in , ,

Taman Sari Ngayogyakarta, Bangunan Bersejarah dengan Aneka Spot Instagenic

Jelajah Taman Sari Keraton, Water Castle dengan Aneka Spot Instagenic

Taman Sari Jogja
Taman Sari Jogja (c) Marifahtul Jannah/Travelingyuk

Taman Sari merupakan salah satu bangunan bersejarah Keraton Yogyakarta yang didirikan pada zaman Sultan Hamengku Buwana I. Tempat wisata yang terletak sekitar 500 meter arah barat daya Keraton tersebut dijuluki sebagai Istana Air atau water castle. Hal ini karena memiliki memiliki keunikan arsitektur di kolam airnya. Penasarankan dengan spot-spot instagenic di taman bersejarah ini? Berikut ulasan dari Kontributor Travelingyuk, Marifahtul Jannah

Baca juga : Warung Wardani di Bali, Tawarkan Kuliner Pulau Dewata dengan Rasa Otentik

1. Gedhong Gapura Panggung

Gedong Gapura Panggung foto pribadi @marifahtul_jannah
Gedhong Gapura Panggung foto pribadi (c) Marifahtul Jannah/Travelingyuk

Spot pertama ini bernama Gedhong Gapura Panggung. Bangunan bersejarah tersebut dibangun pada tahun 1684 Jawa. Menurut sumber, sekitar tahun 1758 Masehi. Gapura ini sekarang digunakan sebagai pintu masuk para wisatawan menuju komplek situs Pesanggrahan Taman Sari. Untuk tiket masuk Taman sari Jogja ini, Teman Traveler cukup membayar Rp5.000. Namun, jika turis asing dikenakan Rp10.000. Cukup murah bukan?

2. Gedhong Sekawan

GEDONG SEKAWAN
Gedhong Sekawan(c) Marifahtul Jannah/Travelingyuk

Setelah melewati pintu masuk, kita akan menemukan pemandangan unik berupa bangunan segi empat yang berjejer-jejer. Ialah Gedhong Sekawan. Disebut demikian karena gedhong tersebut berjumlah empat bangunan. Nah, setiap gedhong berbentuk persegi empat dengan bentuk dan ukuran yang sama persis. Pada setiap depan pintu terdapat trap setengah lingkaran dan selasar di sekelilingnya

3. Pasiraman Umbul Binangun

Pesiraman umbul binangun foto pribadi @marifahtul_jannah
Pesiraman umbul binangun foto pribadi (c) Marifahtul Jannah/Travelingyuk

Spot Instagenic di Taman Sari berikutnya yang bisa Teman Traveler kunjungi adalah komplek Pesiraman Binangun. Di sini terdapat tiga kolam yaitu umbul muncar, kolam kuras dan umbul binangun yang dulunya berfungsi sebagai pemandian para keluarga keraton. Umbul kawitan digunakan untuk mandi para putra-putri raja. Kolam umbul pamuncar, digunakan untuk khusus para selir. Sementara umbul panguras untuk para Raja. Kini, ketiganya berisi banyak uang koin yang tenggelam di dasarnya. Menurut penjaga, sebagian orang percaya jika melemparkan uang koin di sana, bakal dilancarkan rejekinya.

4. Gedhong Gapura Hageng

Gedong gapura hegeng foto pribadi @marifahtul_jannah
Gedhong gapura hegeng foto pribadi (c) Marifahtul Jannah/Travelingyuk

Berikutnya ada Gapura Hegeng yang menghubungkan antara halaman segi delapan pertama dengan bangunan segi delapan kedua. Konon gapura tersebut digunakan sebagai pintu gerbang utama taman para raja-raja pada zamannya. Nah, tempat satu ini wajib Teman Traveler gunakan sebagai latar untuk berfoto.

5. Sumur Gumuling

Sumur gumuling foto pribadi @marifahtul_jannah
Sumur gumuling (c) Marifahtul Jannah/Travelingyuk

Selanjutnya ada Sumur Gumuling yang konon merupakan tempat ibadah atau masjid. Sumur Gumuling juga dikenal sebagai masjid bawah tanah karena letaknya di bawah permukaan tanah. Disebut masjid karena ditemukan bagian berupa mihrab di dalamnya. Bangunan ini sendiri terdiri dari dua lantai yang dihubungkan dengan tangga unik. Beberapa sudut sering dijadikan latar foto oleh para traveler.

Mihrab/tempat pengimaman foto pribadi @marifahtul_jannah
Mihrab/tempat pengimaman (c) Marifahtul Jannah/Travelingyuk

Selain tempat-tempat tersebut, sebenarnya masih banyak lagi lainnya. Akan tetapi lokasinya terpisah di komplek yang berbeda. Nah, Teman Traveler penasaran dengan tempat wisata ini? Yuk jelajah Taman Sari dan juga destinasi lain yang tak kalah memukau di pusat kota Jogja Next

ramadan

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Ramen dengan Penyajian yang Unik

Di Dalam Gelas Sampai Burger, Ini Ramen dengan Penyajian Unik

Nasi Sandik

Nasi Sandik, Kuliner Enak dan Murah di Lombok Barat dengan Porsi Besar