in ,

Bajigur Tamansari Pak Yanto, Penghangat Badan Saat di Jogja

Ada begitu banyak hal yang membuat Jogja dirindukan. Salah satunya adalah Bajigur Tamansari Pak Yanto atau Setyanto. Di kalangan masyarakat lokal, bajigurnya sudah terkenal. Selain itu, Pak Yanto juga terkenal ramah dan murah senyum. Mari icip secara virtual terlebih dahulu sebelum datang langsung ke Jogja.

Baca juga : Puncak Kompe, Raja Ampat-nya Riau

Lokasi sekitar Kampung Wisata Taman Sari

Foto via Instagram @ceritamakan

Situs bekas kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taman Sari adalah salah satu tujuan wisata yang populer di kalangan wisatawan. Jika kamu secara kebetulan mengunjungi Taman Sari atau menginap di sekitar kawasan tersebut, jangan lupa untuk mampir ke warung Bajigur Pak Yanto. Lokasinya sekitar 15 menit dari Taman Sari tepatnya di jalan Letjend S Parman. Warung ini buka mulai pukul 17:00.

Laris karena rasa otentik dan murah

Foto via Instagram @jajanyogya

Jika ingin icip Bajigur Pak Yanto sebaiknya jangan datang terlalu malam. Sebab biasanya pukul 8 malam, Bajigur Pak Yanto sudah habis. Ini menjadi bukti bahwa bajigurnya memang enak, bahkan pelanggannya tidak hanya warga lokal saja. Dengan membayar Rp 5000, kamu mendapatkan satu gelas bajigur dan keramahan tak terbatas dari pak Yanto.

Kisah Pak Yanto, berawal dari peternak ayam

Foto via Instagram @gamarosi_

Sebelum berjualan bajigur, Pak Yanto dulunya adalah peternak ayam. Namun beliau kemudian sakit sehingga harus berhenti. Di tahun 2002, Pak Yanto dan istri mengikuti pasar sore Ramadhan di kampungnya. Beliau secara otodidak membuat bajigur ketika beliau melihat penjual bajigur meracik.

Resepnya ikut selera pelanggan

Foto via Instagram @gembulfoodie

Dari panci kecil, kini Pak Yanto selalu membawa baskom besar saat berjualan. Dalam sehari Pak Yanto dapat menjual sekitar 70 gelas bajigur. Yang bikin unik, ternyata resep Pak Yanto ini tak hanya otodidak namun juga ikut selera pelanggan loh. Awalnya, bajigur Pak Yanto hanya terbuat dari santan, kelapa muda dan gula. Kemudian pembelinya ada yang minta diberi jahe dan sere. Merasa sreg, Bajigur Pak Yanto kini jadi punya rasa yang khas.

Hanya menjual bajigur tanpa camilan

Foto via Instagram @gembulfoodie

Jika di warung lain kamu bisa menemukan camilan, di warung Pak Yanto kamu hanya akan menemukan bajigur saja. Beliau memang sengaja hanya menjual minuman tanpa camilan agar mereka yang datang memang khusus untuk minum bajigur, bukan nongkrong berlama-lama.

Langganan Presiden SBY dan Istana

Foto via Instagram @gembulfoodie

Kenikmatan Bajigur Pak Yanto ternyata sampai membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) datang dan mengicip langsung. Selama tujuh belas tahun berjualan, Pak Yanto sering mendapatkan pesanan dari Presiden SBY. Selain itu, ia juga sering diundang ke Istana Presiden Yogyakarta.

Tak ingin usahanya diteruskan anak

Foto via Instagram @irfan.budianto

Meski laris dan selalu dicari oleh warga lokal dan wisatawan, ternyata Pak Yanto tidak ingin usahanya diteruskan oleh anak-anaknya. Memang benar, usaha bajigurnya membuat anak-anak beliau bisa sekolah tinggi hingga D3. Namun Pak Yanto berharap anak-anaknya menjadi pekerjaan sendiri sesuai yang disenangi. Beliau pun juga tak berniat mewariskan usaha bajigurnya ini. Next

ramadan

Sakura Hills, Nuansa Jepang Di Lereng Gunung Lawu

fi pantai watunene

Pantai Watunene di Jogja, Keindahan yang Tersembunyi Di Balik Tebing