in ,

Jembatan Tugu Keris, Ikon Baru Kota Solo yang Instagenic

Jadi ikon baru kota Solo, Jembatan Tugu Keris tuai kritik.

Jembatan Tugu Keris

Terdiri dari ribuan pulau, Indonesia memiliki budaya yang beragam. Tak heran, setiap daerah yang Teman Traveler kunjungi memiliki karakteristik masing-masing. Tak terkecuali wisatanya. Jika kalian menginjakkan kaki di Solo, ada salah satu destinasi yang wajib dikunjungi yakni Jembatan Tugu Keris.

Baca juga : Restoran India di Jakarta, Citarasa Bollywood Ibukota

Bangunan tersebut digadang-gadang menjadi ikon baru kota Surakarta. Yang penasaran, bisa intip ulasan singkat berikut!

Ikon Baru Solo

Jadi ikon baru kota Solo, via Instagram/joeluluk

Tugu Keris yang berada di Jembatan Tirtonadi ini digadang menjadi ikon kota Solo. Bangunan tersebut merupakan bagian dari penghormatan dan penghargaan terhadap nenek moyang yang mewariskan budaya bangsa berupa keris. Keris sendiri diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.

Karena Solo dikenal sebagai kota budaya maka dari itu masyarakatnya tak bisa lepas dari keris yang merupakan piandel (menambah rasa percaya diri atau yang dapat diandalkan).

Tinggi Mencapai 25 Meter

Tinggi tugu mencapai 25 meter, via Instagram/aridkr

Megah dan mencolok, Tugu keris berwarna keemasan ini memiliki tinggi mencapai 25 meter. Warna emas tersebut didapat dari warna asli lempengan tembaga. Jembatan Tirtonadi dibangun untuk mengatasi kepadatan di sekitar kawasan. Dan memiliki lebar masing-masing 14,9 meter. Tinggi juga ya!

Dijadikan Spot Foto

Dijadikan sebagai spot foto, via Instagram/aviavianita

Jembatan Tugu Keris ini belum diresmikan. Walau begitu, bangunan ikonik tersebut tetap mencuri perhatian para wisatawan terutama anak muda. Tak jarang, sering mondar-mandir di sosial media. Dibalik itu, ternyata tugu ini menuai beberapa kritik khususnya dari budayawan.

Menuai Berbagai Kritik

Tugu Keris yang tuai berbagai kritik, via Instagram/joeluluk

Seperti yang diberitakan oleh Jawapos, salah satu budayawan Adi Sulistiyono menyampaikan bahwa dirinya tak pernah melihat ada keris yang bentuknya seperti bangunan tugu keris. Menurutnya, keris mempunyai pakem atau aturan baku yang tidak bisa disepelekan.

Selain itu Ketua Paguyuban Bawa Rasa Tosan Aji Surakarta (Bratasura), Agus Atmo Wijoy mengatakan seharusnya pemerintah melibatkan insan perkerisan sebelum membangun tugu. Sehingga bentuknya bisa dibuat secara sempurna.

Menanggapi hal tersebut, walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menjelaskan bahwa seluruh pegerjaan dan perencanaan dari jembatan tersebut dilakukan oleh pemerintah pusat sedangkan Pemkot Solo hanya sebatas untuk penyediaan lahan.

Walau belum resmi, Jembatan Tugu Keris sudah diburu wisatawan sebagai spot foto ketika berkunjung ke Solo. Apakah Teman Traveler tertarik mencoba? Next

ramadan

Warung Bubur Kacang Ijo di Jogja, Pas untuk Isi Perut Nggak Pakai Mahal dan Ribet

River Tubing at Santirah, a New Adventure in Pangandaran