in , , , , , ,

Pemandangan Magis Gunung Tambora Kabupaten Dompu yang Penuh Kejutan

Keindahan Gunung Tambora yang Menawan

Puncak Gunung Tambora via Pancasila (c) Septiana Sulistyawati/Travelingyuk

Perlu waktu dan perjalanan panjang menuju Calabai. Wilayah Kabupaten Dompu terdekat dimana terdapat salah satu gunung aktif di pulau Sumbawa yaitu Tambora. 4 jalur resmi menuju puncak Tambora adalah Pancasila, Doro Ncanga, Kawinda Toi, dan Piong. Namun dua dari empat jalur yaitu Doro Ncanga dan Piong biasa digunakan untuk motor trail atau kendaraan offroad. Oleh karena itu, Teman Traveler bisa melalui Pintu Masuk Pancasila. Bagaimana? Yuk simak ulasan berikut ini.

Baca juga : Tahu Teck Teck Pak Ali yang Melegenda di Surabaya, Lucu Namanya Juara Enaknya

Titik awal

Savana Panjang yang Kering dan Tandus menuju Calabai (c) Septiana Sulistyawati/Travelingyuk

Para pendaki biasanya menjadikan Terminal Dompu sebagai meeting point sebelum menuju Calabai. Dari terminal, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan elf, bus, ataupun mobil sewaan dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam.

Selama perjalanan, Teman Traveler akan disajikan gabungan pemandangan hamparan Ladang Savana dan lautan yang bertolak belakang namun menyejukkan mata. Jika Teman Traveler melakukan perjalanan saat musim kemarau, siap-siap bertarung dengan debu! Penerangan yang seadanya dan beberapa jalur tertutup tanah membuat perjalanan menuju Calabai di malam hari tidak direkomendasikan.

Jalur via Pancasila

Gerbang masuk via Pancasila (c) Septiana Sulistyawati/Travelingyuk

Sesampainya di Calabai petunjuk arah menuju basecamp Pancasila cukuplah jelas. Jika masih ragu, masyarakat sekitar akan dengan
sukarela memberi arahan. Basecamp ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu rumah petugas, pondok pendaki, pondok Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), dan toilet.

Jika ingin beristirahat lebih nyaman tanpa berdesak-desakan dengan pendaki lain,Teman Traveler bisa menyewa homestay yang tentunya masih satu kawasan dengan basecamp. Bagi Teman Traveler yang membawa perlengkapan yang kurang, di sini bisa sewa perlengkapan kemping.

Biaya masuk Taman Nasional Tambora (simaksi) ialah Rp5.000 untuk satu orang perhari di hari kerja, sedangkan Rp7.500 untuk hari libur. Pendaki mancanegara harus membayar Rp150.000 saat hari kerja dan Rp225.000 untuk hari libur.

Kondisi Jalur

Sunset dari Pos 4 Terhalang Pepohon yang Rindang (c) Septiana Sulistyawati/Travelingyuk

Jalur favorit pendaki adalah Pancasila, bukan hanya trek yang tidak terlalu sulit tetapi juga terdapatnya puncak utama. Perkiraan durasi melalui jalur Pancasila ialah 16 jam, tentu dengan perjalanan yang konstan. Dari basecamp ke pos 1 saja memakan waktu minimal 3,5 mengingat jarak yang cukup panjang.

Pos 1 menuju Pos 2

Papan Peringat di Samping Kaldera (c) Septiana Sulistyawati/Travelingyuk

Selanjutnya pos 1 menuju pos 2 memakan waktu minimal 2 jam. Alur yang dilewati berupa semak-semak tinggi dan pohon tumbang yang cukup menyulitkan. Namun begitu sampai di pos 2, Teman Traveler bisa beristirahat sejenak dan mengisi perbekalan air dari sungai yang mengalir di jalur pendakian. Berbeda dengan sumber air di pos 1 ataupun pos 3 yang harus berjalan diluar jalur untuk mendapatkan sumber air (sekitar 100 meter dan 200 meter).

