in ,

Benteng Keraton Buton, Bangunan Perlindungan Terluas di Dunia yang Megah

Benteng Terluas di Dunia Ternyata di Indonesia, Apa Ya?

Selain semarak dengan berbagai pesona wisata alam yang dimilikinya, Indonesia juga punya pesona untuk memuaskan para pecinta sejarah. Salah satu destinasi sejarah yang wajib dimasukkan dalam daftar kunjung adalah Benteng Keraton Buton. Sebuah bangunan peninggalan kesultanan dari abad 16 yang menyandang predikat sebagai benteng terluas di dunia. Penasaran pasti, kan? Lanjutkan membaca ya, informasinya ada di bawah sana!

Baca juga : Sate Kambing Bu Hj. Bejo, Kuliner Legendaris di Solo Favorit Jokowi

1. Benteng Terluas di Dunia

Benteng Keraton Turbo, Terluas di Dunia via Instagram/ laode_muhamad_hedin
Benteng Keraton Turbo, Terluas di Dunia via Instagram/ laode_muhamad_hedin

Benteng Keraton Buton berada di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Pada 2006 lalu, ia tercatat sebagai yang terluas di dunia oleh MURI sekaligus Guinness Book of Record. Tidak heran karena luas total dari bangunan perlindungan ini mencapai 22 hektar lebih! Untuk dibayangkan: luas bangunan Candi Bodobudur adalah 15. 129 meter persegi, sementara luas benteng ini sekitar 22 hektare atau 220.000 meter persegi. Berapa kali lipatnya kira-kira? Kuat untuk menjelajahinya?

2. Sejarah Benteng Keraton Buton

Dibangun Kesultanan dari Abad 16 via Instagram
Dibangun Kesultanan dari Abad 16 via Instagram/ xaverius_endro

Bangunan perlindungan atau pertahanan ini mulanya berupa tumpukan batu yang disusun mengelilingi kompleks istana sebagai pembatas antara lingkungan istana dan permukiman rakyat. Pembangunan Benteng Keraton Buton dimulai pada masa pemerintahan La Sangaji ke 3 dari 1591 – 1597. Bangunan ini selesai dibangun pada masa pemerintahan La Buke Gafarul Wadudu (1632 – 1645).

Semula Adalah Bangunan Perlindungan Raja via Instagram
Semula Adalah Bangunan Perlindungan Raja via Instagram/ nnwde_

Semula, bangunan ini difungsikan sebagai tempat tinggal dan perlindungan raja serta kepala adat dari serangan bajak laut. Benteng ini juga berperan sebagai tempat pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas di pesisir. Benteng dengan tinggi 1-8 meter, ketebalan 50 cm hingga 2 meter dan panjang 2.740 meter ini dibangun menggunakan batu gunung yang direkatkan hanya menggunakan pasir, kapur dan putih telur.

Bangunan Bersejarah Kebangaan Bau-Bau via Instagram
Bangunan Bersejarah Kebangaan Bau-Bau via Instagram/ widhi.candra

3. Pengalaman Jelajah Benteng

Ramai Dikunjungi Warga Bau-Bau dan Sekitarnya via Instagram
Ramai Dikunjungi Warga Bau-Bau dan Sekitarnya via Instagram/ pratama.rp

Berkunjung ke Benteng Keraton Buton, Teman Traveler akan menemukan beberapa benteng kecil di bagian dalam yang dihubungkan oleh jalan-jalan rahasia. Masing-masingnya memiliki fungsi tersendiri.

Benteng Keraton Buton
Benteng Keraton Buton (c) Travelingyuk/Andre Fauzy

Seperti Benteng Sorawolio yang berfungsi sebagai pertahanan dan Benteng Baadia yang berfungsi sebagai pengintaian. Selain itu, ada satu area tandus di bagian barat bernama Katobengke yang berfungsi sebagai eksekusi bagi para musuh.

Melihat Lanskap Bau-Bau dari Benteng via Instagram/ annisalestari131
Melihat Lanskap Bau-Bau dari Benteng via Instagram/ annisalestari131

Kawasan benteng yang sangat luas tersebut, memang menyimpan banyak hal. Ada beberapa situs sejarah berupa rumah adat (Malige), Batu Popau (tempat pelantikan raja), Sulana Tombi (tiang bendera yang dibangun pada 1712), Masigi (masjid) dan sejumlah meriam tua berukuran 2 sampai 3 depa yang terpasang di banyak sisi benteng. Sampai kini, meriam tersebut masih ada dan menjadi objek wisata sejarah yang kental.

Salah Satu Meriam yang Masih Ada di Benteng Keraton Buton via Instagram
Salah Satu Meriam yang Masih Ada di Benteng Keraton Buton via Instagram/ suhardiman_izini

Bukan hanya itu, Benteng Keraton Turbo juga sudah dilengkapi dengan 16 bastion. Dua bastion di antaranya memiliki Godo (gudang) yang memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan senjata dan mesiu.

4. Miliki 12 Pintu yang Punya Fungsi dan Filosofi

Punya 12 Lawa yang Punya Filosofi dan Fungsi via Instagram
Punya 12 Lawa yang Punya Filosofi dan Fungsi via Instagram/ fannyrahmayani28

Banyak hal unik dan menarik serta memiiliki nilai histori dan budaya tinggi yang bisa Teman Traveler dapatkan saat berkunjung ke Benteng Keraton Buton. Salah satu yang menarik perhatian adalah keberadaan 12 pintu (Lawa dalam bahasa Wolio) di dalamnya. Lawa sebanyak itu memiliki fungsi dan filosofi. Ia berfungsi sebagai jalan penghubung keraton dengan perkampungan yang ada di sekitarnya. Sementara berdasarkan filosofinya, jumlah 12 menunjukkan jumlah lubang yang ada pada tubuh manusia. Setiap pintu memiliki bentuk dan material pembuatan yang berbeda. Ada yang dari kayu, adapula yang dari batu. Menarik ya?

Benteng yang Megah dan Luar Biasa via Instagram/ dian_hardiyanti
Benteng yang Megah dan Luar Biasa via Instagram/ dian_hardiyanti

Kemegahan Benteng Keraton buton berada tidak jauh dari pusat Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Jaraknya sekitar 4,1 Km. Dari pusat kota, Teman Traveler hanya perlu waktu kira-kira 7 menit untuk sampai ke lokasi. Sampai sekarang, bangunan perlindungan terluas di dunia tersebut menjadi objek wisata kebangaan masyarakat Bau-Bau, yang juga banyak dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah.

bertambah satu alasan untuk berkunjung ke Sulawesi Tenggara. Pecinta sejarah jangan sampai ketinggalan, ya. Bagaimana, Teman Traveler kapan nih akan membuktikan sendiri kemegahan Benteng Keraton Buton? Next

ramadan
Sumber Jenon

Sumber Jenon, Spot Snorkeling Kece Minim Budget di Malang

Coba Nikmatnya Gangan, Sup Ikan Tradisional Belitung yang Rasanya Bikin Lidah Nyaman