in ,

10 Wanita Kuat Melestarikan Kuliner Khas Indonesia, Mari Contoh Semangat Kartini dari Mbah-mbah Ini!

Mari Contoh Semangat Kartini dari Mbah-mbah Ini!

Semangat Kartini jelas terlihat pada wanita-wanita kuat penjual aneka kuliner Indonesia berikut ini. Di usianya yang sudah taklagi muda, beliau-beliau tetap melestarikan kuliner khas Indonesia dengan sepenuh hatinya. Siapa saja wanita hebat yang dimaksud? Ini dia ulasannya!

Baca juga : Jajanan Tradisional Warna Warni, Ndeso Tapi Banyak Dicari

Ronde Mbah Payem

Ronde Mbah Payem yang Legendaris via Instagram/eatandjournal

Mbah Payem sudah mulai berjualan ronde dari tahun 1965. Di usianya yang sudah menginjak sekitar 90 tahun, beliau masih rajin berjualan. Satu porsi ronde yang dijual Mbah Payem dihargai sekitar Rp5 ribu.

Mampir ke gerobak ronde Mbah Payem di Jln. Kauman, Jogja ya! Setiap harinya, Mbah Payem berjualan dari pukul 18.00-24.00 atau 19.30-02.00 WIB.

Gudeg Ceker Bu Kasno

Bu Karno Masih Cekatan Melayani Pembeli Gudeg Cekernya via Instagram/arifbarokah

Di usianya yang sudah menginjak angka 70 tahun lebih, dengan semangat Kartini, Bu Kasno tetap setia melayani pembeli setia gudeg cekernya. Meski buka mulai pukul 01.00 dini hari, warung gudeg Bu Kasno yang ada di Jln. Wolter Monginsidi, Solo tidak pernah sepi.

Bu Kasno sudah mulai berjualan gudeg sejak tahun 1970. Untuk dapat menikmati satu porsi gudeg ceker yang melegenda di Solo ini, Teman Traveler hanya perlu mengeluarkan uang mulai dari Rp18 ribu.

Gudeg Mbah Lindu

Gudeg Mbah Lindu, Salah Satu yang Terkenal di Jogja via Instagram/donyadhika

Saat berlibur ke Jogja, pastikan untuk mencicipi Gudeg Mbah Lindu! Wanita kuat yang usianya sudah mencapai 100 tahun ini sudah mulai berjualan gudeg sejak tahun 1940. Bermula dengan menjajakannya sambil berkeliling, kini gudeg racikan Mbah Lindu bisa ditemukan setiap pagi dari pukul 05.00-10.00 WIB di Jln. Sosrowijayan, Sosromenduran, Jogja.

Saat makan di sini, ada baiknya untuk tanya harga lebih dulu ya! Karena, harga setiap porsi bisa berbeda-beda.

Es Dawet Mbah Hari

Es Dawet Mbah Hari di Pasar Beringharjo via Instagram/jogjaeatguide

Ingin yang segar-segar saat jalan ke Pasar Beringharjo? Mampir ke Es Dawet Mbah Hari ya! Satu porsi dawet segar, harganya hanya sekitar Rp4 ribu. Murah, kan?

Soal rasa jangan diragukan. Pasalnya, Mbah Hari sudah berjualan dawet sejak 40 tahun lalu. Resep legendaris, rasanya pasti terjamin! Mbah Hari bisa ditemukan di pintu masuk Pasar Beringharjo sebelah utara. Beliau mulai berjualan dari pukul 09.00-habis.

Lupis Mbah Satinem

Mbah Satinem Masih Semangat Melayani Pembeli Lupisnya via Instagram/jogjataste

Ingin jajan lupis dengan resep legendaris di Jogja? Jawabannya adalah Lupis Mbah Satinem! Wanita hebat yang turut melestarikan kuliner Indonesia ini sudah mulai berjualan lupis sejak tahun 1963.

Berjualan sebelum pukul 06.00 WIB setiap harinya, lupis Mbah Satinem habis dibeli pelanggan dalam waktu sekejap. Harganya? Cukup dengan Rp5 ribu/porsi. Langsung saja meluncur ke Pasar Kranggan di seberang Lombok Idjo, Jln. Diponegoro, Jogja ya! Semangat Kartini dapat terlihat dari senyum Mbah Satinem.

