in , ,

Mampir ke Makam Air Mata Ibu di Madura, Bisa Lebih Paham Perempuan

Jalan-jalan Sambil Kenang Pengorbanan Sang Ratu Ibu

Komplek makam kerajaan di Madura
Komplek makam kerajaan di Madura (c) Willy/Travelingyuk

Indonesia adalah negara dengan beragam budaya. Dongeng daerah tentang asal-usul tempat kaya akan makna dan pelajaran berharga. Teman Traveler tentu tahu soal kisah Malin Kundang, yang menggambarkan cinta seorang ibu pada anaknya. Di Madura, Teman Traveler bisa mempelajari cerita semacam itu di Makam Air Mata Ibu, Kabupaten Bangkalan. Yuk, simak ulasannya.

Baca juga : Kelingking Beach, ‘Raja Ampat dan Tyrex’ di Bali

Sang Ratu yang Merindu 

Komplek Makam Ratu Ibu (c) Willy/Travelingyuk
Komplek Makam Ratu Ibu (c) Willy/Travelingyuk
Area Makam Ratu Ibu di Bangkalan (c) Willy / Travelingyuk
Area Makam Ratu Ibu (c) Willy/Travelingyuk

Ratu Ibu adalah tokoh yang sangat disegani di Madura. Statusnya sebagai istri Raja Cakraningrat I membuat posisinya sangat penting. Nama aslinya adalah Sarifah Ambani, keturunan Sunan Giri dari Gresik. Lantaran Cakraningrat sering keluar istana untuk melaksanakan tugasnya dari Kerajaan Mataram Islam, sang ratu kerap dipenuhi rasa rindu. Ia juga dikenal sebagai pribadi baik dan penuh kasih sayang.  

Tangisan di Pertapaan 

Sebelum masuk makam pengunjung diharuskan untuk mengisi buku tamu (c) Willy/Travelingyuk
Sebelum masuk makam wajib mengisi buku tamu (c) Willy/Travelingyuk
Makam keluarga kerajaan Madura (c) Willy/Travelingyuk
Makam keluarga kerajaan di Madura (c) Willy/Travelingyuk

Rasa rindu membuat Ratu Ibu sedih dan hatinya terguncang. Untuk mendapatkan ketenangan, beliau kabarnya pergi ke suatu tempat untuk mendoakan agar suaminya diberi kesehatan dan tujuh keturunannya kelak menjadi penguasa Madura. Saat Cakraningrat kembali ke Istana, Ratu Ibu begitu bahagia dan menyambut sang suami dengan suka cita. 

Pengorbanan Perempuan

Petunjuk ke lokasi makam Ratu Ibu (c) Willy /Travelingyuk
Petunjuk ke lokasi makam (c) Willy/Travelingyuk
Monumen peresmian di Makam Aer Mata Ibu (c) Willy/Travelingyuk
Monumen peresmian di Makam Aer Mata Ibu (c) Willy/Travelingyuk

Doa agar tujuh keturunan kelak jadi penguasa Madura disampaikan sang ratu pada Cakraningrat. Bukannya senang, Sang Raja malah kecewa karena ingin keturunannya terus berkuasa sebagai raja. Saat kembali ke Mataram, Ratu ibu kembali ke pertapaan untuk berdoa sambil menangis. Konon air matanya terus mengalir deras sampai beliau wafat. 

Gaya Arsitektur Kuno

Area Makam memiliki arsitektur kuno (c) Willy/Travelingyuk
Area makam memiliki arsitektur kuno (c) Willy/Travelingyuk
Makam Aer Mata sebagai wisata religi (c) Willy/travelingyuk
Kawasan wisata religi (c) Willy/Travelingyuk

Makam Aer Mata Ibu ini adalah peninggalan bersejarah. Dari gerbang pertama, Teman Traveler akan dihadapkan pada tangga yang lumayan tinggi. Hal ini karena lokasi makam di daerah perbukitan kecil. Bangunan untuk melindungi makam berupa joglo terbuka dengan beberapa bagian. Letak Makam Ratu Ibu ada di cungkup paling atas. Di sini, juga dimakamkan beberapa keturunan kerajaan Madura, tokoh istana hingga abdi dalem. 

Air Barokah Penuh Khasiat

Air barokah (c) Willy/Travelingyuk
Air Barokah (c) Willy/Travelingyuk
Parkiran dan tempat membeli oleh-oleh (c) Willy/Travelingyuk
Parkiran dan tempat beli oleh-oleh (c) Willy/Travelingyuk

Di sekitar makam ini ada mata air yang kabarnya memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Cukup membayar Rp5000, Teman Traveler sudah bisa membawa pulang satu botol air segar. Sempatkan juga untuk membeli beberapa oleh-oleh khas Madura, seperti rengginang lorjuk, petis madura, kerupuk, dan lain sebagainya. 

Cara Menuju Lokasi Makam

Makam Ratu Ibu di Bangkalan (c) Willy/Travelingyuk
Makam Ratu Ibu di Bangkalan (c) Willy/Travelingyuk

Makam Air Mata Ibu adalah destinasi wisata religi di Madura. Areanya cukup luas dan memiliki fasilitas cukup lengkap. Mulai dari tempat istirahat hingga ibadah. Untuk melihat keunikannya secara langsung, cukup datang ke Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Teman Traveler bisa berangkat dari Surabaya, kemudian lewat Jembatan Suramadu. Setelah itu mengambil arah ke arah Arosbaya. Tak begitu jauh dari makam, terdapat tambang batu kapur yang disulap menjadi wisata menarik. 

Petunjuk arah di Makam Ratu Ibu (c) Willy/Travelingyuk
Petunjuk arah menuju makam (c) Willy/Travelingyuk

Itulah beberapa informasi menarik tentang Makam bersejarah yaitu Aer Mata Ibu, Yaitu Ratu Ibu yang memiliki hati lembut dan rela berkorban. Di samping statusnya sebagai permaisuri, beliau adalah wanita yang bisa merasakan rindu mendalam.

Untuk menebus kekecewaan suaminya, kabarnya Ratu Ibu rela meratap dan banjir air mata hingga ajal menjemput. Sungguh kisah cinta yang begitu mengharukan. Next

ramadan

Tips Barang yang Penting Dibawa Saat di Pesawat

Kedai Kopi Warga, Biji Kopinya Langsung Diolah Penduduk Setempat