in

Sendang Seliran, Pemandian di Kotagede untuk Peziarah Makam Raja-Raja Mataram Bersih Diri

Sendang Seliran Kotagede

Indonesia kental akan adat istiadat turun temurun yang menjadi pesona tersendiri bagi wisatawan. Tak jarang adanya mitos yang terkandung.

Baca juga : Wabi Sabi, Guesthouse ala-ala Villa di Bali yang Instagenic di Jogja

Seperti halnya kepercayaan dari tempat pemandian kerabat kerajaan satu ini, yang dikenal dengan Sendang Seliran di Kotagede. Ada mitos apa saja yang ada di tempat ini? Berikut informasinya.

Sendang Seliran yang airnya tak pernah kering meski kemarau

Sendang Seliran merupakan kolam pemandian yang berlokasi di Desa Jagalan, Kecamatan Baguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemandian ini merupakan tempat untuk membersihkan diri bagi peziarah yang mengunjungi komplek makam raja-raja Mataram. Sendang Seliran sendiri berada di selatan kompleks raja-raja Mataram. Bagunannya juga merupakan cagar budaya peninggalan dari Panembahan Senopati, Raja Mataram Islam.

Foto via Star Jogja

Terdapat beberapa sendang, namun yang utama adalah Sendang Seliran kakung dan putri. Mata air dari sendang kakung mengalir tepat di bawah makam melalui lubang saluran sendang sebelah utara. Sedangkan dari sendang putri bersumber dari bawah pohon beringin. Uniknya meski musim kemarau, air di sendang ini tidak pernah mengering. Bagi wisatawan yang ingin mandi di sini harus sesuai dengan aturan yang ada, yaitu bagi laki-laki harus masuk ke sendang kakung dan untuk perempuan di sendang putri. Tempat ini biasanya ramai pada hari-hari tertentu, seperti malam Jumat Kliwon.

Diselimuti mitos unik yang dipercaya masyarakat sekitar

Tak hanya memiliki catatan sejarah saja, Sendang Seliran juga memiliki mitos yang dipercaya oleh masyarakat sekitar. Mitos tersebut tentang kolam sendang kakung, yaitu bagi para peziarah yang melihat Kiai Reges Truno Lele yang memiliki perwujudan seekor ikan lele dengan kepala dan tulang saja, maka dipercaya doa peziarah tersebut akan terkabul. Menurut keterangan dari juru kunci, terdapat pula lele albino yang dipercaya sebagai anakan dari Kiai Reges Truno Lele.

Foto via Jogja Daily

Selain itu, terdapat sebuah tradisi untuk menguras kolam di Sendang Seliran. Masyarakat mempercayai bahwa mandi dengan air dari sendang tersebut akan membawa keberkahan. Acara menguras tersebut akan dilakukan setiap tahunnya dan dilakukan pada waktu tertentu. Para pengurus atau abdi dalem akan melakukan arak-arakan jodhang atau siwur untuk menguras kolam dan dua buah gunungan.

Tempat yang cocok untuk wisata budaya, sejarah, hingga edukasi

Selain menyimpan banyak peninggalan sejarah, berwisata mengunjungi Sendang Seliran juga akan menambah wawasan tentang budaya, pendidikan, dan agama di Indonesia yang sangat beragam. Jangan khawatir, karena tempat ini juga menyediakan beberapa fasilitas seperti area parkir kendaraan, musala, toilet, tempat istirahat, hingga warung. Waktu berkunjung terbaik adalah saat siang hari agar dapat berkeliling melihat peninggalan sejarah di tempat ini dengan jelas.

Foto via Republika

Untuk mencapai Sendang Seliran, kamu dapat menggunakan arahan Google Maps yang akan mengarahkanmu dengan rute yang tepat. Namun, kamu juga bisa menggunakan bus atau angkutan umum, kemudian berhenti di terminal kota Bantul. Kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Sendang Seliran menggunakan ojek yang tersedia.

Bagaimana Teman Traveler, apakah kamu berencana untuk berkunjung ke Sendang Seliran di Kotagede? Siapa tahu kamu beruntung dan dapat melihat Kiai Reges Truno Lele.

Next

ramadan
Libur nasional dan cuti bersama tahun 2023 sudah didepan mata

Mantap! Tahun 2023 Banyak Libur Nasional dan Cuti Bersama, Ini Daftarnya!

Enam Langit by Plataran

Enam Langit by Plataran, Wisata Kuliner di Magelang dengan Pemandangan 6 Gunung Sekaligus