in , ,

Menyaksikan Ritual Perang Pandan di Bali, Sakral dan Menegangkan

Kamu berencana liburan ke Bali bulan Juli mendatang? Kamu bisa menonton ritual sakral yang hanya dilaksanakan satu tahun sekali ini. Ritual ini adalah Mekare-kare atau lebih dikenal dengan Perang Pandan. Sebelum datang melihat langsung ritual sakral di Bali ini, yuk kenali dulu apa sih Perang Pandan itu!

Baca juga : Negara yang Terapkan Travel Advice ke Indonesia Akibat Demo, Mana Saja?

Perang Pandan di Desa Tenganan

Desa Tenganan (c) Helga Christina/Travelingyuk

Ritual Mekare-kare dilaksanakan di Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Lokasinya memang cukup jauh dari pusat kota, dari daerah Kuta membutuhkan perjalanan sekitar 2 jam.

Masih menjunjung hukum adat (c) Helga Christina/Travelingyuk

Desa ini sendiri merupakan Desa Bali Aga, di mana merupakan satu dari 3 desa Bali kuno yang masih menjunjung kental hukum adat desanya, atau disebut awig awig.

Asal Usul Ritual Perang Pandan

Banyak wisatawan menonton ritual (c) Helga Christina/Travelingyuk

Konon menurut cerita, Dewa Indra sebagai Dewa Perang dianggap sebagai dewa tertinggi, membantu melawan dari pemerintahan raja yang kejam di daerah Tenganan. Untuk memperingati pertarungan inilah, maka masyarakat desa rutin menggelar ritual Perang Pandan.

Perang Pandan (c) Helga Christina/Travelingyuk

Karena merupakan ritual sakral dan langka, maka tak heran jika Desa Tenganan dipadati orang untuk menonton saat ritual diadakan. Mulai dari wisatawan lokal, fotografer, sampai wisatawan mancanegara antusias menonton Perang Pandan. Kamu juga bisa lho mengikuti Perang Pandan kalau berani.

Menggunakan Peralatan Khusus

Dalam ritual ini, menggunakan pandan yang bukan sembarangan. Namun pandan berduri yang kemudian diikat dan digunakan sebagai senjata dalam bertarung. Peralatan perang lainnya juga digunakan, seperti memakai tameng dari rotan yang menyerupai perisai.

Pertarungan sengit (c) Helga Christina/Travelingyuk

Mereka yang mengikuti Perang Pandan adalah lelaki, tak hanya dewasa tapi juga anak-anak yang sudah dianggap pantas untuk ikut. Tak jarang penonton tertawa melihat aksi mereka yang lucu karena takut dipukul.

Mempererat tali persaudaraan (c) Helga Christina/Travelingyuk

Jadi, antar kedua laki-laki akan bertarung layaknya glagiator dengan pandan berduri. Mereka akan bertarung dengan menggosokkan pandan berduri di punggung lawan. Tak heran jika punggung peserta akan berdarah, tapi akan langsung dibalut dengan ramuan tradisional.

Diiringi Musik Tradisional

Diiringi musik tradisional Bali (c) Helga Christina/Travelingyuk

Perang Pandan sendiri biasanya dimulai pukul 12 siang. Satu ronde pertarungan memakan waktu sekitar 5 menit. Dalam 1 hari, ritual perang pandan bisa dilakukan 2 hingga 3 jam lamanya dan bergiliran.

Warga mengenakan baju tradisional (c) Helga Christina/Travelingyuk

Dalam ritual ini, tidak ada dendam antara lawan. Karena ini adalah bagian dari ritual dan sebagai upaya mempererat tali persaudaraan juga. Pertarungan ini akan diiringi oleh musik tradisional Bali. Para wanita akan memakai baju tradisional dari desa. Banyak yang menantikan momen saat para wanita dengan anggun mengenakan baju tradisional.

Di tahun 2022 ini, Perang Pandan akan dilaksanakan pada 23-24 Juli. Jadi, kalau kamu berencana liburan ke Bali saat tanggal itu, sempatkan menonton ritual sakral ini ya! Next

ramadan

Written by Helga Christina

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Ini Dia, 7 Tempat Wisata Gratis di Semarang Cocok Untuk Kamu yang Berhemat

Tahukah Kamu, Berbagai Makanan Indonesia Ini Berasal Dari Belanda