in , ,

Istano Basa Pagaruyung, Peninggalan Megah Khas Minang dengan Banyak Sejarah

Pernah kebakaran beberapa kali lho

Indonesia memiliki banyak bangunan peninggalan yang bersejarah. Salah satunya adalah Istano Basa Pagaruyung. Kalau Teman Traveler sedang menjelajahi Sumatera Barat, sempatkan singgah di istana yang megah ini. Alasannya kalian akan menemukan banyak hal menarik di dalamnya. Untuk lebih lengkapnya, bisa simak ulasan di bawah ini.

Baca juga : Minuman Sehat untuk Lebaran, Tubuh Fit di Hari Kemenangan

Banyak Pemandangan Indah di Sekitar Istana

istano basa paraguyung
Perjalanan menuju Istana Basa Paraguyung (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Wisata yang berlokasi di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar ini mempunyai banyak sekali panorama indah di sekelilingnya. Bahkan, saat di perjalanan menuju Istano Basa Paraguyung tersebut, kalian sudah disuguhi hijaunya areal persawahan yang berlatar belakang gunung. Dengan melihat ini semua, perjalanan tidak akan terasa lama.

Peninggalan Kerajaan Pagaruyung

istano basa paraguyung
Ornamen ukiran khas Minang (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Istana Pagaruyung adalah peninggalan dari Kerajaan Pagaruyung.
Istana ini menjadi tempat tinggal bagi Raja Alam yang merupakan sebutan dari pemimpin tertinggi kerajaan. Raja Alam ini juga kerap disebut dengan Rajo Tigo Selo karena ada tiga raja yang memimpin. Sejak saat itulah, budaya Minang mulai berkembang.

Memiliki Arsitektur Khas Minang

istano basa paraguyung
Arsitektur Khas Minang (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Bangunan utama Istana Pagaruyung berbentuk rumah adat Minang yang disebut rumah gadang. Rumah panggung berukuran besar ini terdiri dari tiga lantai dengan atap gonjong di atasnya. Atap yang menyerupai tanduk ini memang menjadi ciri khas arsitektur tradisional Minang. Jumlah keseluruhannya ada 11 puncak atap gonjong.

Setiap lantai dalam istana ini memiliki fungsi tersendiri. Lantai paling bawah menjadi tempat kegiatan utama pemerintahan kerajaan. Bentuknya berupa ruangan yang luas dengan singgasana di tengahnya yang disebut Singgasana Bundo Kanduang. Di sini juga terdapat tempat untuk raja dan permaisurinya. Kemudian di bagian belakang terdapat kamar untuk putri raja yang sudah menikah.

Di lantai berikutnya, terdapat ruangan untuk para putri raja yang belum menikah. Sedangkan di lantai paling atas terdapat ruangan khusus untuk raja dan permaisuri, yang biasa digunakan bersantai menikmati panorama
di sekeliling istana.

Pernah Terbakar Beberapa Kali

istano basa paraguyung
Pernah terbakar beberapa kali (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Istana satu ini ternyata pernah terbakar beberapa kali. Kebakaran pertama, terjadi pada tahun 1804 yang disebabkan konflik antara kaum adat dan paderi. Kemudian, tahun 1966 yang tidak diketahui apa penyebab kebakarannya. Terakhir, terjadi pada tahun 2007 yang dikarenakan tersambar petir.

Banyak Koleksi Benda-Benda Bersejarah

05_pagaruyung_5r0.jpg
Koleksi arca (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Di dalam bangunan ini ternyata terdapat banyak sekali benda-benda bersejarah. Misalnya benda pusaka asli kerajaan, yaitu tombak, pedang dan senapan peninggalan pasukan Belanda. Kemudian ada pula beberapa koleksi arca perunggu peninggalan Kerajaan Melayu Dharmasraya dari abad 13 masehi.

Harga Tiket Masuk

02_pagaruyung_Mhl.jpg
Koleksi foto di dalam tempat wisata (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Untuk memasuki kawasan wisata ini, kalian harus membeli tiket sebesar Rp15 ribu. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp25 ribu. Lalu, ketika masuk ke dalam istana, Teman Traveler diharuskan untuk melepas alas kaki. Nah, supaya liburan kalian lebih terasa, bisa menyewa pakaian adat Minang. Biayanya Rp30 ribu untuk dewasa dan Rp25 ribu bagi anak-anak.

Itulah tadi sekelumit info tentang Istano Basa Pagaruyung. Selain megah, bangunan ini ternyata menyimpan banyak sekali sejarah. Jadi, jangan lupa untuk berkunjung ke sini ketika Teman Traveler sedang berlibur ke Kabupaten Tanah Datar. Next

ramadan

Pantai Oe Nikan Pot, Si Cantik yang Bikin Lupa Segalanya

Old Town Hoi An Vietnam, Indahnya Malam dalam Temaram Lampion