in ,

Ngaku Anak Indie? Hobi Traveling? Baca 5 Aturan Ini!

Apakah kamu sudah cukup indie dengan melihat aturan ini?

Belakangan ini banyak sekali generasi millenials yang mengklaim dirinya sebagai ‘anak indie‘. Tampil dengan fashion, genre musik, dan melakukan aktivitas yang katanya indie atau independen habis. Selain itu, mereka juga hobi traveling ke berbagai tempat di dunia sambil menyebarkan aura ke-indie-annya.

Baca juga : Dari Irish Bella Sampai Jovi Adhiguna, Begini Gaya Fashion Traveling di Maroko

Buat Teman Traveler yang ngaku sebagai ‘anak indie’ dan hobi berkelana, ada 5 aturan dasar yang harus kalian penuhi.

1. Nikmati senja di manapun berada

Image may contain: one or more people, people standing, sky, twilight, ocean, outdoor and nature
Meraba senja yang syahdu dan misterius via Instagram/ulfakhrnnsa

Senja sering diibaratkan sebagai waktu untuk beristirahat dan bersantai. Setelah hampir 8-9 jam beraktivitas sedari pagi, bersamaan dengan tenggelamnya matahari, anak indie pun diajak untuk menenggelamkan diri dalam rebahan yang menenangkan jiwa dan raga.

Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk menikmati senja, terutama di alam terbuka. Salah satu contohnya adalah Pantai Petitenget di Bali. Posisinya yang segaris dengan Pantai Kuta membuat pesona senjanya tak kalah indah. Ditambah lagi suasananya yang jauh lebih tenang dan damai, membuat aura indie kalian akan makin bergejolak.

2. Wajib hukumnya buat ngopi!

Image may contain: one or more people and people sitting
Menyeduh pahitnya kopi via Instagram/mas_fotokopi

Rasanya sulit memisahkan dunia indie dengan kopi. Seolah-olah lewat minuman ini, inspirasi dan naluri anak indie muncul sambil mengembangkan jati diri. Konon hal itu terjadi karena kandungan kafein pada kopi yang mampu merangsang otak untuk terus aktif dan berproses. Itu kan yang dibutuhkan anak indie untuk tetap kreatif berkarya secara independen?

Salah satu contoh tempat ngopi yang cocok adalah Amstirdam Coffee di Malang. Cita rasa kopinya yang autentik ditambah lokasinya yang mojok di dalam kompleks ruko membuatnya dipenuhi ide kreatif yang gila dan inspiratif. Cocok, nih!

3. Baca dan bikin puisi

No photo description available.
Kamu terlalu banyak bercanda via Instagram/astridfebrinarizal

Setelah otak anak indie diberi suguhan kopi, mereka menjadi aktif. Karena aktif, mereka butuh wadah untuk berkarya secara positif, salah satunya adalah dengan membaca dan membuat puisi. Sudah banyak hasil karya kata yang lahir berkat naluri dan inspirasi indie, contohnya adalah Fiersa Besari.

Biasanya, selain di tempat ngopi, taman dengan pepohonan yang rindang juga dijadikan tempat berpuisi bagi penggemar indie. Salah satu contohnya adalah Taman Suropati di Jakarta. Taman ini sudah terkenal melahirkan seniman ibukota karena aura seninya yang begitu kental.

4. Begadang sambil bikin lagu

Image may contain: one or more people and people sitting
Mengutak-utik nada dan kata di Lokananta Studio via Instagram/ifaanirmala

Selain bikin puisi, anak indie juga biasa melakukan hal produktif lainnya dengan begadang sambil bikin lagu. Kenapa harus begadang? Karena ketika malam semakin larut, inspirasi yang datang semakin banyak, otak semakin encer, dan geliat untuk berkarya semakin membara. Begitu kata mereka.

Salah satu studio yang bisa dijadikan tujuan untuk memproduksi rekaman indie adalah studio Lokananta yang legendaris itu. Studio yang berlokasi di Surakarta ini sudah menjadi saksi sejarah jutaan musik Indonesia, termasuk band-band indie yang ingin menorehkan nada-nada khas mereka dalam bentuk rekaman.

5. Naik gunung

Image may contain: one or more people, sky, mountain, outdoor, nature and water
Naik gunung, senang rasa, lepas jiwa via Instagram/jioe_j

Hal terakhir yang biasa dilakukan anak indie adalah menikmati indahnya alam dengan hiking ke gunung-gunung favorit. Bisa jadi yang mereka lakukan adalah menyapa senja di balik gunung sambil minum kopi dan bikin puisi, diiringi lagu-lagu indie sambil begadang. Sebuah kombinasi yang pas, bukan?

Anak indie memang selalu merekatkan diri dengan alam karena di sana mereka merasa bebas berekspresi dan berkreasi, sama seperti indahnya alam yang tak dibatasi sekat apapun. Kalian bisa mencoba menikmati pesona indie ini di Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan.

Bagaimana? Apakah Teman Traveler sudah merasa cukup indie dengan membaca aturan di atas? Atau kalian punya pendapat sendiri? Mari kita coba berbagi pendapat. Next

ramadan
Berfoto di Munduk Asri

Munduk Asri, Destinasi Cantik Anti-Mainstream di Bali

Senja di Pantai Baliana

Pantai dengan Sunset Indah di Kupang, Cantiknya Bikin Terhipnotis