in ,

Fenomena Astronomi Pada Maret 2021, Bulan Lebih Dekat Dengan Bumi

Fenomena langit pada Maret 2021

fi fenomena astronomi

Fenomena astronomi yang selalu menghiasi langit akan menyapa Teman Traveler pada Maret 2021. Ada banyak keindahan benda langit bisa disaksikan. Salah satunya posisi Bulan lebih dekat dengan Bumi, penasaran apa saja? Yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga : Tidak Hanya Monumen Simpang Lima Gumul, Ini Dia Wisata Alam Kediri yang Keindahannya Tak Bertepi

1. Konjungsi Mars Pleiades

mars pleaides
Ilustrasi via pexels Nicole Avagliano

Menurut keterangan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) pada 27 Februari – 9 Maret 2021, mars mengalami konjungsi dengan pleiades.

Salah satu bintang yang terletak di konstelasi Taurus, fenomena ini dapat disaksikan dari arah barat laut ketika senja bahari hingga terbenam di arah barat-barat laut sekitar pukul 22.42 waktu setempat.

2. Tripel Konjungsi Merkurius-Jupiter-Saturnus

tripel konjungsi
Ilustrasi via pexels Tsvetoslav Hristov

Selanjutnya Merkurius akan mengalami tripel konjungsi dengan Jupiter dan Saturnus pada awal bulan sampai 17 hari mendatang. Fenomena ini dapat disaksikan dari arah timur-tenggara ketika fajar astronomis.

3. Oposisi Solar Vesta

solar vesta
Ilustrasi via pexels Miriam Espacio

Pada 5 Maret 2021 akan terjadi fenomena oposisi solar vesta, yaitu vesta objek terbesar kedua di sabuk asteroid dengan diameter sebesar 530. Mengalami oposisi solar, objek berada di sisi berlawanan dengan Matahari. Vesta akan tampak lebih terang jika diamati dari Bumi.

Teman Traveler dapat mengamati menggunakan binokuler 10 cm sejak malam sebelumnya pukul 20.00 waktu setempat dari arah timur-timur laut, berkulminasi pada pukul 00.20 waktu setempat di arah utara dan terbenam pukul 04.45 waktu setempat di arah barat-barat laut.

4. Fase Bulan Perbani Akhir

fase bulan perbani akhir
Ilustrasi via pexels Johannes Plenio

Kemudian pada 6 Maret 2021 akan terjadi fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi dan Bulan membentuk siku-siku dan terjadi fase Bulan purnama. Puncak fase perbani pada pukul 08.30 WIB / 09.30 WITA / 10.30 WIT.

Dapat disaksikan ketika terbit sekitar tengah malam dari arah timur-tenggara, berkulminasi (titik tertinggi) di arah selatan menjelang Matahari terbit kemudian terbenam di arah barat-barat daya sekitar tengah hari.

5. Fase Bulan Baru

fase bulan baru
Ilustrasi via pexels Ben Mack

Selanjutnya pada 13 Maret 2021 Bulan akan mengalami fase bulan baru atau disebut konjungsi solar Bulan, yaitu ketika Bulan segaris serta terletak di antara Matahari dan Bumi. Bulan tidak akan terlihat di langit, saat malam hari maupun siang hari.

6. Perige Bulan

perige bulan
Ilustrasi via pexels Frank Cone

Terakhir ada Perige Bulan adalah ketika Bulan terletak paling dekat dengan Bumi, karena orbit Bulan berbentuk elips dengan Bumi yang berada di salah satu titik fokus orbit tersebut.

Perige Bulan akan terjadi dua kali yaitu pada 2 Maret dan 30 Maret 2021 pukul 13.23 WIB / 14.23 WITA / 15.23 WIT dengan jarak 360.294 km dari Bumi (gosentrik). Fenomena ini dapat disaksikan selama dua hari sejak tanggal 29 Maret pukul 18.40 waktu setempat dari arah timur dan terbenam sekitar pukul 08.00 waktu setempat di arah barat-barat daya.

Demikian penjelasan fenomena astronomi pada Maret 2021. Sudah siap mengamati langit Teman Traveler? Next

ramadan
Gudeg Bu Mari

Bukan Manis, Incip Sensasi Pedas Gudeg Solo Bu Mari

fi soekapi camp bogor

Soekapi Camp Bogor, Kamping Privat di Lereng Gunung Salak