in , , ,

Candi Sawentar, Peninggalan Majapahit di Pelosok Kampung Blitar

Candi Sawentar, Salah satu tempat menggali sejarah Indonesia di Blitar

lrm_export_20190802_102015_aIv.jpg

Jika menjelajahi Jawa Timur, Teman Traveler akan banyak menemukan destinasi wisata purbakala berupa candi. Tidak heran karena memang Jawa Timur dulunya menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit. Salah satunya adalah Candi Sawentar yang merupakan bangunan candi yang kira-kira dibangun saat awal berdirinya Kerajaan Majapahit. Berikut ulasan lengkapnya!

Baca juga : Kafe di Semarang yang Paling Seru untuk Rayakan Malam Tahun Baru

Lokasi Candi Sawentar

lrm_export_20190802_102118_gE2.jpg
Tugu di Kawasan Candi (c) Welly Handoko/Travellingyuk

Candi Sawentar berlokasi di Desa Sawentar yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Lokasi candi ini hanya sekitar 2 km dari jalan utama yang menghubungkan Malang dengan Blitar. Kalau Teman Traveler memulai perjalanan dari Kota Blitar cukup memerlukan waktu sekitar 30-40 menit perjalanan ke tempat ini.

Jika berangkat dari Kota Malang, waktu yang Teman Traveler tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan. Akses masuk ke lokasi Candi Sawentar yang sudah bagus membuat Teman Traveler bisa ke tempat ini menggunakan roda 2 ataupun mobil. Setelah sampai di Kanigoro dan menemukan sebuah SPBU, cukup belok ke dalam gang sebelum SPBU dan ikuti jalan sampai menemukan tugu selamat datang di Candi Sawentar.

lrm_export_20190802_101700_aRI.jpg
Pintu Masuk Candi (c) Welly Handoko/Travellingyuk

Setelah Teman Traveler menemukan tugu selamat datang tersebut, tandanya lokasi candi sudah tidak jauh lagi. Hanya sekitar 50 meter dari tugu tersebut Teman Traveler bisa langsung menemukan lokasi Candi Sawentar, tepat di sisi jalan Desa Sawentar. Candi ini buka setiap hari dan jika ingin mengunjunginya, Teman Traveler hanya perlu mengisi buku tamu saja tanpa membayar tiket masuk.

Kondisi Candi

lrm_export_20190802_101938_6mZ.jpg
Candi yang Kokoh (c) Welly Handoko/Travellingyuk

Saat sampai di lokasi Candi Sawentar, Teman Traveler akan melihat betapa terawatnya destinasi wisata purbakala ini. Walaupun tidak luas, tapi kebersihan dan kerapiannya benar-benar dijaga oleh pengelola. Hal tersebut membuat Candi Sawentar ini terlihat photogenic dari jauh sehingga membuat Teman Traveler makin semangat belajar sejarah.

lrm_export_20190802_102000_4dy.jpg
Penataran Candi (c) Welly Handoko/Travellingyuk

Pada sisi samping area bangunan Candi Sawentar, tepatnya di luar pagar samping, Teman Traveler bisa mendapati beberapa tempat duduk santai lengkap dengan meja-meja yang mungil. Biasana warga kampung ataupun pengunjung menikmati suasana atau melihat candi dengan duduk-duduk santai di tempat ini.

lrm_export_20190802_101718_bRl.jpg
Pintu Masuk ke Dalam Candi (c) Welly Handoko/Travellingyuk

Jalan-jalan di dalam area Candi Sawentar, Teman Traveler diperbolehkan untuk naik ke atas bangunan candi. Teman Traveler bisa berjalan memutar mengelilingi candi ataupun melihat-lihat relief. Candi ini memiliki 1 buah pintu di depan untuk masuk ke dalam bangunan cungkup candi yang di dalamnya terdapat bekas arca, namun hanya tinggal alasnya saja. Belum diketahui arca apa yang ada di dalamnya dahulu kala. Sedangkan, pintunya pun ditutup kawat, agar tidak disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Motif Unik pada Relief Candi

lrm_export_20190802_101758_KOR.jpg
Motif Candi (c) Welly Handoko/Travellingyuk

Sama seperti di setiap bangunan candi, Sawentar juga punya sebuah motif relief pada bangunan candinya. Tapi ada yang unik dan berbeda dengan candi kebanyakan, karena motif yang terpahat bukan berupa sebuah kisah pewayangan ataupun tentang kehidupan jaman kerajaan dahulu kala. Relief yang terukir adalah sebuah bentuk lingkaran-lingkaran yang menjadi ciri khas dari peninggalan Candi Hindu kuno. Selain itu, ada beberapa bentuk kepala “kala” yang tidak utuh lagi bentuknya.

Candi Bubrah & Sesajen di Sekitar Candi Utama

lrm_export_20190802_101905_PyF.jpg
Candi Bubrah (c) Welly Handoko/Travellingyuk

Selain bangunan utama Candi Sawentar yang masih berdiri di tengah area wisata, Teman Traveler juga bisa menemukan beberapa Candi Bubrah atau sisa-sisa bangunan candi yang rusak berserakan. Candi bubrah ini dikumpulkan pada sisi dekat pintu masuk. Sisa-sisa bangunan candi ini diperkirakan adalah bangunan-bangunan candi kecil lainnya yang biasanya ada di sekitar bangunan candi utama.

lrm_export_20190802_101845_U9M.jpg
Sesajen (c) Welly Handoko/Travellingyuk

Dimana ada candi maka tentu di sana ada sebuah hal magis yang bisa ditemukan. Pada halaman Candi Sawentar ini juga masih bisa Teman Traveler temukan sesajen dengan beberapa dupa yang diletakkan didekatnya. Walaupun warga sekitar mayoritas beragama muslim, tapi menurut warga, tradisi jawa membuat sesembahan pada leluhur masih tidak bisa dihilangkan dan masih merupakan sebuah adat. Menarik bukan? Jadi kapan menggali sejarah Candi Sawentar? Next

ramadan

Terminal Kepiting Jogja, Rasakan Sensasi Makan Seafood di dalam Bus

Deretan Landmark Finlandia, Lambang Kemegahan Negara Seribu Danau