in , , ,

Menemukan Hutan Fangorn di Ujung Timur Pulau Jawa

Djawatan
Djawatan

Bagi para penggemar The Lord of The Rings pasti tidak asing dengan keberadaan Hutan Fangorn atau Fangorn Forest, salah satu latar dalam film tersebut. Digambarkan seperti adanya satu buah jalan yang di samping kanan dan kirinya terdapat pohon besar dan rantingnya seperti menjulur panjang, serta ditambah aksen lumut-lumut yang membuat Hutan Fagorn seperti memiliki  hawa-hawa dingin dan sejuk. Namun, di Indonesia ada loh tempat wisata yang mirip dengan Hutan Fagorn, tempat itu namanya De Djawatan Perhutani Benculuk di Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca juga : Mengurai Keindahan Pantai Jambosag, Surga Tersembunyi di Bangka Belitung

(De Djawatan Perhutani/Shintanur Mutiara)

De Djawatan Perhutani Benculuk di Banyuwangi adalah hutan kecil milik perhutani setempat yang banyak ditumbuhi pohon Trembesi/Saman yang besar dan tua. Tentang bagaimana hutan ini dapat terbentuk, ada yang mengatakan dulu Djawatan Perhutani merupakan lokasi untuk mengelola kereta api, tapi tidak bertahan lama. Dan tentang pohon yang tersusun rapi, masih tidak diketahui apakah kebetulan atau memang dulu ditanam dengan rapi.

Selain itu, katanya tempat ini merupakan tempat menimbun kayu jati berkualitas bagus, dan menjadi pusat perekonomian di samping ada jalur kereta api. Namun, semuanya berubah ketika terjadi penjarahan besar-besaran terhadap kayu jati itu, akhirnya sampai sekarang lokasi ini dikenal sebagai tempat wisata

(De Djawatan Perhutani/Shintanur Mutiara)

Djawatan Perhutani berlokasi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur. Bisa ditempuh kurang lebih 50 menit menggunakan kendaraan bermotor, dari pusat kota Banyuwangi. Bagi warga sekitar banyak yang memanfaatkannya sebagai tempat rekreasi keluarga atau tempat olahraga, karena udara yang sejuk dan nuansa adem membuat siapapun betah untuk berlama-lama di sini.

Apalagi untuk bulan puasa seperti ini, De Djawatan bisa menjadi lokasi ngabuburit yang asik karena selain pemandangan yang bagus, di sana juga ada yang menjajakan makanan bisa untuk menjadi menu buka puasa bersama. Tak jarang pula lokasi ini dijadikan tempat untuk foto pre-wed, ada yang tertarik untuk foto pre-wed di sini?

Kalau mau masuk ke De Djawatan kita harus membayar tiket masuk dulu, tapi tenang, tiketnya terjangkau kok hanya sebesar Rp 5.000,00 dan parkir Rp 2.000,00 untuk motor. Objek wisata ini buka dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Selain menikmati pemandangan dan hawa sejuk, serta berfoto ria ala The Lord of The Rings, kalian juga bisa mencoba untuk naik delman keliling hutan, dengan membayar  Rp 30.000,00 sudah bisa berkeliling. Di sini juga tersedia persewaan ATV dan motorcross untuk anak-anak.

(De Djawatan Perhutani/Shintanur Mutiara)

Sedikit tips untuk yang ingin berkunjung, hati-hati saat sudah hampir memasuki pertigaan Benculuk, dikarenakan petunjuk arah yang kecil, banyak dari pengunjung yang kebablasan. Setelah pertigaan Benculuk coba berhati-hatilah dan pastikan melihat Masjid Jami’ Al-Falah Benculuk sebagai patokan, masjid ini berada di sebelah kanan dari arah Kota Banyuwangi. Gang masuk menuju hutan ada di Utara dari masjid tersebut.

Yuk pergi ke tampat baru! Next

ramadan
fi masjid kuno bondan

Masjid Kuno Bondan di Indramayu, Memiliki Kisah Seperti Prambanan

fi hey beach

Hey Beach di Tangerang, Kafe Dengan Suasana Pantai Bali