in , ,

Aturan Jalan-jalan di Keraton Solo, Awas Diusir Lho!

Serangkaian Aturan Kala Mengunjungi Keraton Solo

Pintu Masuk Keraton Surakarta Hadiningrat
Pintu Masuk Keraton Surakarta Hadiningrat instagram.com/pariwisatasolo

Hingga kini Keraton Surakarta Hadiningrat masih jadi destinasi wisata budaya andalan di Solo. Komplek ini juga masih difungsikan sebagai tempat tinggal raja dan keluarganya. Tradisi Jawa yang diwariskan turun-temurun dijunjung tinggi di sini. Jika Teman Traveler berkunjung, jangan heran jika ada sederet etika yang wajib dipatuhi.

Baca juga : Sweet Snacks You Can Only Enjoy During Ramadan

Abdi Dalem di Gerbang Utama Keraton Surakarta via Instagram.com/pariwisatasolo

Peraturan tersebut memang tidak tertulis, tapi para Abdi Dalem keraton akan menyampaikannya sebelum tur dimulai. Mereka juga akan memberikan arahan khusus, mana benda atau sudut yang boleh difoto dan mana yang dilarang.

Penasaran soal aturan apa saja yang pantang dilanggar ketika Teman Traveler berkunjung ke Keraton Solo? Yuk, simak ulasannya.

Cuma Boleh ke Museum Keraton

Panggung Songgo Buwono via Instagram.com/pariwisatasolo

Kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat sangat luas dan terdiri dari beberapa bagian. Namun tidak semuanya bisa diakses pengunjung. Salah satu yang terlarang adalah kediaman Raja.

Teman Traveler jangan berharap bisa melihat keseharian Raja dan keluarganya ketika berkunjung kesini. Guide hanya memperbolehkan pengunjung melihat koleksi benda-benda keraton di museum yang ada di sisi timur. Di sini kalian juga bisa melihat maket Keraton Surakarta Hadiningrat.

Wajib Menggunakan Samir

Samir sebagai penolak bala via instagram.com/pariwisatasolo

Samir merupakan semacam kain berwarna merah dan kuning. Corak tersebut melambangkan amarah dan keserakahan manusia. Pengunjung wajib melintangkannya di depan dada. Harapannya semua sifat jahat dalam diri bisa dinetralisir.

Tidak Boleh Menggunakan Sandal

Ilustrasi sandal jepit via Pexel

Pengunjung tidak diperbolehkan memakai sandal ketika berjalan-jalan di area Keraton. Jika kebetulan menggunakan alas kaki jenis ini, Teman Traveler bisa menitipkannya di tempat khusus atau menentengnya di wadah tas plastik . Lantas bagaimana dengan sepatu? Tenang saja, pengunjung tetap boleh masuk tanpa harus melepasnya.

Tidak Boleh Gunakan Kacamata Hitam

Ilustrasi kaca mata hitam via Pexel

Pengunjung yang mengenakan kacamata hitam wajib melepasnya ketika berada di dalam Keraton Surakarta Hadiningrat. Bisa disimpan dulu di tas atau tempat lain. Tenang saja, Teman Traveler yang mengenakan kacamata biasa untuk membantu penglihatan tetap boleh mengenakannya dan masuk ke sini.

Tidak Boleh Memakai Topi

Ilustrasi mengenakan topi via Pexel

Topi adalah benda terakhir yang pantang dikenakan pengunjung. Penutup kepala modern seperti topi baseball dinilai sebagai asesoris pakaian yang tidak menggambarkan sopan santun.

Tidak Bersenda Gurau 

Ilustrasi bersenda gurau via Pexel

Keraton merupakan tempat sakral, beda dengan tempat lain yang bisa dinikmati suka-suka. Teman Traveler wajib mengikuti semua peraturan di sini. Jika tidak, bukan mustahil kalian bakal diusir. Ingat, tempat ini adalah kediaman Raja dan keluarganya.

Itulah beberapa peraturan yang wajib Teman Traveler patuhi kala berkunjung ke Keraton Solo. Lakukan sebagai bentuk penghormatan pada Raja dan Abdi Dalem, agar tempat ini bisa terus lestari. Next

ramadan
Bermotor ria dari Stasiun Lempuyangan

Motoran Keliling Jogja, Kayak Apa Sih Serunya?

Nasi Langgi di Jogja

Pilihan Tempat Nasi Langgi di Jogja, Cita Rasa Ala Keraton yang Bikin Makan Makin Berselera