in , ,

Bukit Sewu Sambang, Keindahan yang Menantang di Banyuwangi

Menyaksikan Matahari Terbit di Sewu Sambang

FI Bukit Sewu Sambang (c) Afin Yulia Travelingyuk
FI Bukit Sewu Sambang (c) Afin Yulia Travelingyuk

Sebagai gudangnya destinasi wisata alam, Banyuwangi menawarkan beragam pilihan. Mulai dari gunung, bukit, lembah, hutan, hingga pantai. Tak perlu bingung hendak kemana. Bagi yang gemar tantangan, gunung atau bukit dapat menjadi tujuan. Salah satu contohnya adalah Bukit Sewu Sambang.

Baca juga : Empat Makanan Enak dan Menggiurkan ini Ternyata Dibenci Turis Asing

Belum Terlalu Dikenal

sewu_sambang_1_afin_yulia_cap.jpg
Menikmati pagi di bukit Sewu Sambang (c) Afin Yulia/Travelingyuk

Bukit Sewu Sambang terletak di Lingk.Papring, Wangkal, Kecamatan Kalipuro. Tempat ini memang belum terlalu dikenal seperti tempat wisata lain di Banyuwangi seperti Gombengsari, Perkebunan Kalibendo, atau bahkan Grand Watu Dodol.

Akan tetapi, pemandangannya tak boleh dilewatkan. Sayang rasanya jika ke Banyuwangi tak mampir ke sini dan menikmati moleknya view di tempat ini.

Medan Menantang

sewu_sambang_2_afin_yulia_VfU.jpg
Loket masuk bukit Sewu Sambang di tengah hutan pinus (c) Afin Yulia/Travelingyuk

Ada dua jalur yang bisa diambil untuk menuju Bukit Sewu Sambang. Pertama, lewat kantor Kecamatan Kalipuro. Kedua, lewat Desa Gunung Remuk.

Di jalur kedua inilah yang paling menatang. Paduan tanjakan dan tikungannya membuat pengendara motor tak bisa sembarangan. Harus berhati-hati agar tak terjadi kecelakaan. Bagi mereka yang berboncengan, lebih baik yang dibonceng turun saja demi keselamatan.

Setelah bagian ini terlewati, motor akan melalui jalan-jalan pedesaan yang landai hingga mencapai hutan pinus. Loket masuk Sewu Sambang berada di hutan ini. Dari loket masuk pelancong tak bisa langsung memarkir sepedanya. Melainkan harus melaju melewati jalanan yang sempit, berliku, tidak rata, dan terus-terusan menanjak.

Sampai di sini, sepeda bisa diparkir. Pelancong pun dapat melanjutkan pendakian menuju puncak bukit, kurang lebih selama 15 menit, tergantung kekuatan fisik masing-masing.

sewu_sambang_3_afin_yulia_lK8.jpg
Pelancong yang hendak turun dari Bukit Sewu Sambang dipandu oleh penjaga parkiran (c) Afin Yulia/Travelingyuk

Ketika turun pun tak kalah seram. Pengendara motor harus hati-hati, agar tak terjatuh melewati jalanan tanah yang menurun dan berbelok tajam. Maka jika ke sini diperlukan nyali dan berpengalaman.

Disambut Pemandangan Luar Biasa

sewu_sambang_4_afin_yulia_ZK8.jpg
Hijaunya pepohonan yang melingkupi Sewu Sambang menyejukkan setiap mata yang memandang (c) Afin Yulia/Travelingyuk

Capek dan lelah akan terbayar begitu tiba di atas Bukit Sewu Sambang. Kawasan ini dikelilingi hutan, gunung, dan perbukitan, Sewu Sambang tak kehabisan pesona untuk mengesankan siapapun yang memandang.

Pinus yang menjulang di kejauhan, gunung sebagai latar belakang, dan deretan bukit yang ditumbuhi pepohonan hijau di sebelah utara Sewu Sambang susah untuk diabaikan.

Deretan bunga yang bermekaran di sisi tebing sebelah kanan, menjadi pemanis bukit ini tanpa berlebihan. Selain gubuk-gubuk beratap jalinan ilalang serta pokok kayu tua yang acap kali jadi tempat selfi para pelancong.

Di kejauhan, Selat Bali dengan airnya yang biru melambai-lambai, seolah mengajak turun pelancong yang tengah ada di ujung Bukit Sewu Sambang. Lukisan alam pegunungan Bali Barat yang nampak, juga turut menyemarakkan pemandangan. Membuat kita enggan beranjak pulang.

Keindahan Tak Terperi dari Senja Hingga Matahari Terbit

Bukit Sewu Sambang
Senja di Sewu Sambang berlatar selat Bali dan Pegunungan Bali Barat (c) Afin Yulia/Travelingyuk

Ketika senja tiba, matahari yang tenggelam menjadi sumber menakjubkan berikutnya. Semburat ungu, merah muda, serta kuning yang berbaur menguasai langit senja beberapa saat lamanya hingga tabir malam tiba.

Akan tetapi, keindahan tak berhenti sampai di sini. Diliputi oleh angin kencang dan hawa dingin menusuk tulang, kelap-kelip kapal yang tengah menyeberangi selat BaliĀ terlihat menakjubkan dari Bukit Sewu Sambang.

Pun lampu kota yang menyala, menerangi rumah-rumah penduduk di bawah sana. Apabila kita mendongakkan kepala, bintang-bintang tampak memenuhi angkasa. Tampak jelas karena tempat ini tak dibebani polusi cahaya.

Bukit Sewu Sambang
Nampak matahari mulai bangun dari peraduannya (c) Afin Yulia/Travelingyuk

Puas menyaksikan pemandangan malam yang mengesankan, pergilan tidur dan bangunlah sebelum Subuh tiba. Saat ini alam memang masih belum menampakkan apa-apa, selain pekat semata. Namun di kejauhan kerlip lampu di kapal menjadi penghibur senyampang menunggu matahari terbit.

sewu_sambang_7_afin_yulia_CvN.jpeg
Matahari terbit (c) Afin Yulia/Travelingyuk

Dinginnya udara dan serbuan angin pagi yang kencang, akan terbayar ketika matahari mulai bangun dari peraduannya. Semburat warna merah nampak di ufuk timur. Dipadu warna jingga dan kuning, menjadikan langit terlihat begitu indah. Bersamaan dengan itu, matahari keemasan mulai naik perlahan. Menampilkan cahaya yang terang, menyibak warna kelam yang menguasai semalaman.

Bukit Sewu Sambang
Bercengkrama di bawah hangatnya mentari pagi (c) Afin Yulia/Travelingyuk

Namun jangan keburu pulang, nikmati dulu pagi yang cerah di Sewu Sambang. Tak lupa penganan kecil untuk bercengkrama bersama teman, di bawah hamburan cahaya matahari yang hangat lagi menyenangkan. Sebelum akhirnya pulang, membawa kenangan betapa indah dan menantangnya Bukit Sewu Sambang.

Rupa keelokan Bukit Sewu Sambang memang harus disaksikan langsung. Teman Traveler yang berwisata di Jember, sempatkan singgah di sini, ya. Next

ramadan
Sensasi makan di dalam kabin pesawat

Keramas Aero Park Bali, Resto Unik Berkonsep Kabin Pesawat

Pesona Kota Batu, Primadona Sejak Zaman Belanda