in , ,

Rekomendasi Urutan Spot Destinasi di Gunung Bromo yang Bikin Wisatamu Makin Seru

Spot wisata di Gunung Bromo

Siapa yang belum pernah berwisata ke Gunung Bromo? Jika belum, berarti harus segera diagendakan untuk datang ke gunung paling eksotis di Indonesia ini. Bukan masalah tingginya, tapi keindahan dan pesonanya yang tidak ada duanya, menjadikan Gunung Bromo selalu diramaikan wisatawan lokal dan mancanegara setiap harinya

Baca juga : Melihat Perayaan Jumat Agung di Cebu, Filipina

Gunung Bromo terletak di Kabupaten Probolinggo, tapi secara umum gunung ini terletak di antara perbatasan 4 kabupaten, Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Untuk mencapai Gunung Bromo, kita diberikan 3 pilihan akses, bisa melalui Malang, Pasuruan, ataupun Probolinggo. Berbicara wisata Bromo, tentu bukan hanya tentang gunungnya saja, lalu harus ke mana saja kita saat berwisata ke Bromo? Ini dia urutan yang paling pas.

1. Sunrise View Point Bukit Kingkong

Kalau kita berangkat ke Gunung Bromo, biasanya perjalanan dimulai saat dini hari dari Malang, Pasuruan, ataupun Probolinggo. Bukan tanpa alasan, ini karena spot tujuan pertama yang kita datangi adalah Sunrise View Point di penanjakan yang berlokasi di Tosari, masuk wilayah Kabupaten Pasuruan.

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Pilihan Sunrise View Point ini pun beragam, ada penanjakan 1, Bukit Kingkong, Bukit Cinta, Dingklik, atau Seruni Point (di wilayah Probolinggo). Tapi, view pont yang paling diminati adalah Bukit Kingkong karena kita bisa mengambil view keseluruhan berupa Desa Cemoro Lawang, Lautan Pasir, Gunung Bromo, Gunung Batok, dan juga terlihat Puncak Semeru yang memesona.

2. Bukit Widodaren

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Setelah lepas dari saat matahari terbit, tujuan kita selanjutnya adalah turun dari titik penanjakan ke wilayah padang pasir. Spot pertama yang harus kita sambangi tentu adalah Bukit Widodaren. Memang kita tidak akan naik ke atas bukit, tapi keindahan guratan-guratan di badan Bukit Widodaren ini menjadi spot favorit wisatawan berfoto. Apalagi kalau beruntung kita juga akan mendapatkan pemandangan awan yang bergelantungan dengan langit yang sangat biru.

3. Kawah Bromo

Bergeser dari Bukit Widodaren, kita akan menemukan Gunung Bromo, tujuan utama kita berwisata ke sini tentunya. Walaupun tingginya hanya 2.329 mpl, Gunung Bromo sangat menawan, dan jangan dikira gampang untuk kita sampai ke atas dan melihat kawahnya.

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Untuk naik ke Gunung Bromo, bagi kita yang naik kendaraan roda 2 bisa diparkir lebih dekat dengan tanjakan ke kawah Bromo, tapi untuk kita yang naik Hartop harus berjalan kaki lumayan jauh mengingat tempat parkir yang tersedia lumayan jauh. Tapi jangan khawatir, kalau kita mau bisa naik kuda yang disewakan oleh Suku Tengger setempat dengan tarif Rp75 ribu sampai Rp130 ribu. Tapi, naik kuda pun hanya sampai di bawah anak tangga menuju bibir kawah.

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Untuk melihat keeksotisan kawah Bromo, kita harus menaiki 250 anak tangga dengan kemiringan mencapai 45 derajat. Sebenarnya tidak seberapa capek, mengingat kita juga bisa beristirahat di tempat istirahat di sisi-sisi tangga yang telah disediakan. Yang membuat wisatawan menyerah sebelum sampai puncak adalah pengunjung yang berjubel, baik naik ataupun menuruni anak tangga, dan ini akan terjadi setiap hari khususnya hari libur.

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Gunung Bromo adalah salah satu gunung api aktif yang ada di Indonesia, ini mengapa saat kita melihat kawahnya akan ada asap putih dengan bau belerang yang sangat pekat. Asap putih ini selalu muncul setiap saat, jadi sebagai wisatawan kita tidak perlu takut untuk naik ke atas bibir kawah dan menikmati pemandangan kawah Bromo ini dari dekat.

