in , , , , , , ,

Menjelajahi Wuyishan, Kota Pegunungan di Selatan Tiongkok

Jelajahi Tebing-tebing Alami hingga Perunjukan Apik di Wuyishan Tiongkok!

Jika Teman Traveler suatu hari punya kesempatan untuk berkunjung ke Fujian yang merupakan salah satu provinsi di wilayah selatan Tiongkok. Teman Travel mungkin akan sering menemukan bahwa kebanyakan keturunan Tionghoa di Indonesia berasal dari wilayah ini. Menurut penduduk lokal, statement tersebut didukung oleh bukti sejarah yang mengatakan bahwa memang ada arus migrasi yang kuat dari Fujian ke wilayah Asia Tenggara terutama penduduk muslim ke Indonesia. 

Baca juga : Candi Plaosan, Bangunan Eksotis Berbalut Kisah Romantis

Provinsi Fujian beribukota di Fuzhou. Penduduknya mayoritas bekerja di bidang pariwisata dan maritim. Salah satu kota yang mahsyur di kancah pariwisata adalah Xiamen, Kota Bunga beriklim sangat sejuk. Selain Xiamen, Fujian memiliki beberapa tempat wisata ikonik yang khas dan kontras jika dibanding dengan sang Ibu Kota yakni Beijing atau Kota Megapolitan Shanghai. WuYi merupakan sebuah wilayah pegunungan di tenggara Fujian dengan pesona alam yang begitu indah sekaligus menjadi produsen utama teh termahal di dunia yakni Da Hong Pao atau teh jubah merah. 

Berkunjung ke Fujian tidak lengkap jika hanya berkeliling di Xiamen atau Fuzhou, sehingga Teman Traveler kali ini akan diajak untuk menjelajahi WuYi yang dapat ditempuh selama 3 jam dengan kereta cepat. Wilayah pegunungan ini juga bisa diakses dengan pesawat maupun bus karena memang kota ini sudah memiliki fasilitas yang mendukung turis mancanegara, dimana sudah tersedia beragam penginapan dan shuttle bus. Nah, ulasan berikut ini, penulis akan membagikan rekomendasi aktivitas yang wajib Teman Traveler lakukan selama di WuYi.

Mendaki Puncak Tianyou

fdebf5b6_ddb3_407c_969b_580748069975_otY.jpg
Anak Tangga yang Curam (c) Zhifa/Travelingyuk

Gunung WuYi dinobatkan sebagai salah satu cagar alam yang dilindungi UNESCO. Cuacanya begitu sejuk lengkap dengan beragam fasilitas pendukung yang terawat dengan sangat baik. Pada kaki gunung, terdapat rumah-rumah teh yang bisa Teman Traveler singgahi. Terdapat juga beragam spot foto yang siap menghijaukan feed instagram Teman Traveler. 

Kurang lengkap rasanya jika sudah berada di Kota WuYi, tapi tidak mendaki Puncak Tianyou yang berupakan tebing granit dengan tinggi mencapai 500 meter. Teman Traveler bisa membeli tiket on the spot yang biasanya sepaket dengan bamboo raft maupun memesan secara online. Biasanya perjalanan ke Tianyou ini dinamai ‘Heavenly Tour‘. Setelah sampai di atas, Teman Traveler berasa mencapai surga. Indah banget!

ad201577_68fb_4903_be26_54842d38e55a_zpP.jpg
Ratusan Anak Tangga (c) Zhifa/Travelingyuk

Suasana WuYi yang tenang akan berhasil membuat Teman Traveler rileks dan lupa sejenak dari penatnya pikiran hingga pekerjaan. Setelah mendaki kurang lebih sekitar 800 anak tangga, Teman Traveler bisa jajan di puncak. Hebatnya, area puncak masih tetap bersih karena tempat sampah telah disedikan pengelola pada tersedia berbagai sudut. Tidak lupa, terdapat pula sebuah kuil yang dapat Teman Traveler jumpai di puncak ini. Jadi benar-benar berasa di nirwana! 

Menelusuri Sungai Jiuqu

ca70030d_d66f_4b7c_ba68_f1a8edfec90d_GjM.jpg
Pemandangan yang Indah (c) Zhifa/Travelingyuk

Setelah lelah mendaki, Teman Traveler bisa kembali relaksasi dengan menyusuri sungai Jiuqu. Secara harfiah, jiu berarti sembilan dan qu berarti kelok. Iya, ada sembilan kelok besar di sungai yang panjangnya mencapai 60 km ini. Masing-masing rakit bambu diisi paling banyak 6 orang dan Teman Traveler wajib untuk mengenakan jaket pelindung yang telah disediakan. 

8ddf8b51_bbdf_4871_a93d_3a2959eb9bc5_KeV.jpg
Mengarungi Tebing (c) Zhifa/Travelingyuk

Selama kurang lebih 1 jam perjalanan, penulis teringat wisata Rammang-Rammang di Makassar. Penampakan alamnya kurang lebih sama, tebing-tebing tinggi nan curam seolah membentengi sungai. Sepanjang perjalanan, pemandu yang mendayung rakit sembari bercerita. Meskipun dalam Bahasa Mandarin, mereka juga paham kalau penumpangnya ini ngga ngerti! Jadi hanya paham sedikit-sedikit dengan memahami bahasa tubuh yang mereka pakai. Kalau tidak salah, tebing-tebing ini sama fungsinya dengan yang di Makassar dan Toraja, yaitu sebagai makam. Menarik bukan?

