mendengar suara samar-samar dari kendaraan yang lewat di bawah karena terbawa hembusan angin.

3. Berjalan Di Taman Bunga

Nama objek wisata ini Paralayang, tapi bukan hanya menjadi tempat wisatawan atau atlet untuk berparalayang saja. Banyak sekali yang bisa kita eksplor di objek wisata ini.  Jika melihat ke tepian bukit, kita akan mendapati taman bunga kecil dengan beberapa bunga berwarna-warni ditanam rapi ditepian jalan setapak yang memang disediakan untuk pengunjung jika ingin berjalan-jalan disekitarnya. Tidak hanya itu kita juga bisa menemui beberapa tempat duduk kecil yang terbuat dari kayu. Dari taman bunga ini tentunya kita juga masih bisa menikmati pemandangan di bawah, serta bisa mengamati orang-orang yang menaiki wahana terbang paralayang yang disediakan.

4. Naik Wahana Paralayang

Namanya saja Paralayang, tentunya ada yang salah kalau tempat ini tidak menyediakan fasilitas wahana terbang layang bersama parasut yang disebut paralayang. Tapi tentunya terbang menggunakan paralayang di lokasi wisata ini tidak selalu ada setiap hari. Kalau kita ingin menikmati keindahan dan juga menguji adrenalin terbang di atas awan, kita bisa ke lokasi Wisata Paralayang ini di hari Sabtu atau Minggu, karena di setiap akhir pekan memang sengaja disediakan wahana ini. Tentunya selain untuk menyemarakkan suasana lokasi wisata, hal ini juga dilakukan untuk menarik wisatawan yang suka tantangan datang ke tempat ini.

Untuk wisatawan yang ingin melakukan terbang tandem paralayang dikenakan biaya mulai Rp. 350.000,- per orang. Harga ini sepadan karena sudah termasuk asuransi dan bisa memuaskan adrenalin kita dengan memandang semua keindahan sekitar.

5. Berwisata Malam Di Bukit Paralayang

Kalau dirasa sudah bosan ke Wisata Paralayang siang hari, kita tentu juga bisa datang ke Paralayang menjelang senja atau bahkan malam hari, karena tempat ini buka 24 jam. Lalu apa yang kita dapatkan waktu malam ke Paralayang?, jawabnya tentu bukan kegelapan yang membabi buta yang akan kita dapatkan. Gelap memang sudah pasti, tapi keindahan kabut yang mulai turun menyelimuti lokasi ini malah membuat suasana semakin syahdu dan romantis dan membuat kita benar-benar merasa di gunung.

Mengunjungi tempat wisata Paralayang di malam hari memang sangat disarankan memakai jaket tebal, karena dinginnya tempat ini bukan main. Tapi tenang saja, buat kita yang ingin sekedar bersantai sambil menikmati suasana malam di Paralayang, kita bisa memilih warung yang banyak berjajar disini. Memesan kopi atau teh panas, ditemani bakso atau mi instan akan membuat suasana menjadi hangat bersama teman-teman.

Kalau hanya menikmati kabut dan suasana malam di Paralayang saat malam hari tentunya tidak seru. Berjalan sedikit ke bagian paling tinggi di tempat ini, tepatnya di lokasi yang biasanya dipakai pemberangkatan terbang layang, disini kita bisa melongok ke pemandangan yang ada di bawah.

Ketika siang kita bisa memandang suasana Kota Batu dari ketinggian, ternyata malam pun juga tak kalah indah. Lampu warna-warni di Kota Batu yang terlihat jelas dari atas sini membuat suasana sangat indah sekali. Sempatkan untuk berfoto, tentunya kita akan butuh bantuan pencahayaan.

Setelah kita tahu semua keindahan yang bisa kita dapatkan tentunya tidak akan menyesal jika kita ke Gunung Banyak hanya ke Paralayang saja. Tapi biar lebih hemat kalau kita memang ingin juga mengunjungi Omah Kayu dan Taman Langit, kita bisa sekalian mengunjunginya mengingat kita akan parkir di tempat yang sama.

Untuk tiket masuk ke parayang kita akan dikenai Rp 10.000,- per orang, parkir motor Rp 5.000,-, parkir mobil Rp 10.000,-, sedangkan kalau kita ingin masuk ke Omah Kayu atau Taman Langit kita akan dikenai biaya tambahan masing-masing Rp 20.000,-. Mengingat Batu sebagai kota wisata maka tarif ini sangat wajar sekali. Next

ramadan
fi negara melarang wni masuk

Berikut Daftar Negara Melarang WNI Masuk Karena Tingginya Kasus Covid-19

Coban Srengenge

Coban Srengenge, Air Terjin di Malang dengan Pemandangan yang Menakjubkan