Pos 2 menuju Pos 3

Puncak Tambora (c) Septiana Sulistyawati/Travelingyuk

Pos 2 ke pos 3 minimal waktu yang ditempuh 2,5 jam. Alur pendakian sudah mulai berubah, naik turun bukit mulai muncul, meskipun kini semak-semak tidak begitu banyak. Bagi pendaki santai biasanya akan membangun tenda di hari pertama di sini. Terdapat beberapa pondok untuk beristirahat dan pondok tanpa atap yang disediakan untuk membangun tenda tanpa harus menyentuh tanah.

Mengingat hutan di Taman Nasional Tambora ini masih cukup liar, disinyalir masih ada babi hutan bahkan hewan buas. Inilah yang menjadi landasan mengapa ketika malam, Teman Traveler harus membuat api unggun dan selalu sedia pisau/benda tajam.

Hal yang unik dari pos 3 adalah pos ‘penitipan’, tidak aneh jika Teman Traveler lihat banyak kantong keresek yang digantung ataupun diletakkan di pondok pendakian dengan tujuan memberikan atau membantu pendaki yang kurang atau habis perbekalannya.

Pos 3 menuju Pos 4

Pemandangan Bibir Kaldera Tambora (c) Septiana Sulistyawati/Travelingyuk

Melanjutkan perjalanan menuju pos 4 memerlukan waktu minimal 1,5 jam. Perkiraan waktu yang lebih sedikit bukan berarti trek semakin mudah, namun sebaliknya jalur pendakian semakin sulit, sangat jarang bagian yang landai untuk beristirahat. Selain itu, Teman Traveler harus sangat hati-hati dengan semak-semak yang ada. Jika salah pegang maka selamat datang di ‘omelan ibu tiri’ yang sangat menyiksa.

Duri tanaman ini membuat kesakitan yang terus terasa hingga waktu yang cukup lama. Jika sudah sampai di pos 4 maka selamat datang di atas awan! Lokasi pos 4 yang landai dan luas dapat digunakan untuk beristirahat sejenak, tetapi tetap waspada! Pos 4 berada ditengah-tengah hutan sehingga banyak kemungkinan hewan liar berkeliaran. Oleh sebab itu tidak direkomendasikan untuk membuat tenda di pos 4.

Pos 4 menuju Pos 5

Trek Menuju Pos 5 pada Siang Hari (c) Septiana Sulistyawati/Travelingyuk

Dari pos 4 menuju pos 5 memakan waktu kurang lebih 1 jam dengan trek yang sama dengan sebelumnya, tanjakan tanpa bonus (landai), namun kali ini semak tidak terlalu tinggi dan pepohonon sudah mulai berkurang. Sesampainya di pos 5, terdapat sumber air, akan tetapi jika musim kemarau air di sana tidak layak digunakan karena penuh dengan kotoran. Area camp pun tidak terlalu luas namun cukup untuk 3 kelompok besar (10-12 tenda).

Pos 5 menuju Puncak! Lelah Langsung Terbayarkan

Padang Kerikil menuju Puncak Tambora (c) Septiana Sulistyawati/Travelingyuk

Summit attack durasi waktu dari pos 5 ke puncak adalah minimal 3,5 jam. Trek yang terus menanjak, gabungan medan dari pasir, kerikil, hingga bebatuan membuat perjalanan menuju puncak penuh dengan perjuangan. Setelah melewati kaldera, barulah Teman Traveler sampai di ketinggian 2.851 Mdpl.

Jika beruntung, Teman Traveler tidak perlu terburu-buru untuk turun karena asap kawah tidak juga menyembur. Sekitar pukul 09:00, Teman Traveler harus segera beranjak turun sebelum bau belerang membuat Teman Traveler mual ataupun pingsan.

Puding Mangga toping Arbei Hutan Gunung Tambora (c) Septiana Sulistyawati/Travelingyuk

Tambora, gunung dengan sejuta cerita budaya dan tradisinya membuat siapaun pendaki yang ingin mendaki harus berpikir ulang. Tambora dalam bahasa Dompu yang berarti Mari Kita Hilang ini memiliki pemandangan magis yang tidak terlupakan. Selamat mendaki bagi Teman Traveler para pendaki. Next

ramadan

Deburan Ombak Spektakuler Pantai Klayar Pacitan yang Eksotik

Sunrise dan Sunset Menawan Teluk Asmoro Malang