Pertunjukan 360 derajat Da Hong Pao

c5fc9f5c_0971_4d7b_9a49_7e84559e6f25_JgM.jpg
Pertunjukan Da Hong Pao (c) Zhifa/Travelingyuk

Jangan lupa ntuk memasukkan destinasi ini ke bucket list Teman Traveler karena pertunjukan ini sangat memukau dan fantastis! Harga tiketnya RMB 238 atau setara dengan Rp480.000, kurang lebih sama dengan tiket pertunjukan Balet Ramayana di Prambanan. Pertunjukan ini diadakan di Museum Sejarah Teh Wuyi dan dikenal dengan nama Impression of Da Hong Pao yang menceritakan tentang sejarah Dahongpao dan proses pembuatan teh. 

_6414764605415089015_img_0934__1__P5G.JPG
Menonton Film tanpa Layar Kaca (c) Zhifa/Travelingyuk

Seperti menonton film tanpa layar kaca, ratusan artis dilibatkan dalam pertunjukan yang disutradai oleh Zhang Yimou, Wang Chaoge dan Fan Yue. Pertunjukan ini menggunakan penampakan alam sebagai panggungnya, tribun tempat penonton duduk akan diputar sebesar 360derajat secara perlahan.

eef5e235_2ecd_4551_a746_b9df88af7475_u1L.jpg
Lampu-lampu yang Unik (c) Zhifa/Travelingyuk

Total keseluruhan ada 15 layar yang diintegrasi ke penampakan alam Wuyishan yakni gunung, sungai, hutan, hingga rumah-rumah penduduknya. Setiap pergantian scene, tribun penonton akan diputar sesuai dimana adegan berada. Selama pertunjukan berlangsung, Teman Traveler akan dibuat kagum dengan tata lampu, video mapping, dan koreografi kolosal yang sangat apik!

f973bab2_a122_46a5_a917_910453134383_Qdl.jpg
Mencoba Teh Termahal di Dunia (c) Zhifa/Travelingyuk

Sepanjang tahun, pertunjukan Da Hong Pao libur mulai dari 10 Januari hingga 10 Februari. Dengan latar panggung outdoor di wilayah pegunungan ini, siapkan jaket tebal agar nyaman menikmati pertunjukan tanpa kedinginan. Pada satu hari ada 2 jadwal pertunjukan yang dimulai pukul 19:30 hingga 21:45 waktu setempat dengan durasi pertunjukan selama 90 menit. 

Mencicipi Da Hong Pao, Teh Termahal di Dunia

2ed52ed0_971a_420c_882c_fe2f21396104_Obw.jpg
Wuyi Star Teahouse (c) Zhifa/Travelingyuk

Da Hong Pao adalah teh merah legendaris yang kabarnya menjadi minuman kegemaran kaisar China sejak dulu kala. Harganya memang bukan main. Satu kantung teh seberat 20 gram saja bisa dijual seharga RMB 250 atau hampir setara dengan Rp500.000. Harga yang fantastis bukan? Jika sudah berada di kota WuYi, Teman Travel sebetulnya bisa mencicipi minuman khas ini di rumah-rumah teh. Jumlahnya serupa dengan kedai kopi di Jakarta namun penyajiannya tidak sesederhana penyajian teh di rumah makan. Teman Traveler juga akan mendengar cerita dan melihat langsung bagaimana cara penyajian teh yang benar.

Jika ingin mendapatkan pengalaman lebih mendalam, Teman Traveler bisa mengunjungi Wuyi Star Teahouse yang secara khusus memberikan informasi mengenai teh di Kota WuYi. Tur bisa dimulai dengan kunjungan ke kebun yang ditanami beragam jenis teh, tidak hanya oolong saja. Setelah itu, Teman Traveler akan disuguhi atraksi tea ceremony dan bisa mencicipi teh termahal sedunia, Da Hong Pao. Teh ini memiliki harga yang sangat mahal karena prosesnya yang panjang dan sangat hati-hati. Tidak hanya nilai historis di balik ‘penemuan’ teh ini, tetapi juga karena semakin sedikitnya daun teh berkualitas tinggi yang bisa diproduksi menjadi Da Hong Pao.

Beragam fasilitas wisata di Kota WuYi terbilang sudah lengkap karena memang kota ini kerap menjadi langganan turis mancanegara. Petunjuk jalan, fasilitas bus, hingga penginapan, sudah dilengkapi dengan keterangan Bahasa Inggris sehingga begitu memudahkan Teman Traveler. Saat ini, sudah banyak agen travel yang menyediakan paket tur ke Wuyishan. So, lengkapi pengalaman jalan-jalanmu ke Tiongkok dengan mengunjungi kota kecil nan indah ini, ya! Next

ramadan

Puncak Sriten, Menikmati Senja Jogja dari Tempat Tersembunyi

Resto Tengah Kebun Jogja, Hilangkan Penat di Tengah Padatnya Kota Budaya