in , , , ,

Pinggan Bali, Desa Atas Awan yang Dingin dan Menawan!

Sunrise nya yang Menawan Berikan Pemandangan dan Pengalaman Berbeda!

Pulau Bali memang tidak ada habisnya membuat kita terkagum-kagum. Tidak hanya pantai, Bali juga terkenal akan kekentalan budayanya, hal tersebut terlihat dari 636 desa yang beberapa diantaranya berfungsi menjadi Desa Wisata. Salah satunya Pinggan di Kintamani. Desa ini memiliki keistimewaan karena areanya yang diselimuti kabut tebal.

Baca juga : Empal Gentong Mang Darma, Kuliner Legendaris Cirebon yang Bikin Jatuh Cinta!

Spot Sunrise Terindah

Keindahan Desa Pinggan Kintamani via Instagram @deo.cahya

Berburu sunrise di pantai tentu sudah biasa, namun di desa? Tentu sebuah pengalaman baru. Desa yang diapit pegunungan ini memiliki pemandangan yang luar biasa menakjubkan. Waktu yang tepat mengunjungi Desa Pinggan ini adalah pagi buta.

Penduduk setempat menyarankan untuk datang pukul 05:30 WITA karena indahnya sunrise dimulai pukul 06:00 WITA. Tentu Teman Traveler tidak ingin ketinggalan melihat indahnya langit yang perlahan menjadi terang dan kabut yang awalnya menyelimuti Desa Pinggan perlahan menghilang.

Akses Menuju Desa Pinggan Kintamani

Kabut Tebal yang Menyelimuti Desa Pinggan via Instagram @gusbayuuu

Desa Pinggan terletak 14 km sebelah Timur Kabupaten Kintamani. Jika Teman Traveler berada di Denpasar, perjalanan yang ditempuh akan memakan waktu sekitar 2 jam. Namun, jika Teman Traveler menginap di Kintamani, tidak perlu bangun terlalu pagi.

Akses menuju Desa Pinggan pun bisa menggunakan motor maupun mobil. Sebelum berangkat, Teman Traveler diharapkan mengecek kesiapan kendaraan untuk medan yang dilalui cukup terjal karena Teman Traveler akan menemukan cukup banyak tanjakan dan turunan.

Keindahan Alam yang Ditawarkan Desa Pinggan

Sunrise Terbaik di Bali via Instagram @rizqi13

Terletak di ketinggian, membuat desa ini memiliki udara yang cukup dingin yaitu sekitar 16-18 derajat celcius. Sehingga ketika berkunjung, Teman Traveler disarankan untuk mengenakan baju yang tebal dan bersepatu agar dingin tidak langsung menyentuh kulit.

Jika Teman Traveler ingin menikmati kabut tebal dan epiknya sunrise, waktu terbaik jika ingin berkunjung ke sini adalah bulan September hingga November. Pemandangan area desa dan persawahan yang ditutupi kabut tebal membuat desa ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta sunrise.

Berkunjung ke Desa Pinggan akan memberikan pengalaman berbeda, selian memanjakan mata dan menjernihkan pikiran, tempat ini juga bagus bagi Teman Traveler yang suka fotografi. Jadi pastikan untuk berkunjung ke sini saat pandemi barakhir nanti ya! Next

ramadan

Mengenal Parkipelago, Pulau Kayu Sekaligus Ruang Publik Unik di Denmark

Asri dan Unik, Nikmati Wisata Hutan Mangrove Wonorejo di Surabaya