in , ,

Green Bowl, Pantai Tersembunyi Bali dengan Ratusan Anak Tangga

Green Bowl Hadirkan Atmosfer bak Pantai Pribadi

Pantai Green Bowl Bali
Pantai Green Bowl Bali (c) Rosita/Travelingyuk
Jernihnya Pantai Green Bowl (c) Rosita/Travelingyuk    

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa di Bali, tepatnya kawasan Kuta Selatan, ada sebuah pantai cantik yang masih relatif sepi wisatawan. Dikenal dengan nama Green Bowl Bali, pantai tersembunyi ini berada di Jl Bali Cliff, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Baca juga : Lontong Balap Rajawali Surabaya, Super Enak dan Mengenyangkan

Akses jalan menuju Pantai Green Bowl sendiri tidak terlalu sulit, mengingat lokasinya masih masuk kawasan Bali Selatan. Penasaran? Yuk, kita simak ulasannya.

Akses Mudah

Gua alami di bibir Pantai (c) Rosita/Travelingyuk

Akses menuju Pantai Green Bowl tergolong mudah. Kalian dapat menggunakan transportasi roda empat, maupun dua. Namun demikian, lebih disarankan menggunakan motor agar lebih leluasa.

Green Bowl berjarak sekitar 18 km dari Bandara I Gusti Ngurah Rai dan bisa dijangkau dalam waktu 35 menit. Arahkan saja kendaran ke Pura Uluwatu hingga melewati Garuda Wisnu Kencana (GWK). Setelah itu, belok ke arah Jalan Bali Cliff dan ikuti jalurnya hingga sekitar tiga kilometer.

Apabila kalian berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, lebih baik melalui jalan Bypass Ngurah Rai – Jalan Kampus Unud – Jalan Goa Gong – Jalan Bali Cliff Ungasan.

Asal Nama Green Bowl

Wisatawan mancanegara sedang nikmati panorama pantai (c) Rosita/Travelingyuk

‘Green Bowl’ adalah frase bahasa Inggris yang artinya kurang lebih mangkuk hijau. Beberapa orang menyebut bahwa ketika air pantai surut, karang–karang yang ditumbuhi lumut hijau akan nampak jelas. Jika dilihat dari atas tebing, bentuknya persis mangkok berwarna hijau.

Pantai ini juga terkenal dengan sebutan Bali Cliff, nama hotel yang berada tak jauh dari sini. Meski demikian, ada pula yang menyebut ‘Green Bowl’ merujuk pada nama perusahaan yang dulunya berencana membangun hotel di sekitar kawasan pantai.

Masih Sepi Wisatawan

Ratusan anak tangga di Green Bowl (c) Rosita/Travelingyuk

Pantai tersembunyi nan cantik ini sangat cocok bagi kalian yang ingin menikmati suasana liburan rileks dan sangat private. Lokasinya cukup jauh dari pusat wisata di Bali selatan, sehingga tidak banyak wisatawan mengetahui akses menuju sini.

Green Bowl Bali tersembunyi di antara tebing dan pepohonan di kawasan Ungasan. Jika kalian pernah mengunjungi beberapa pantai di Bali, jarak antara tempat parkir dan bibir pantai biasanya cukup dekat dan jalannya pun datar. Namun di sini berbeda, karena wisatawan harus melewati ratusan anak tangga terlebih dahulu. 

Ratusan Anak Tangga

Pasir putih di kawasan Green Bowl (c) Rosita/Travelingyuk

Bayangkan saja, kalian harus menuruni 300-400 anak tangga dari tempat parkir kendaraan sebelum bisa sampai di bibir Pantai. Memang sedikit sulit, oleh karena itu kalian harus menyiapkan stamina cukup sebelum berkunjung ke sini.

Namun jangan khawatir, rasa lelah kalian akan terbayar lunas begitu sampai di bibir pantai dan melihat betapa alami keadaan di sekitarnya. Ditambah lagi, hamparan pasir di sini tampak begitu putih.

Cocok untuk Berselancar

Green Bowl tidak kalah indah jika dibanding pantai lain di Bali Selatan, seperti Dreamland dan Padang-padang. Apalagi ombak di sini juga cukup besar, cocok untuk berselancar. Tidak heran jika ada banyak wisatawan datang ke sini sambil membawa papan surfing.

Turis yang melakukan aktivitas selancar di sini umumnya datang antara pagi hingga sore hari. Jangan lupa membawa papan surfing andalan kalian jika berencana datang ke Green Bowl.

Itulah sedikit ulasan mengenai Pantai Green Bowl, destinasi tersembunyi di Bali yang menyimpan banyak keindahan menarik. Bagaimana Teman Traveler, sudah ada yang tertarik ingin segera berkunjung ke sini dalam waktu dekat? Next

ramadan
Segera Dibuka Studio Ghiblie Theme Park

Theme Park Resmi Studio Ghibli akan Segera Hadir di Jepang, Yuk Intip Gambarannya

Tubing in Pindul Cave. via Instagram/troopscitytour

Caving and Tubing on Underground Rivers of Bejiharjo, Jogja