in , ,

Jajanan Tradisional Entog-Entog, Si Bulat Imut Berbahan Jagung yang Enak dan Mengenyangkan

Jajanan pasar tradisional yang sudah langka di pasar-pasar ternyata masih ada di salah satu pasar tradisional di Yogyakarta. Pasar Kotagede, pasar yang masih banyak menjajakan makanan tradisional dengan harga yang sangat terjangkau.

Baca juga : Gili Islands, Three Small Water Paradise at the Corner of Lombok

Suasana Pasar Kotagede Yogyakarta via Instagram @nyariapaansii

Pasar ini tepat berada di pusat area Kotagede yang diapit banyak toko perak di kanan dan kirinya. Pasar tradisional yang ramai pada pagi sampai sore hari ini, menjadi salah satu rujukan untuk mencari banyak jajanan tradisional.

Salah satu makanan yang kini telah susah dicari adalah entog-entog. Mungkin buat sebagian Teman Traveler, nama jajanan ini masih terdengar asing, namun jajanan ini merupakan kuliner tradisional khas pedesaan. Ia berbentuk bulat dengan diameter kurang lebih 2 cm berwarna putih, cokelat, dan kuning, tergantung pada bahan pembuatnya.

Kue entog-entog (c) Rachma Muslikha/Travelingyuk

Entog-entog putih terbuat dari beras putih yang digiling bersama kelapa parut, kemudian dikukus. Rasa gurih dengan tekstur yang empuk dan mengenyangkan menjadi daya tarik masyarakat untuk menyantapnya.

Entog-entog kuning terbuat dari jagung giling yang dikukus dengan dicampur kelapa parut juga, tentu dengan sedikit campuran gula. Entog-entog jagung cenderung lebih manis dan lembut ketika dimakan. Sedangkan entog-entog berwarna coklelat terbuat dari bekatul lembut gilingan pertama dari jagung.

Terbuat dari bahan dasar jagung giling (c) Rachma Muslikha/Travelingyuk

Bekatul sendiri adalah sebutan yang biasa digunakan untuk menyebut bekas gilingan dari padi atau jagung. Tapi jangan khawatir meski ini bekatul, namun aman untuk dimakan karena ini juga akan disortir lagi dan diolah dengan baik. Bekatul jagung ini selanjutnya juga akan dicampur dengan kelapa parut dan dibentuk bulat kemudian dikukus.

Cocok buat sarapan (c) Rachma Muslikha/Travelingyuk

Untuk harganya sendiri cukup murah, rata-rata entog-entog akan dihargai sekitar Rp500 per biji. Jika Teman Traveler membeli lengkap ketiga rasa dengan uang sebesar Rp3000 saja atau 6 biji entog-entog, pastilah sudah akan merasa kenyang. Kuliner satu ini sangat baik jika dimakan untuk sarapan dengan protein nabati yang tinggi, karbohidrat, hingga serat. Terlebih, entog-entog aman dari bahan-bahan kimia karena bahannya yang alami.

Jajanan tradisional lain yang juga murah dan mengenyangkan

Kue kacang (c) Rachma Muslikha/Travelingyuk

Tak hanya entog-entog, makanan yang mengandung protein tinggi dan cocok untuk mengganjal perut di pagi hari adalah kue kacang. Kue kacang biasanya dibentuk bulat atau bulan sabit. Jajanan ini juga tradisional dan masih kerap dijumpai di banyak tempat, seperti di Pasar Kotagede. Rata-rata harganya juga sama dengan entog-entog, yaitu sekitar Rp500 per biji.

Rasanya manis dan mengenyangkan (c) Rachma Muslikha/Travelingyuk

Seperti namanya, kuliner ini terbuat dari kacang yang digiling dan dicampur dengan sedikit tepung untuk pengikatnya, kemudian dicetak dan dioven. Rasanya cenderung manis, manis kacang asli dan gurih, serta warna kuning di atasnya yang berasal dari olesan kuning telur, membuatnya semakin enak dengan rasa yang manis pula.

Kue kacang ini juga termasuk makanan atau roti kering yang sehat karena pembuatannya dari bahan dasar kacang yang mengandung berbagai kebaikan untuk tubuh.

Tersedia di banyak pasar tradisional (c) Rachma Muslikha/Travelingyuk

Cukup mudah mendapatkan kedua makan ini di Pasar Kotagede. Untuk kue
kacang bisa dijumpai di luar pasar maupun di bagian dalam pasar. Sedangkan entog-entog biasanya hanya sedikit sekali penjual di dalam bagian pasar.

Kalau ingin menikmati santapan pengganjal perut sederhana yang murah meriah selama berada di Jogja, bisa mampir ke Pasar Kotagede dan menikmati entog-entog atau kue kacang. Waktu yang cocok untuk berburu dua kuliner ini agar tak kehabisan adalah pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB. Selamat mencoba! Next

ramadan

Deretan Wisata Ikonik Indonesia, Bikin Enggan ke Luar Negeri

Gua Maria Air Sanih, Ziarah Umat Katolik di Pulau Dewata