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Masih dari bibir kawah Bromo, selain kita bisa menikmati keindahan kawah Bromo dari dekat kita juga bisa melihat gagahnya Gunung Batok yang tepat bersebelahan dengan Gunung Bromo. Buat yang mau foto-foto berlatar Gunung Batok tentu bisa dari atas sini, tapi harus hati-hati mengingat bibir kawah tidak terlalu luas untuk berpose.

Gunung Batok ini walaupun merupakan gunung mati tapi tetap terlihat gagah, bahkan karena gagah dan lebih tinggi dari Gunung Bromo, kebanyakan wisatawan menganggap Gunung Batok adalah Gunung Bromo.

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Salah satu titik keindahan lagi yang bisa kita temukan dari atas puncak Bromo adalah pemandangan yang sangat super eksotis ke arah pura di pelataran Gunung Bromo. Pura terlihat kecil dengan hiasang lautan pasir dan dinding tebing membuat semuanya terlihat sangat indah jika dilihat dari atas.

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Perjalanan naik ke atas kawah ataupun turun tentu akan sangat melelahkan. Maka dari itu, sempatkan untuk mengamati pemandangan sekitar dan kita akan menemukan pahatan-pahatan indah di sebuah dinding pasir yang mengeras. Pahatan berbentuk berbagai macam bentuk wajah manusia ini sengaja dibuat untuk memperindah lokasi jalan menuju dan kembali dari puncak kawah Bromo.

4. Pasir Berbisik

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Spot yang tak kalah ikonik selanjutnya adalah Pasir Berbisik. Kalau kita pernah mendengar atau bahkan menonton film berjudul Pasir Berbisik, di sini lah lokasi pengambilan adegan film tersebut. Lokasi Pasir Berbisik ini ada di sebelah timur Gunung Bromo dan Gunung Batok. Disebut Pasir Berbisik karena saat musim panas, pasir yang sangat kering membuatnya mudah terbawa hembusan angin kencang hingga berbunyi seperti orang sedang berbisik-bisik.

5. Pohon Jomblo

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Satu spot yang tak boleh terlewatkan adalah Pohon Jomblo, lokasinya tidak jauh dari Pasir Berbisik. Dikatakan Pohon Jomblo karena pohon ini berdiri satu-satunya di area Pasir Berbisik yang merupakan lahan sangat kering. Walaupun begitu, pohon ini tetap hidup dengan daun yang menghijau rimbun. Selain banyak digunakan sebagai spot foto prewedding, biasanya wisatawan pengguna roda 2 yang kelelahan juga beristirahat di sini.

6. Padang Savana (Bukit Telletubbies + Gubuk Derita)

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Spot wajib terakhir yang berada di paling ujung dan sudah masuk dalam wilayah Kabupaten Malang adalah Padang Savana. Seperti namanya, di area yang luas ini ditumbuhi tumbuhan perdu hijau bahkan hingga sampai ke atas bukit. Maka dari itu, salah satu spot di Padang Savana ini diberi nama Bukit Telletubbies. Selain bukit-bukit mungil hijau seperti yang ada di serial kartun Telletubbies, di tempat ini kita juga bisa menemukan badut-badut Telletubbies yang bisa kita ajak foto dengan membayar Rp10 ribu per orang.

Foto via Welly Handoko/Travelingyuk

Masih di wilayah Padang Savana, ada sebuah spot favorit yang sering digunakan tempat berfoto bagi pasangan yang dimabuk cinta. Spot ini bernama Gubuk Derita atau Pondokan Cinta. Sebenarnya tempat ini hanya berupa bangunan gubuk kayu yang sudah rusak dan tidak terawat, tapi justru keusangan dengan pemandangan hijau yang sangat fantastis mengelilinginya membuat gubuk ini tidak boleh terlewat dari daftar destinasi kita saat ke Gunung Bromo.

Nah, itu adalah urutan yang disarankan untuk dijelajahi saat berwisata ke Gunung Bromo. Sudah siap mendaki? Next

ramadan
Chago Korean BBQ all you can eat

Makan Daging Sepuasnya di Chago Korean BBQ, All You Can Eat Murah Meriah

Taman Bunga Lavender di dusun Bambu Bandung

Layaknya Di Luar Negeri, Taman Bunga Lavender Bandung Terbesar Di Indonesia