in ,

Tradisi Masyarakat Betawi yang Terjaga Hingga Kini

Meskipun Minoritas, Tradisi Mereka Masih Kuat Terjaga

Setelah kemerdekaan, Jakarta menjadi destinasi bagi para imigran dari seluruh Indonesia. Sehingga orang betawi sendiri hidup sebagai minoritas di tanahnya. Dari data pada tahun 1961, masyarakat betawi mencakup 22,9 persen dari total masyarakat Jakarta sebanyak 2,9 juta jiwa pada saat itu. Meskipun begitu, mereka termasuk golongan yang kuat memegang tradisinya. Berbagai macam tradisi masyarakat betawi yang terjaga hingga kini masih tetap dapat ditemukan. Seperti empat hal berikut ini.

Baca juga : 5 ‘Penyakit’ Pasca Perayaan Tahun Baru, Kalian Termasuk?

Tanjidor

Para pemain Tanjidor via sumber.com

Tanjidor adalah kesenian tradisional betawi yang berasal dari bahasa Portugis, yaitu Tangedor yang berarti alat musik berdawai. Musik Eropa memiliki pengaruh yang besar dalam kesenian ini. Dalam masa penjajahan Tanjidor digunakan sebagai alat musik yang dimainkan para budak untuk menghibur para majikannya.

Ondel-Ondel

Ondel-ondel dengan wajah yang baru via yukepo.com

Dulu boneka raksasa yang identik dengan masyarakat Betawi dan Jakarta ini bernama Barongan. Namun seiring dengan perjalanannya, budaya ini berubah julukannya menjadi Ondel-ondel. Lantaran Almarhum Benyamin Sueb mempopulerkan lagu dengan judul Ondel-ondel. Namun orang betawi yang hidup di sekitar tahun 1960-an masih sering menyebutnya dengan nama Barongan.

Tari Lenggang Nyai

Para penari Tari Lenggang Nyai via okezone.com/Arif Julianto

Tari Lenggang Nyai merupakan tarian tradisional masyarakat betawi yang terinspirasi dari kisah Nyai Dasima. Seorang perempuan yang menikah dengan pria Belanda, Edward William. Namun setelah pernikahan tersebut Nyai Dasima merasa hak-haknya sebagai perempuan dirampas. Sehingga Nyai Dasima mulai memberontak dan memperjuangkan kebebasannya.

Roti Buaya

Roti buaya sebagai simbol kesetiaan Betawi via megapolitan.kompas.com

Roti buaya masih sering ditemukan saat prosesi pernikahan dengan adat betawi berlangsung. Kuliner ini dianggap menjadi sebuah simbol kesetiaan. Karena buaya merupakan hewan yang setia. Mereka hanya kawin sekali dalam seumur hidup. Roti ini biasanya dapat mencapai ukuran 50 sentimeter bahkan hingga 100 meter.

Meskipun Jakarta dipenuhi oleh imigran, tradisi betawi tak pernah hilang dari Ibukota. Seperti empat tradisi yang telah disebutkan pada poin di atas. Mana yang pernah kamu saksikan secara langsung? Next

ramadan
Masjid Kul Sharif

Keren, Masjid Cantik Rusia Ini ‘Ramaikan’ Piala Dunia

Via Instagram dinni_nur_utami

Taman Bunga Celosia di Jawa Tengah, Warna-warni Nan Indah