in ,

7 Potret Artjog 2019, Pameran Seni Kekinian Favorit Para Milenial Jogja

Bagi para pcecinta seni, jangan lewatkan Artjog 2019 ini

Artjog 2019

Artjog 2019 kini tengah menjadi wisata edukasi seni yang sedang diminati di Yogyakarta. Bagaimana tidak, festival seni satu ini menampilkan konsep cukup unik dan instagrammable yang membuat para pengunjung tidak bosan berada di sana. Untuk itu, Traveling Yuk akan menampilkan potret dari Artjog 2019 kepada Teman Traveler semua. Yuk simak ulasannya. 

Baca juga : Pantai Cemara Banyuwangi, Keindahan Murah Meriah di Ujung Timur Jawa

Humba Dreams 

potret artjog 2019
Humba Dreams via instagram/artjog.id

Sebagai seorang sutradara film, Riri Riza tidak ingin berhenti dalam mengeksplorasi karyanya. Maka dari itu, Riri Riza menuangkan karyanya ke dalam bentuk instalasi patung jasad duduk dari tradisi Marapu. Dihadirkan dengan semacam lubang kecil yang cukup untuk diintip. Di dalamnya terputar B-Roll yang merupakan sisa dari pembuatan film terbarunya di Pulau Sumba.

Taman Organik Oh Plastik 

Taman Organik Oh Plastik via instagram/eugene.dl

Seorang seniman bernama Handiwirman juga tak ingin kalah. Ia menampilkan benda-benda yang sering kita anggap remeh dan bahkan mungkin dikategorikan sebagai sampah, lalu ia jadikan karya seni yang memiliki makna yang lain. Benda-benda temuan seperti karet gelang, rambut, kawat, dan plastik yang telah terbuang dan tidak berguna, dihidupkan kembali dalam karyanya.

Foruk 

Foruk via instagram/rahardiani_

Tiga lukisan ini merupakan hasil karya dari seniman bernama Agan Harahap. Karya ini mengangkat konsep mitos, legenda dan cerita rakyat. Tema tersebut berangkat dari kegelisahannya terhadap anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat.

Daun Katulistiwa 

potret artjog 2019
Daun Katulistiwa via instagram/Risnawan 

Karya seni satu ini paling disukai oleh pengunjung karena keunikan bentuknya. Ini adalah hasil karya dari Teguh Ostenrik yang terinspirasi pengalaman pribadinya saat menyaksikan keindahan bawah laut. Uniknya, instalasi seni ini nantinya bisa digunakan langsung untuk pengembangan terumbu karang. 

Whirlwind of Time 

Whirlwind of Time via instagram/paullaul

Andrita Yuniza Orbandi menggarap instalasinya dari ratusan dahan dan batang ranting pohon-pohon yang ditebang dan terbuang.  Terinspirasi oleh cerita dalam buku Haruki Murakami, Kafka on the Shore, Andrita membangun struktur utama karyanya dengan mengadopsi bentuk pusaran angin puyuh. Berpusat pada sebuah ruang kosong, instalasi badai ini menggambarkan bagaimana berbagai tekanan dalam kehidupan manusia sesungguhnya disebabkan oleh tindakan dan pikiran mereka sendiri. 

Tumpuk lapis Tampak Isi: Laras 5 

Tumpuk lapis Tampak Isi: Laras 5 via instagram/kadekarini

Bagi Fika Ria Santika, karya Tumpuk lapis Tampak Isi: Laras 5 adalah proses merepresentasikan alam , sebagai salah satu cara untuk memahami kedalaman dan keluasan maknanya.Meski bentuk-bentuk yang hadir di instalasinya cenderung tidak terlalu mewakili, semua itu merupakan hasil dari proses transformasi, sifat dan bahasa benda-benda yang ada di alam. 

Tanpa Cerita 

Tanpa Cerita via instagram/paullaul

I Made Djirna berkarya dengan menggali kembali nilai-nilai budaya lama yang telah hilang, namun masih relevan sampai saat ini. Karya-karyanya menghadirkan kembali gambaran dan perlambang roh leluhur, manusia setengah hewan, hewan dan artefak. Ada juga yang bermakna tempat-tempat yang dianggap suci, seperti gunung, sumber air dan pepohonan yang dipercaya masih memiliki kekuatan pelindung. 

Itulah segelintir potret dari Artjog 2019. Semua hasil karya dari para seniman memiliki arti yang sangat bermakna. Mulai dari menjaga alam hingga melestarikan kebudayaan agar tidak tenggelam dimakan zaman. Jadi, Teman Traveler suka hasil karya siapa nih?  Next

ramadan

Deretan Kafe Bertema Pink di Bali, Siapkan Pose Terbaikmu

hotel mercure pontianak

Hotel Terbaik Kota Pontianak, Cuma 500 Ribuan!