in , ,

10 Hari Liburan ke Jepang Hanya 10 Juta, Budget Mini Rasa Maksimal

Hanya Modal 10 Juta, Liburan ke Jepang Bisa Sampai 10 Hari

Liburan ke Jepang
Liburan ke Jepang

Jepang merupakan negara empat musim di Asia Timur yang selalu menarik dikunjungi hampir sepanjang tahun. Bunga sakura di musim semi, festival tradisional pada musim panas, daun-daun berwarna merah yang berguguran saat autumn, atau salju di musim dingin yang selalu menjadi daya tarik Negeri Sakura. Nah, Teman Traveler berencana liburan ke Negeri Sakura ini? Yuk, intip perjalanan Kontributor Travelingyuk Zulfikar Aleksandri berikut. Hanya modal 10 juta bisa liburan ke Jepang hingga 10 hari.

Baca juga : Wisata Teknologi di Silicon Valley, Kota Mark Zuckerberg Mengembangkan Facebook

Persiapan Sebelum Liburan ke Jepang

Keindahan musim gugur di Jepang (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Jepang identik dengan sakura, tapi musim gugur pun tak kalah cantik. Beruntungnya lagi, tiket pesawat dan hotel di musim ini tak semahal saat bunga sakura mekar. Manfaatkan promo sejumlah maskapai yang melayani penerbangan langsung Jakarta-Tokyo. Untuk urusan visa, saat ini Jepang memberlakukan bebas visa bagi WNI pemegang e-paspor. Sementara yang masih menggunakan paspor biasa, bisa mengajukan visa kunjungan wisata dengan masa tinggal paling lama 30 hari dan biaya sekitar Rp360.000.

Sementara untuk transaksi di Negeri Sakura menggunakan mata uang Yen. Ada pecahan koin mulai dari 1, 5, 10, 50, dan 100. Sedangkan uang kertas mulai dari 1000, 5000, dan 10.000. Saat perjalanan yang saya lakukan, nilai 1 Yen setara Rp128. Tipsnya, bawalah Yen tunai dari Indonesia sesuai kebutuhan. Apabila kehabisan, gunakan kartu debit untuk tarik tunai dari ATM.

Waktu Terbaik Liburan di Jepang Saat Musim Gugur

Suasana musim gugur di Chureito Pagoda, tak jauh dari Danau Kawaguchiko
Musim gugur di Chureito Pagoda, tak jauh dari Danau Kawaguchiko (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Musim gugur di Jepang umumnya dimulai pada akhir Oktober hingga akhir November. Tiap daerah memiliki perbedaan peak season antara satu sampai dua minggu. Selama itu pula, cuaca di negara ini terasa lebih dingin, seperti di Nikko pada awal November yang berkisar 15 derajat pada siang hari dan 4 derajat saat malam. Siang hari terasa lebih pendek dengan langit mulai gelap ketika menunjukkan jam 4 sore. Akibatnya, toko-toko biasa sudah tutup ketika menunjukkan jam 7 malam.

Tips Umum Saat Perjalanan

Autumn adalah saat daun-daun mulai rontok dan berubah menjadi "bunga"
Bunga cantik yang berguguran (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Hampir semua kota dan tempat wisata di Jepang bisa diakses dengan transportasi publik seperti kereta Subway, JR, Nankai, Shinkansen, atau bia. Semua sangat nyaman dan sesuai dengan jam keberangkatan. Sementara cara berkomunikasi, Teman Traveler bisa memakai bahasa Inggris. Usahakan untuk mempelajari beberapa tulisan dan kata sapaan dalam bahasa Jepang.

Untuk makanan, Teman Traveler pasti sudah tak asing. Beberapa menu banyak ditemukan di Indonesia. Seperti takoyaki, yakisoba, yakitori, taiyaki, udon, ramen, tempura, dan semacamnya. Berbagai makanan tersebut mudah ditemui, seperti minimarket dan area street food. Harganya beragam antara 300 sampai 1000 yen. Sementara untuk satu porsi menu di rumah makan cepat saji semacam Yoshinoya atau Sukiya, rata-rata 600 yen atau sekitar Rp75.000.

Sepuluh Hari Liburan di Jepang, Bisa Kunjungi Enam Kota

Saat musim gugur tiba, salah satu yang bisa dilakukan adalah momiji-gari, yang artinya “berburu daun merah”. Nah, itulah yang saya lakukan selama sepuluh hari di Jepang dengan rincian sebagai berikut.