Bubur Gudeg Mbah Waginah

Mbah Waginah, Penjual Bubur Gudeg Legendaris di Jogja via Instagram/dolandanjajan

Usia senja tidak menghilangkan semangat Mbah Waginah untuk menyuguhkan menu tradisional Indonesia pada para pembelinya. Seporsi bubur gudeg buatannya selalu ramai diserbu setiap pagi. Mbah Waginah sudah berjualan sejak 40 tahun lalu.

Usia Mbah Wagina kini sudah menginjak 95 tahun. Penasaran dengan rasanya? Silakan mampir ke Jln. Kabupaten Jogja dekat Griya Tiara untuk menikmati sajian dari mbah dengan Semangat Kartini ini! Satu porsi bubur gudeg Mbah Waginah harganya mulai dari Rp7 ribu.

Mangut Lele Mbah Marto

Mbah Marto di Dapurnya yang Masih Tradisional via Instagram/ighiw

Di sebuah dapur yang masih sangat tradisional, Mbah Marto yang sudah berusia 100 tahun lebih masih setia melayani pecinta mangut lele buatannya. Lele asap yang dibumbui dengan resep legendaris, mampu membuat banyak pelanggan datang.

Meski lokasinya cukup sulit, mangut lele Mbah Marto nggak pernah sepi. Satu porsi mangut lele legendaris ini dihargai mulai dari Rp15 ribu.

Sate Kere Mbah Yem

Sate Kere Mbah Yem Siap Bikin Perut Ayem via Instagram/dhikanov

Meski kerap tidak jualan karena sakit, Mbah Yem tetap memilih untuk terus menekuni usahanya berjualan sate kere. Di usianya yang sudah lebih dari 50 tahun, Mbah Yem tetap cekatan menyajikan menu-menu pesanan pelanggan, yang salah satunya adalah Presiden RI.

Sate Kere Mbah Yem sudah ada sejak Pasar Klewer berdiri. Kini, Mbah Yem bisa ditemui di depan Kantor Kelurahan Kemlayan, Solo. Satu porsi sate kere, dihargai mulai dari Rp11 ribu. Sate Kere Mbah Yem dijajakan setiap harinya mulai pukul 13.00-habis.

Mie Kopyok Mbah Wadi

Mbah Wadi dan Semangkuk Mie Kopyok Buatannya via Instagram/gembulfoodie

Mie Kopyok Mbah Wadi merupakan salah satu kuliner legendaris di Jogja. Bagaimana tidak sebab Mbah Wadi sudah mulai menjajakan mie kopyok sejak 1985. Saat ini, di usianya yang sudah lebih dari 80 tahun, Mbah Wadi tetap semangat melayani pembeli.

Penasaran dengan rasa mie kopyok legendaris ini? Silakan mampir ke Jln. Jagalan-Beji No.30, Purwokinanti, Jogja. Kedai Mie Kopyok Mbah Wadi buka setiap hari dari pukul 11.00-15.00 WIB. Harganya? Mulai dari Rp9 ribu saja!

Gudeg Mbah Pujo

Gudeg Mbah Pujo Ditunggu Pelanggan via Instagram/insightjogja

Di sekitar kawasan Seturan, Depok, Sleman, Mbah Pujo setiap harinya menjajakan gudeg untuk sarapan. Meski usianya sudah menginjak lebih dari 75 tahun, Mbah Pujo terlihat semangat, sehat dan bugar. Usaha Mbah Pujo menjual gudeg, sudah dimulai sekitar 46 tahun lalu.

Satu porsi gudeg yang dijual Mbah Pujo dihargai sekitar Rp5 ribu. Teman Traveler ingin mencoba rasanya yang legendaris? Silakan datang ke Jln. Selokan Mataram, Soropadan, Condongcatur.

Semangat Kartini dalam tubuh yang tidak lagi muda, sudah selayaknya memberi inspirasi pada generasi muda. Kuliner Indonesia yang disajikan oleh tangan rentanya, semoga menjadi ajakan untuk turut melestarikan resep-resep makanan Indonesia yang lezatnya istimewa. Setuju, kan? Next

ramadan
Bernarsis ria di Pantai Papuma

Pesona Pantai Papuma, Eksotisnya Alam Jember yang Bikin Terpesona

The Best Spots You Need to Visit in Tana Toraja