in , ,

Museum Sandi Jogja, Asyiknya Belajar Main Pesan

Jalan-jalan Sambil Belajar di Museum Sandi Jogja

Koleksi antik di Museum Sandi Jogja
Koleksi antik di Museum Sandi Jogja (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Jogja bisa dibilang memiliki pesona wisata yang tiada habisnya. Mulai dari keraton, gunung, bangunan bersejarah, pantai, dan masih banyak lagi. Namun jika Teman Traveler ingin sesuatu yang beda, bisa coba mampir ke Museum Sandi.

Baca juga : Kafe Matcha di Jakarta, Surganya Green Tea dengan Spot Instagenic

Sandi angka sebagai suvenir (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Sesuai namanya, di sini Teman Traveler bisa merasakan asyiknya jalan-jalan sembari belajar aneka kode pesan. Tak sekadar liburan, namun juga menambah pengetahuan. Yuk, simak pengalaman saya jalan-jalan ke Museum Sandi.

Berada di Lokasi Strategis

Peta Komunikasi Sandi (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Museum Sandi berada di pusat Jogja, beralamat di Jalan Faridan
M Noto No.21, Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman. Destinasi bernuansa sejarah ini masuk kawasan Kotabaru, tak jauh dari Malioboro maupun Tugu Pal Putih.

Teman Traveler tak perlu takut kesulitan menemukan tempatnya. Posisi Museum Sandi ada di sisi timur Tugu Jogja, bisa dicapai dengan berjalan kaki kira-kira 10 menit. Begitu menemukan pertigaan, kalian tinggal belok ke arah selatan.

Replika Monumen Sanapati (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Bangunan dua lantai ini mengusung gaya arsitektur lawas, serupa dengan gedung lain di sekitarnya. Tampak sangat megah dilihat dari kejauhan.

Menyimpan Koleksi Sejarah Persandian

Mesin Sandi (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk
Replika sepeda kurir sandi (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Begitu masuk area museum, Teman Traveler akan rasakan sensasi heritage kental. Hampir di tiap sudut, nampak beragam koleksi menarik dari dunia persandian. Kalian akan melihat beberapa benda antik seperti mesin sandi, replika sepeda kurir, replika buku kode, peta komunikasi sandi, serta miniatur Monumen Sanapati.

Diajak Memecahkan Sandi

Kode naskah (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk
Batu ukir (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Begitu awal masuk, Teman Traveler bakal mendapat kertas suvenir berisi sandi angka. Di permukaannya nampak deretan huruf dan angka tertata rapi. Jika bingung, petugas jaga atau pemandu akan menjelaskan cara bermainnya. Cukup mudah kok, bisa dicoba anak-anak maupun orang dewasa.

Menghirup Udara Segar dari Ketinggian

Lantai dua di sisi depan (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Puas menjelajah lantai satu, saya bergegas naik ke lantai dua. Dengan cepat saya menapaki sebuah tangga minimalis warna coklat. Begitu sampai, deretan lukisan tampak menghiasi sekujur dinding.

Di sini Teman Traveler bisa menemukan semacam balkon yang menghadap langsung ke jalan raya. Panorama gedung di sekitar kawasan Kotabaru terlihat jelas dari sini, sangat menarik untuk diabadikan. Kalian juga bisa bersantai sejenak sambil membiarkan udara segar merasuk dalam tubuh.

Ada Spot Instagenic

Spot foto di lantai dua (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Museum umumnya terkesan kuno dan membosankan. Namun tak demikian dengan Museum Sandi. Di sini kalian bisa menemukan sebuah ruangan Instagenic di lantai dua. Berhiaskan meja dan kursi warna-warni, sudut ini dipenuhi beragam koleksi benda bersejarah. Selain itu ada juga papan khusus untuk menuliskan pesan dan kesan dari pengunjung.

Papan pesan dan kesan (c) Latifah Ayu Kusuma/Travelingyuk

Museum Sandi buka Senin hingga Jumat. Teman Traveler yang penasaran bisa mampir antara pukul 09.00 hingga 12.00. Hingga tulisan ini dibuat, tidak ada tiket masuk alias gratis. Sementara untuk fasilitasnya, tersedia mushola, toilet, aula, ruang komunitas, taman, dan gazebo.

Demikian pengalaman saya jalan-jalan di Museum Sandi. Jika Teman Traveler sedang keliling wisata Jogja dan mencari sesuatu yang beda, boleh banget mampir ke tempat wisata bernuansa sejarah ini. Next

ramadan
Bedjo Homestay

Bedjo Homestay Jogja, Habiskan Malam Syahdu dekat UGM

Interior vintage di Warung Lawas Jogja

Warung Lawas Jogja, Rasakan Atmosfer Vintage ala Prawirotaman