in , , , ,

Mengenal Giethoorn, Desa Tanpa Jalan di Belanda

Suasana Alam nan Asri di Desa Giethoorn Belanda

Jika Teman Traveler semasa kecil bermimpi ingin tinggal dan hidup di negeri dongeng, maka Desa Giethroorn ini bisa menjadi opsi yang tepat untuk dikunjungi. Desa Giethroorn ini memiliki nuansa seperti di negeri dongeng. Bahkan untuk menyusurinya, Teman Traveler harus menggunakan perahu, karena di Desa Giethroorn tidak ada jalan sama sekali! tertarik untuk berkunjung? Simak ulasan berikut ini yuk!

Baca juga : Wajib Waspada, Turis Indonesia Alami Pelecehan Seksual di Kamboja

Asal Usul Nama Giethroorn

Nuansa Negeri dongeng di Desa Giethoorn via Instagram @yahyamishlawi

Nama Desa Giethoorn diambil dari Bahasa Belanda dan berasal dari kata Geitenhoorn atau dalam Bahasa Inggris Goat Horn yang berarti tanduk kambing. Pada saat awal ditemukan, desa ini dipenuhi oleh tanduk kambing. Diduga banyak kambing yang dihanyut oleh banjir bandang yang terjadi. Desa Giethoorn ini mulai dibangun pada tahun 1230 dan menjadi desa yang asri. Rumah yang dibangun pun telah berdiri sejak kurang lebih 100 tahun yang lalu.

Venice of The Netherland

Perahu Digunakan sebagai Alat Transportasi via Instagram @travelerplaces_

Desa Giethoorn juga disebut sebagai The Little Venice karena memiliki rumah yang dibangun diatas air. Sehingga untuk menikmati keindahan desa ini, Teman Traveler harus menggunakan perahu, atau bersepeda dan jalan kaki. Hal tersebut dikarenakan desa ini tidak memiliki jalan raya untuk mobil, hanya jembatan kecil yang berjumlah kurang lebih 176 jembatan.

Oleh karena itu, penduduk setempat setidaknya memiliki 2-3 perahu di rumah masing-masing. Inilah yang menyebabkan desa ini sangat tenang. Selain itu, perahu yang beroperasi pun menggunakan motor listrik sehingga tidak menimbulkan polusi maupun suara. Jika Teman Traveler mengunjungi desa ini menggunakan mobil, maka kendaraan Teman Traveler harus diparkir di luar desa.

Beragam Atraksi Wisata

Desa yang Asri dan Tanpa Polusi via Instagram @_el79_

Teman Traveler di sini bisa menikmati segarnya udara tanpa polusi sambil mengelilingi desa menggunakan perahu. Ketika mengelilingi desa, Teman Traveler juga akan ditemani dengan kicauan burung dan suara bebek milik penduduk setempat. Setelah lelah berkeliling desa, Teman Traveler bisa menikmati pemandangan yang asri sambil makan siang atau nongkrong di restauran dan kafe sekitar desa.

Selain memiliki toko cinderamata, Desa Giethoorn juga memiliki 2 museum yang terkenal yaitu Museum De Oude Aarde dan Museum Het Olde Maat yang berisi pajangan-pajangan sejarah Desa Giethoorn. Jika Teman Traveler berkunjung ke sini pada musim salju, jangan khawatir karena sungai yang membeku justru dimanfaatkan penduduk sekitar untuk ice skating.

Bagaimana Teman Traveler? Menarik bukan? Sistem desa ini sangat bagus untuk diterapkan, selain menarik, sistem ini juga bisa menyelamatkan bumi dari polusi. Desa Giethoorn terletak di Provinsi Overijssel, sekitar 1 jam 30 menit dari Kota Amsterdam, Belanda. Yuk kunjungi desa ini saat virus corona sudah hilang dari bumi. Stay safe Teman Traveler! Next

ramadan

Nasi Kuning Begadang Hj. Teo, Pilihan Enak saat Lapar Kapan Saja

Bobi, Pantai Pasir Putih dengan Pemandangan Alam yang Menakjubkan