in ,

Jalur Pendakian Kawah Ijen Kembali Dibuka, Siapkan Hal Ini Sebelum Mendaki

Tips Mendaki Kawah Ijen

Panorama Kawah Ijen yang indah via instagram

Pesona Kawah Ijen memang sangat memikat. Keindahannya mampu mengajak wisatawan domestik hingga mancanegara untuk datang. Tak terkecuali Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Setelah sempat ditutup pada tanggal 22 Maret lalu, kini jalur pendakian Ijen telah kembali dibuka. Bagi yang pernah mengunjungi rumah blue fire ini pasti telah menemukan celahnya. Tapi kalau belum pernah, simak tips ini ya.

Baca juga : Jangan Dibuang, Ampas Kopi Banyak Manfaat Buat ‘Bekal’ Traveling

1. Bawa Masker N95

Pengunjung sedang berfoto di tepi Kawah Ijen via instagram/@erlindatandra

Masker adalah urutan teratas yang harus kamu catat dan digarisbawahi. Bukan karena masker dapat melindungi wajah dari debu, tapi untuk melindungi saluran pernafasan dari aroma gas yang menusuk hidung. Aroma belerang akan sangat menyengat ketika mendekat ke area blue fire. Untuk itu masker ini diperlukan, agar tidak menghisap gas beracun.

Rute mendekati persimpangan menuju blue fire via instagram/@bruryajja

2. Hitung Waktu Trekking dengan Presisi

Panorama Kawah Ijen yang indah via instagram/@jordhanbmtr_

Waktu perjalanan memang harus benar-benar diperhatikan. Meskipun jalur trekkingnya tak terlalu panjang, tapi butuh 4 jam jika berjalan dengan konstan. Jika salah perhitungan terlewatkan sudah. pemandangan sunrise dan pesona blue fire. Ini karena blue fire sendiri muncul dalam jangka waktu yang tak terlalu lama.

Lereng Kawah Ijen saat asap belerang sedang naik via instagram/@romeography

3. Gunakan Sepatu yang Tidak Licin

Gunakan masker N95 agar tidak terlalu banyak menghirup asap belerang via instagram/@vastfreedom

Menggunakan flat shoes atau wakai untuk laki-laki adalah salah besar. Meskipun jalur trekking menuju Kawah Ijen tergolong tak terlalu ekstrim seperti gunung-gunung lain, pemilihan sepatu juga cukup penting. Karena hampir setengah perjalanan medan yang dilalui berupa pasir.

Pemandangan menjelang sunrise via instagram/@cozmeeder

4. Pemanasan Jauh-jauh hari

Gambar aerial Pegunungan Ijen via instagram/@bangsringbreeze

Meskipun hanya memakan waktu 4 jam berjalan kaki, pemanasan tetap harus dillakukan. Memang jaraknya tak terlalu jauh, namun sepanjang perjalanan rutenya terus menerus menanjak. Tanjakan ini baru berakhir setelah tiba di persimpangan menuju spot blue fire. Jika fisik kaget dan belum siap, kemungkinan untuk terjadi kram saat perjalanan sangat besar.

Penambang belerang di sekitar Kawah Ijen via instagram/@ijen_volcano_tour

Jaraknya perjalanannya pun tak terlalu jauh, namun tetap saja fisik harus dijaga. Perlengkapan yang akan dibawa pun juga harus disiapkan dengan baik. Seperti masker yang harus dipakai saat mendekat ke spot blue fire. Pernah ke Kawah Ijen? Ceritakan dong pengalamanmu? Next

ramadan
Bakso Gunung Merapi Jogja

Bakso Berbentuk Gunung Merapi Pertama di Jogja, Unik Banget

Lawuh Ndeso, Oase Pecinta Masakan Jawa Klasik di Salatiga