in , ,

Ayam Goreng Bu Hartin, Sajian Legendaris Khas Kulon Progo

Racikan Bumbunya Diwariskan Turun-temurun Lho

Ayam Goreng Bu Hartin
Ayam Goreng Bu Hartin (c) Wano Dyo/Travelingyuk

Buat Teman Traveler yang sedang liburan di Jogjakarta, jangan cuma mampir ke sekitaran pusat kota saja. Jelajahi kabupaten Kota Gudeg karena kalian bakal temukan banyak wisata dan kuliner menarik. Salah satu contohnya adalah Ayam Goreng Bu Hartin, yang sudah lama melegenda di Kulon Progo.

Baca juga : Seindah Hawaii, Pantai-pantai dengan Pohon Kelapa yang Condong ke Laut

4aa44df6_aee7_4d49_b505_a948d1bc495a_rUe.jpeg
Rumah makan bernuansa klasik (c) Wano Dyo/Travelingyuk

Kulon Progo sendiri bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 30-45 menit dari pusat kota. Sebuah pengorbanan yang tak seberapa demi menikmati nikmatnya ayam goreng ala Bu Hartin. Penasaran? Yuk, simak ulasan selengkapnya.

Ayam Goreng Kampung Empuk

134ae13e_b3b3_4f03_b354_02bb280ebea4_hd6.jpeg
Ayam goreng kampung utuh (c) Wano Dyo/Travelingyuk

Beralamat di Jl. Sutijab Driyan Wates, Kulon Progo, Rumah Makan Bu Hartin punya menu andalan berupa ayam goreng. Beda dari hidangan sejenis di tempat lain, di sini bahan utamanya adalah ayam kampung yang dimasak dengan bumbu rahasia turun temurun. Uniknya lagi, sebelum digoreng ayam dibacem lebih dulu agar semua racikan bumbu benar-benar meresap. Memasaknya pun harus ke dalam minyak yang benar-benar panas agar tingkat kematangannya merata. 

dc48a7f2_2626_4ab5_91b3_d14cb50da37e_0L3.jpeg
Ayam goreng plus cah dan tumis kangkung (c) Wano Dyo/Travelingyuk

Seporsi ayam goreng utuh ala Bu Hartin ditawarkan seharga Rp85.000 saja. Cukup murah untuk ukuran satu ekor ayam kampung masak. Tak perlu khawatir dagingnya bakal terasa alot karena cara masak di sini benar-benar diperhatikan. Begitu beradu dengan gigi, takkan ada perlawanan berarti. Teman Traveler bisa menikmati semua kelezatan yang disajikan dengan maksimal.

1f4e090c_c388_4d3c_a0b5_5582124591da_gCk.jpeg
Daftar menu dengan harga terjangkau (c) Wano Dyo/Travelingyuk

Selain ayam goreng, warung ini juga menyajikan beragam menu masakan lain. Teman Traveler bisa pesan tumis atau cah kangkung, sop buntut, soto ayam, bakmi jawa, lele bakar, dan masih banyak lagi. Semuanya rata-rata dibanderol dengan harga ramah kantong. 

Eksis Sejak 1978

405aea5a_fcab_49fa_906d_b7e3eb2ca4c6_xHt.jpeg
Rumah Makan Bu Hartin Cabang Pertama di Jl. Sutijab Wates (c) Wano Dyo/Travelingyuk

Kedai satu ini bisa dibilang cukup legendaris karena telah eksis sejak 1978. Mulanya masih berupa warung ayam goreng biasa dan ditangani langsung oleh Bu Hartin selaku pemilik. Lokasinya pun masih berada di depan Pasar Wates.

Kebetulan Mbok Karso, Ibunda Bu Hartin, juga merupakan seorang pedagang ayam goreng dan telah merintis bisnisnya sejak jaman penjajahan Belanda. Seiring berjalannya waktu, tempat dulunya hanya sebuah warung ayam goreng tersebut berubah nama menjadi Rumah Makan Bu Hartin.

Memasuki 2005, kondisi kesehatan Bu Hartin kian menurun hingga pengelolaan warung dipercayakan pada anak ke-6, Supangkat Riyanto. Dua tahun berselang, tempat makan legendaris ini membuka cabang pertama di Jl. Wates Km 28, Gn. Gempal Giripeni, Wates. Hingga tulisan ini diturunkan, Rumah Makan Bu Hartin sudah memiliki total tiga cabang.

Tempatnya Nyaman

a9b9020f_e8cc_4346_a465_224dc25f8e1e_UiZ.jpeg
Gazebo nyaman untuk lesehan (c) Wano Dyo/Travelingyuk

Menyantap lezatnya ayam goreng ala Bu Hartin bakal terasa makin mantap lantaran restonya juga menawarkan tempat nyaman. Cabang mereka di Jl. Sutijab tidak terlalu luas, namun hadirkan suasana tenang. Sangat cocok untuk kumpul bersama keluarga. Apalagi di sekitarnya masih jarang lalu lalang kendaraan.

50f493c3_0e33_41bd_a3fa_83aa2100c487_747.jpeg
Suasana di dalam restoran (c) Wano Dyo/Travelingyuk

Teman Traveler bisa pilih duduk di salah satu meja-kursi atau gazebo yang sudah disediakan. Tak perlu bingung, dua-duanya sama hadirkan sensasi nyaman kok. Interiornya berikan kesan tenang dan hangat, dengan dominasi material batu bata serta bambu.

Dapur Terbuka

b31758af_af10_46a4_9ce8_75060ba44341_Dth.jpeg
Dapur untuk membuat mie jawa (c) Wano Dyo/Travelingyuk

Serunya lagi, Rumah Makan Bu Hartin juga menerapkan konsep open kitchen. Dengan kata lain, setiap pengunjung bisa melihat proses lengkap pembuatan racikan ayam goreng legendaris, langsung di depan mata. Di sini pula Teman Traveler bakal menyadari bahwa semua makanan dibuat langsung usai ada pesanan, jadi benar-benar terasa segar dan berkualitas.

Itulah sekilas ulasan mengenai Ayam Goreng Bu Hartin, sebuah sajian nikmat nan legendaris yang bisa Teman Traveler temukan di Kulon Progo. Bagaimana, adakah di antara kalian yang tertarik mampir ke sini kala sedang liburan di Jogja? Next

ramadan
Nasi Lodho Tiwul

Sego Lodho Tiwul, Khas Trenggalek yang Tiada Duanya

‘Menangkap’ Matahari dari Pinggir Pantai Mertasari Bali