Kuliner dengan nuansa kekinian memang mudah kita temukan di setiap kota. Namun bagaimana jika kita ingin bersantap dengan nuansa jaman dulu? Salah satu restoran di Sleman Yogyakarta bernama Jiwangga Resto mungkin bisa menjadi jawabannya. Tempat makan ini menawarkan sensasi makan dengan nuansa Majapahit kuno. Seperti apa serunya kulineran di resto ini? Simak ulasan dari Kontibutor Travelingyuk, Annissa Saputri berikut yuk!
Baca juga : Hamparan Bukit Berlapis di Puncak Gunung Besek Wonogiri
Resto dengan Konsep Unik di Sleman
Berada di Jiwangga Resto seolah masuk ke mesin waktu dan kembali ke jaman Majapahit. Berlokasi di Jalan Terbaik No.1 Bromonilan, Kalasan, Purwomartani, Sleman, resto ini memberikan nuansa berbeda dengan bangunan khas kerajaan. Tidak susah untuk sampai di sini, karena lokasinya tidak jauh dari Candi Sambisari. Untuk mudah diingat, restoran ini berada dekat dengan Joglo Pari Sewu. Buka setiap hari dari jam hingga 22.00 Jiwangga menyajikan masakan khas Nusantara sebagai menu andalannya.
Berawal dari Tempat Shooting dan Wisata Selfie
Sebelum menjadi restoran yang menawan seperti sekarang ini, dulunya Jiwangga Resto merupakan set untuk shooting drama televisi nasional dan keperluan lain. Konsep Kerajaan Majapahit lengkap dengan eksterior dan dekorasi-dekorasi yang epik pun dibutuhkan. Namun setelah proses shooting selesai, pengelola menjadikan tempat ini menjadi wisata selfie yang diberi nama Pusung dan ternyata berhasil menarik banyak pengunjung. Tempat ini pun kerap dijadikan sebagai objek latar berfoto untuk keperluan photoshoot.
Serasa Masuk Dalam Dunia Majapahit Kuno
Memasuki tempat ini, eksterior bangunan begitu terlihat kental akan tema Jawa Kuno. Patung-patung ala Hindu-Budha tampak menghiasi di taman depan. Sementara bangunan utama yakni pendapa di muka, juga lengkap dengan dekorasi khas Jawa. Di sisi timur kita pun akan melewati bangunan ala Jawa Kuno dengan perkakas masak lengkap yang merupakan dapur.
Area restoran ini sangat luas dimana terbagi menjadi area atas dan bawah. Semakin melangkah ke dalam kita akan dibawa turun melewati tangga untuk menuju spot duduk yang lebih sejuk. Kita pun akan melewati dinding panjang yang bergambar tokoh wayang namun bercat warna-warni. Semakin menuruni tangga kita seakan menelusuri kerajaan masa kejayaan Hayam Wuruk dengan suasana yang damai dan tenang. Di area ini lebih kental dengan atmosfer Majapahit di tahun 1293-1500 Masehi.
Melihat sekeliling, kita akan mendapati ornamen-ornamen dan eksterior bangunan khas Majapahit seperti pura, bangunan tradisional, kolam pemandian, dan taman dengan patung-patung batu. Selain itu ada arca-arca Hindu-Budha, replika candi, serta relief di dinding semakin menambah kental suasana. Di area ini pun terdapat juga kolam ikan yang bergemericik membuat suasana menjadi lebih damai.
Pemandangan Asri yang Memanjakan Mata
Di area bawah ini memang memiliki suasana yang lebih adem karena banyaknya pepohonan dan tanaman hijau. Yang menjadi khas di resto ini adalah hadirnya pohon-pohon maja yang tumbuh subur dengan buah banyak. Pohon-pohon bunga kamboja juga menghiasi di sekitar area yang membuat suasana lebih harum.
Tak hanya pepohonan dan tanaman yang membuat tempat ini lebih asri, namun hadirnya view sungai yang melintas membuat aktivitas bersantap kita menjadi lebih asyik. Seolah berada di Kerajaan Majaphit namun tetap dapat pemandangan asri, seru ‘kan?
Cita Rasa Nusantara yang Memanjakan Lidah
Menu makanan dan minuman yang ditawarkan pun tak jauh dari cita rasa Nusantara. Ada menu makan berat, menu pelengkap, minuman, snack dan starter menu. Pilihannya banyak, mulai dari Nasi Babat Gongso, Nasi Ayam Bumbu Rujak, Nasi Pecel Telor, Mie Goreng Jawa, Tahu Gimbal Semarang, dan Ayam Rica-Rica.
Selain itu, bisa juga memesan snack sebagai pelengkap, misalnya Rolade Tahu Daun Singkong, Tahu Petis, Limpang-Limpung, Bakso Bumbu Kacang, atau Pisang Pendem Cokelat. Untuk menyegarkan tenggorokan, pilihan beverage menu ala tradisional juga jadi pilihan tepat, antara lain Setup Pisang Jiwangga, Sirup Selasih, Wedang Angsle, Wedang Roti, dan minuman menyegarkan lainnya.
Menu Favorit ala Jiwangga Resto
Menu-menu yang ditawarkan resto ini sudah barang tentu memiliki cita rasa yang lezat dan nikmat. Namun dari semua menu yang tersaji dalam daftar menu, pelayan menawarkan berbagai menu yang menjadi favorit di resto ini, antara lain Nasi Langgi Jiwangga dan Bubur Ayam Rempah.
Tak perlu menunggu lama, dalam waktu sekitar 15 menit menu pesanan kita akan tersaji di meja. Seporsi Nasi Langgi Jiwangga dan Bubur Ayam Rempah yang merupakan menu favorit siap disantap. Nasi Langgi ini terdiri dari nasi putih, ayam goreng, abon, telur dadar, oseng hati, kentang goreng pedas, dan kerupuk. Meski porsinya terlihat kecil namun cukup mengganjal perut. Satu porsi tersebut dibanderol dengan harga Rp30.000.
Sementara itu Bubur Ayam Rempah tak kalah menggoda untuk segera disantap. Memiliki kuah berwarna hitam dan rasa rempah yang khas. Memberikan sensasi unik di mulut ketika beradu dengan buburnya yang gurih dan lembut. Sebagai pelengkap, bubur ditambahkan potongan ayam dan telur pindang membuat menu ini jadi lebih sempurna. Satu mangkok bubur ini cukup mengenyangkan karena memiliki porsi yang cukup besar. Cukup merogoh kocek Rp18.500, kita bisa menikmati kuliner lezat ini.
Spot-Spot Epik dan Fasilitas yang Ditawarkan
Selain pilihan menunya yang mampu memanjakan lidah, spot-spot di Jiwangga Resto juga menarik untuk diabadikan sebagai latar berfoto. Menariknya, pihak resto juga melayani sewa lokasi bagi umum untuk acara dan keperluan seperti resepsi pernikahan, foto prewedding, shooting film, outbound & camping, serta event lain seperti pameran dan konser musik.
Bersantap di Jiwangga Resto memberikan pengalaman yang seru dan unik. Dari tempatnya yang epik dengan konsep Kerajaan Majapahit, menu Nusantara yang sedap, serta suasana dan pemandangan yang menyenangkan. Teman Traveler yang ingin merasakan atmosfer dari Jiwangga Resto, bisa melipir ke sini lho . Bagaimana, tertarik dibawa kembali ke zaman Majapahit? Next