in , , , ,

Gunung Patah di Bengkulu Memiliki Jalur Pendakian Ekstrem dan Rumah Bagi Bunga Langka

Fi Gunung Patah

Salah satu provinsi di Pulau Sumatra ini ternyata menyimpan wisata alam yang menantang untuk dijelajahi yaitu Gunung Patah di Bengkulu. Memiliki jalur pendakian ekstrem dan rumah bagi tumbuhan endemik langka. Memberikan pengalaman hiking yang memacu adrenalin. Yuk simak ulasannya.

Baca juga : Dragon Hole, Lubang Biru Terdalam di Lautan Dunia

Kawasan Hutan Lindung

Kawasan hutan lindung
Ilustrasi via instagram nana_namina

Gunung Patah yang berada di perbatasan antara Bengkulu serta Sumatra Selatan adalah bagian kawasan hutan lindung Rajamendara, dalam pengelolaan KPH Kaur, Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu.

Gunung ini sendiri merupakan gunung berapi yang berusia pada periode kuaterner. Memiliki tiga puncak yaitu Puncak Bukit Belirang yaitu sebuah danau kaldera dengan ketinggian 2.550 mdpl, Puncak Kawah 2650 mdpl dan puncak tertinggi 2852 mdpl yang menjadi perbatasan alami dua provinsi.

Rumah Tumbuhan Endemik Langka

Rumah tumbuhan endemik langka
Ilustrasi via instagram andri_novriansyah

Gunung Patah juga rumah bagi tumbuhan unik endemik langka yaitu bunga Rhododendron atau Azalea. Tumbuhan ini juga biasa disebut Kadudampit, hanya tumbuh pada ketinggian di atas 2.000 mdpl. Di sini juga habitat bagi bunga padma raksasa atau Rafflesia Arnoldii.

Selain itu ada stroberi hutan tumbuh subur dan segar. Jika beruntung Teman Traveler bisa menemukan Kantong Semar yang keberadaannya adalah sebagai penanda bahwa hutannya masih alami. Dengan curah hujan tinggi serta memiliki kelembapan di atas 75 persen.

Jalur Pendakian Menantang

Jalur pendakian menantang
Ilustrasi via instagram khansa_summiters

Kemudian untuk menuju puncak gunung, tentunya harus melakukan hiking dengan jalur pendakian menantang. Perjalanan dimulai dari basecamp terdekat di Desa Manau Sembilan, kecamatan Padang Guci, Kabupaten Kaur. Lalu, melewati kebun warga menuju jalur pendakian berupa hutan hujan tropis yang rapat dan tebal, di mana sinar matahari agak tertutup.

Selanjutnya Teman Traveler akan menjumpai tanjakan ekstrem yang hanya dapat dilalui dengan tali atau webbing. Tidak berhenti di situ saja, hutan ini memiliki curah hujan tinggi. Apalagi ketika musim penghujan tiba, durasi hujan bisa mencapai 14 jam sehari semalam. Sebab jalur yang sangat menantang inilah, pendakian menuju puncak gunung dapat memakan waktu 10-14 hari lamanya. Untuk itu perlu mempersiapkan stamina, mental dan pengalaman mendaki yang cukup.

Sampai Puncak

Sampai puncak
Ilustrasi via instagram instakhot

Setelah mengarungi jalur pendakian cukup ekstrem Teman Traveler akan sampai pada puncaknya. Memang tidak seindah kebanyakan panorama puncak gunung, sebab area puncak masih berupa hutan lebat. Namun, selama perjalanan akan ada surga tersembunyi seperti Danau Tumutan Tujuh serta kawah aktif Gunung Patah. Kepuasan dapat melalui tantangan jalurnya, hingga berhasil sampai di puncak ini yang dicari para pendaki. Bagaimana, Tertarik menguji nyali?

Demikian ulasan Gunung Patah di Bengkulu yang mempunyai jalur menantang menguji adrenalin. Bisa menjadi tujuan hiking Teman Traveler selanjutnya. Jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan. Next

ramadan
Fi stasiun ka menyediakan vaksin covid-19

Stasiun KA Menyediakan Vaksin Covid-19 Gratis, Berikut Daftar Lokasinya

Bali Culture Center

Bali Culture Central, Pusat Kebudayaan Pulau Dewata