in , ,

Mencicipi Dawet Beras Pak Koentjoeng, Kuliner Nostalgia Khas Malang

Kuliner Tempo Doloe Es Dawet Beras Pak Koentjoeng, Favorit Warga Malang

Es Dawet Beras Pak Koentjoeng
Es Dawet Beras Pak Koentjoeng (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Banyak Es Dawet dijajakan di Malang, tapi tak ada yang rasanya sama dengan dawet satu ini. Begitu luar biasa, hingga jadi favorit orang nomor satu di Kota Bunga. Dengan cita rasa gurih manis, Es Dawet Beras Pak Koentjong memiliki suatu kekhasan tersendiri. Seperti apa? Yuk, simak ulasan berikut Teman Traveler.

Baca juga : The Keranjang Bali, Lokasi Berburu Oleh-oleh Khas Pulau Dewata dalam Satu Lokasi

Dari Event ke Event

Walikota Malang Drs.Sutiaji saat menjajal es dawet (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Es Dawet Beras Pak Koentjoeng pertama dijajakan saat event Malang Tempo Dulu (MTD) edisi pertama, tepatnya di tahun 2006. Saat itu penjualannya lumayan banyak, hingga akhirnya tiap tahun kuliner ini tak pernah absen meramaikan event nostalgia tersebut.

Stand dawet beras bernuansa tradisional (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Memasuki MTD edisi 2010, setiap penjual yang mengikuti event wajib memiliki nama brand karena kedainya akan diikutkan ajang penghargaan khusus. Dari sinilah nama Es Dawet Beras Pak Koentjoeng muncul. Setahun berselang, kuliner nostalgia ini sukses meraih penghargaan dari walikota di ajang MTD.

Sajian minuman menyegarkan ini juga pernah meramaikan ‘Malang Shopping Adventure’, sebuah event promosi produk yang diadakan dari mall ke mall. Setelah beberapa kali hanya muncul di acara-acara tertentu, Es Dawet Pak Koentjoeng kini memiliki gerai sendiri di foodcourt Malang Town Square (Matos)  

Kuliner Khas Tempo Doloe

Seporsi es dawet beras (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Sesuai namanya, minuman ini menggunakan tepung beras sebagai bahan utama. Sang pemilik, Bambang Edi Supratiknyo, dibantu sang istri, Wiwik Indrawati, membuat semua racikannya sendiri.

Seporsi es dawet terdiri dari campuran santan, tape, dan gula aren cair.    Khusus untuk gula aren, Bambang alias Pak Koentjoeng memesannya langsung dari Blitar. Menurutnya, komponen inilah yang membuat es buatannnya beda dari kuliner sejenis. Cita rasanya jadi memiliki ciri khas ala tempo doeloe, sehingga disukai banyak orang.

Murah Meriah

Es Dawet Beras Pak Koentjoeng (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Menurut Siska, putri sang pemilik, pelanggan es dawet beras buatan ayahnya berasal dari berbagai kalangan. Bahkan tak sedikit pejabat pemerintah Malang yang pernah membuktikan langsung kelezatan Es Dawet Beras Pak Koentjoeng.

Jika Teman Traveler penasara, ada dua varian es dawet beras yang ditawarkan. Seporsi Es Dawet Beras bisa ditebus dengan modal Rp8.000 saka. Sementara Es Dawet Durian dibandrol seharga Rp15.000.

Es Dawet Durian sendiri memiliki isian sama seperti Dawet Beras, namun dengan tambahan durian. Rasa kedua varian tersebut sama-sama nikmat. Sensasi gurih dan manisnya benar-benar mengundang selera.

Bagaimana Teman Traveler, penasaran dengan rasa Es Dawet Beras Pak Koentjoeng? Silahkan mampir ke stand-nya, dijamin bakal suka. Next

ramadan

Written by erny kusumawaty

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Hotel di Surabaya yang Tawarkan Afternoon Tea, Nikmati Sore Sambil Ngeteh Cantik

Kawah Putih

Indah Membahana, Deretan Wisata di Bandung Ini Pantang Dilewatkan