in ,

Roti Liong, Kuliner Jadul Pertahankan Cara Masak Lama Tanpa Mesin

Roti Liong di Jakarta, Pertahankan Cara Lama dengan Resep Terjaga

Penjual Roti Liong
Penjual Roti Liong

Nostalgia menumbuhkan memori lama ke masa kini. Karena itulah, mereka yang rindu seakan-akan mencari tempat guna menjadi obat penawar berbagai hal di masa lalu. Seperti halnya tempat makan, ada lokasi-lokasi yang mempertahankan gaya lama, resep leluhur, dan lain-lain untuk ‘ajang’ nostalgia. Salah satunya yang akan membawamu nostalgia adalah Roti Liong.

Baca juga : Kota-Kota di Asia Dengan Akomodasi Termurah Untuk Liburan Akhir Tahun

Roti Liong merupakan salah satu roti legendaris di Jakarta. Ini memang bukan roti-roti yang berada di etalase kaca mewah, namun perlu dicoba karena memiliki ciri khas tersendiri.

Sejarah Singkat Roti Liong di Jakarta

Roti Liong rasa-rasa, via Instagram/chubbybunny0217
Roti Liong rasa-rasa, via Instagram/chubbybunny0217

Roti Liong dirintis oleh Adi Sunarya yang telah dimulai dari tahun 1960-an. Ini merupakan roti rumahan yang berbeda dengan versi modern atau kekinian. Tekstur roti yang dijual ini memang tidak lembut dan cenderung keras. Namun tekstur roti begini inilah yang membuat banyak orang kangen. Beda sensasinya dengan berbagai roti modern sekarang ini.

Dijajakan dengan Pikulan dan Terompet Khas

Dijual dengan dipikul, via Instagram/sonynugroho1981
Dijual dengan dipikul, via Instagram/sonynugroho1981

Ciri khas dari Roti Liong ini dijual secara keliling. Biasanya, mereka berjualan dengan sepeda gerobak dan juga ada juga yang pikulan. Roti lawas ini dijual dengan cara yang memang unik, dengan memakai terompet pencet yang berbunyi “tet tet tet” sebagai penanda kehadirannya. Dan ini juga tidak kalah mengobati kerinduan akan masa-masa yang telah lalu.

Diolah Secara Homemade

Sederhana namun istimewa, via Instagram/vio_pichie
Sederhana namun istimewa, via Instagram/vio_pichie

Satu hal lagi yang masih dipertahankan sampai sekarang ini, pengolahannya masih menggunakan cara tradisional, tidak menggunakan mesin dan tak ada pengawet apapun. Karena hal itulah, roti produksi Roti Liong hanya bertahan selama dua hari. Untuk jenis-jenis roti yang dijajakan banyak variannya, mulai dari roti gabang, roti susu, roti isi cokelat, keju manis, nanas, dan lain sebagainya.

Ciri khas sampai sekarang, via Instagram/omdoyanjajan
Ciri khas sampai sekarang, via Instagram/omdoyanjajan

Untuk tempat produksinya, Roti Liong dibuat di rumah.Alamatnya berada di Jl. Tambora Raya, Jakarta Barat. Ternyata memang sejak awal di lokasi ini dan sampai sekarang tidak pindah. Untuk mereka para penjualnya bisanya akan lewat di sekitaran Glodok bahkan sekitar kawasan Menteng. Untuk harganya, di bawah Rp10.000. Jadi sangat murah dan patut untuk dicoba.

Bisa dibilang tekstur roti-roti di sini cukup membumi, tidak terlalu empuk namun enak dipadukan dengan minuman hangat seperti teh ataupun kopi. Ada juga roti jadul lainnya yang bisa kamu cicipi Teman Traveler. Bisa Roti Lauw atau Roti Tan Ek Djoan. Mungkin kamu sudah pernah mencoba salah satunya. Next

ramadan
Hutan Pinus Malino

Berakhir Pekan di Hutan Pinus Malino, Ada Wahana Berkuda Lho

Nasi Gurih Pak Zul

Nasi Gurih Pak Zul di Muara Karang yang Telah Melegenda, Ada sejak 1952