Mendarat di Kota Tokyo yang Cantik

Icho Namiki atau Ginkgo Avenue, salah satu spot autumn paling populer di Tokyo (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk
Icho Namiki atau Ginkgo Avenue (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Ibukota Jepang ini tentu saja menjadi tujuan pertama setelah landing di Haneda atau Narita. Tokyo juga bisa menjadi tujuan terakhir karena sejumlah maskapai menawarkan tiket return yang lebih murah dari kota yang sama. Menariknya, musim gugur di Tokyo biasanya lebih akhir dibandingkan kota lain.

Suasana pepohonan gingko yang menguning di Showa Memorial Park atau Showa Kinen Koen
Showa Memorial Park atau Showa Kinen Koen (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Spot favorit untuk menikmati autumn di Tokyo adalah Icho Namiki atau Ginkgo Avenue. Tempat wisata ini berupa deretan pohon ginkgo yang daunnya menguning saat musim gugur tiba. Selain itu, Showa Memorial Park atau Showa Kinen Koen, berupa taman di dekat Tachikawa Station juga tak kalah menawan untuk dikunjungi.

Menikmati Keindahan Taman Cantik di Ibaraki

Hitachi Seaside Park dengan bunga kochia yang memerah saat awal musim gugur (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk
Hitachi Seaside Park (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Destinasi paling populer di provinsi ini adalah Hitachi Seaside Park. Lokasinya di Hitachinaka yang berjarak sekitar 130 kilometer barat daya Tokyo. Di sini terdapat taman bunga dengan luas 350 hektar dengan berbagai jenis dan spesies. Bunga yang paling terkenal adalah Kochia, dengan warna merah pada akhir Oktober hingga awal November.

Untuk menuju tempat ini dari Tokyo bisa menggunakan kereta JR Joban Line dari stasiun Shinagawa atau Ueno menuju Katsuta Station (80 menit, 3800 yen). Kemudian pindah menggunakan bis wisata khusus menuju lokasi Hitachi Seaside Park(15 menit, 400 yen). Taman tersebut buka setiap hari kecuali hari libur nasional dengan harga tiket 410 yen.

Bermalam di Nikko yang Tak Kalah Cantik

Suasna musim gugur di Lake Chuzenji, danau terbesar di Nikko
Lake Chuzenji, danau terbesar di Nikko (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Liburan ke Jepang berikutnya adalah berkunjung ke kota kecil di kawasan perbukitan. Namanya Nikko yang berjarak sekitar 125 dari Tokyo. Kota ini terkenal sebagai “pintu masuk” ke Taman Nasional Nikko dengan pemandangan menakjubkan, mulai sungai, danau, air terjun, hingga hutan.

Hutan di Senjogahara yang menjadi simbol dari Nikko National Park
Hutan di Senjogahara (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Nikko bisa ditempuh one day trip dari Tokyo, tapi saya memilih untuk menginap semalam di kota ini agar lebih banyak tempat yang dikunjungi. Seperti Shinkyo Bridge, Senjogahara, Lake Chuzenji, Ryuzu Waterfall, dan Lake Sainoko. Cara ke sini bisa bisa menggunakan kereta Tobu Railway yang berangkat dari Tobu Asakusa Station (2800 yen sekali jalan). Alternatif lain bisa menggunakan JR Line dari JR Shinjuku Station menuju Tobu Nikko Station(4000 yen dengan reserved seat).

Dari bandara Narita juga ada bis yang langsung menuju Nikko (3,5 jam dan 4500 yen), atau bisa juga naik bis dari Narita ke JR Utsunomiya Station (3 jam, 4000 yen) kemudian naik JR Nikko Line menuju Nikko (45 menit, 760 yen).

Menikmati Keindahan Gunung Fuji dari Kawaguchiko

Danau Kawaguchi merupakan destinasi paling populer untuk mendapatkan pemandangan Gunung Fuji. Untuk sampai di sini, Teman Traveler bisa naik bis dari Tokyo, tepatnya dari Shinjuku Bus Station, dengan jadwal keberangkatan tiap jam (1750 yen, 2 jam perjalanan). Apabila menggunakan kereta, naik JR Chuo Line dari Shinjuku Station ke Otsuki Station (70 menit, 2500 yen), kemudian dilanjutkan kereta lokal Fujikyu Railway Line menuju Kawaguchiko Station (55 menit, 1140 yen).

Gunung Fuji dengan puncaknya tertutup salju, dilihat dari Danau Kawaguchi
Gunung Fuji dengan puncaknya tertutup salju (c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Pemandangan alam yang ditawarkan di sini bukan hanya kokohnya Gunung Fuji. Namun, Danau Kawaguchi yang biru terlihat memukau. Makin cantik dengan paduan pepohonan di sekitar. Nah, untuk menikmati alam ini, cobalah ke Mimoji Tunnel. Lokasinya sekitar 250 meter dari Oishi Park. Berkunjung ke sini, pastinya bikin liburan ke Jepang makin berwarna.

Berkunjung ke Tempat Bersejarah di Kyoto

Daigoji, landscape danau dan kuil paling populer di Jepang saat musim gugur
Daigoji, landscape danau dan kuil paling populer(c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Kyoto menjadi destinasi wisata berikut saat liburan ke Jepang. Di kota ini, banyak tempat cantik bertema kuil dan Jepang kuno, seperti Kiyomizudera, Kinkakuji, Arashiyama, Gion, dan Fushimi Inari. Khusus untuk musim gugur, saya lebih banyak jelajah tempat yang tak terlalu ramai. Keindahannya tetap juara. Seperti Daigoji, Arashiyama River, Ryoonji di Funasaka, dan Kuwayama Shrine di Kameoka.

Suasana musim gugur di Ryoonji Temple, Funasaka, Kyoto
Musim gugur di Ryoonji Temple(c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Untuk menuju Kyoto, cara paling sederhana dan hemat adalah naik bis Willer Express yang bisa dipesan online sebelum berangkat ke Jepang. Bis ini berangkat dari Shinjuku Bus Station dan turun di Kyoto Station, dengan lama perjalanan sekitar 7 jam (3500 yen). Musim gugur di Kyoto, biasanya lebih awal daripada Tokyo. Sempatkan menginap minimal dua malam di sini.

Injakkan Kaki di Osaka Sebelum Pulang

Salah satu sudut kota Osaka saat malam hari
Menikmati liburan ke Jepang, singgahlah di Osaka saat malam hari(c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Perjalanan liburan ke Jepang selanjutnya adalah singgah Osaka. Kota ini identik dengan pusat perbelanjaan dan kuliner enak seperti di Namba, Shinsaibashi, dan Dotonbori. Selain itu, ada juga Osaka Castle, yang merupakan kastil terkenal di sini. Untuk menuju kota ini, saya menggunakan kereta cepat Shinkansen dari Kyoto (15 menit, 1400 yen).

Estimasi Biaya Selama Perjalanan

Daun-daun momiji yang berwarna kuning dan merah khas musim gugur di Jepang
Daun-daun momiji(c) Zulfikar Aleksandri/Travelingyuk

Gambaran estimasi biaya perjalanan selama 10 hari di enam kota Jepang bisa berbeda untuk setiap orang. Hal tersebut tergantung gaya perjalanan, transportasi yang digunakan, penginapan, dan konsumsi selama di Jepang. Sedangkan untuk perjalanan ini hanya menghabiskan biaya sekitar Rp10 juta dengan rincian berikut.

  • Tiket pesawat (promo) : Rp3.000.000
  • Akomodasi 8 malam (hostel dan ryokan) : Rp2.000.000
  • Transportasi selama di Jepang : Rp2.125.000
  • Konsumi selama di Jepang (sevel, yoshinoya, sukiya) : Rp1.840.000
  • Lain-lain : Rp1.035.000

Seperti peribahasa lama, autumn is the year’s last and loveliest smile, Jepang memberi keindahan puncaknya jelang akhir tahun yaitu saat musim gugur. Bagaimana, makin tertarik untuk berkunjung dan menikmati keindahan Negeri Sakura bukan? Yuk, segera agendakan liburan ke Jepang. Next

ramadan

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Latitude Villa Bali

Latitude Villa, Akomodasi Unik di Kuta yang Berikan Sensasi Berenang di Atap Kamar

Wisata Bali Pilihan Yuki Kato

Kerja Bonus Liburan Yuki Kato di Bali, Enaknya Refreshing Dapat Duit