in , ,

Tugu Yogyakarta, Saksi Sejarah Bangsa Plus Destinasi Selfie Instagramable

Menelusuri pesona kota budaya dalam balutan monarki

Siapa nih yang suka berfoto dengan background Tugu Yogyakarta? Hampir setiap wisatawan yang datang ke Kota Gudeg pasti pernah berfoto di sana, termasuk saya juga. Nah, ternyata destinasi populer ini punya kisah sejarah yang luar biasa unik, loh. Yuk, simak apa saja cerita sejarah dibalik pembangunan tugu ini!  

Baca juga : Sebelum Traveling Beneran, Latihan Naik Pesawat Dulu di Tempat Ini Yuk

Menjadi Saksi Masuknya Serdadu Jepang 

lrm_export_1141476588962148_20190823_090757750_1__BNI.jpeg
Diorama Masuknya Serdadu Jepang ke Yogyakarta (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Tugu Yogyakarta bukan hanya sebagai pemanis background foto kamu saja. Jika boleh flashback beberapa puluh tahun ke belakang, ternyata tugu ini menjadi saksi masuknya serdadu Jepang. Menurut sumber sejarah yang saya baca, pada tanggal 9 Maret 1942, Jepang masuk ke Yogyakarta melalui Jalan Solo. Kemudian setelah  sampai di perempatan tugu ini, mereka berbelok menuju Jalan Malioboro.

lrm_export_1141573030424090_20190823_090934191_1__l7D.jpeg
Diorama serdadu Jepang melewati Tugu Yogyakarta (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Serdadu Jepang ini datang ke Yogyakarta dengan menggunakan truk, sepeda, dan bahkan ada yang berjalan kaki. Mereka menyerukan “Nippon Indonesia Sama-Sama” dan juga mengumandangkan lagu IndonesiaRaya sambil menusuk-nusuk gambar Ratu Belanda dengan bayonet.

Hancur Karena Gempa

lrm_export_1140843985168639_20190823_085725144_1__PbK.jpeg
Miniatur Tugu Yogyakarta (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Teman Traveler, Tugu Jogja yang menjadi saksi masuknya serdadu Jepang ini, ternyata dulu pernah hancur karena gempa tektonik, lho. Bencana alam ini terjadi pada tanggal 10 Juni 1867 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877). 

Kemudian, tugu ini dibangun kembali dan diresmikan pada tanggal 3 Oktober 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921). Hanya saja, pembangunan kembali ini mengubah bentuk tugu dari yang semula berbentuk golong dan gilig, menjadi berbentuk persegi dan berujung lancip seperti sekarang ini. Tugu yang baru ini kemudian dikenal dengan nama De Witte Paal (Tugu Putih). Makanya, banyak orang juga yang menyebutnya dengan sebutan Tugu Pal Putih.   

Miniatur Tugu Golong Gilig

lrm_export_1141264271629781_20190823_090425432_1__ajC.jpeg
Miniatur Tugu Golong Gilig (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Seperti disebutkan tadi, bahwa destinasi populer ini awalnya adalah tugu yang berbentuk golong (silinder) dengan puncak berupa gilig (bulatan). Makanya disebut Tugu Golong Gilig yang dibangun setahun setelah Yogyakarta berdiri, tepatnya pada tahun 1756. 

Bentuknya yang berupa golong dan gilig ini memiliki makna filosofis yang melambangkan kebulatan tekad dan semangat “Manunggaling Kawula Gusti” atau menyatunya manusia dan Tuhan. Nah, agar bentuk dan sejarah tentang tugu ini masih terus diingat, dibangunlah miniatur Tugu Golong Gilig Pada tahun 2015, yang berlokasi di dekat Tugu Jogja yang sekarang. Tepatnya berada di perempatan sebelah tenggara tugu.  

Dekat Dengan Stasiun

lrm_export_1139260160726170_20190823_083033303_1__3P8.jpeg
Stasiun Yogyakarta (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Jika Teman Traveler datang ke kota yang disebut juga sebagai Kota Pelajar ini dengan menggunakan kereta api, akan lebih mudah untuk menuju Tugu Jogja karena lokasinya dekat dengan Stasiun Yogyakarta. Hanya berjarak kurang dari satu kilometer, kamu bisa menggunakan transportasi umum, seperti becak, bentor, ojeg pangkalan atau online.

Kalau saya sih lebih memilih untuk berjalan kaki dengan melewati Jalan Margo Utomo. Karena, kebetulan saya tiba di Yogyakarta pada pagi hari. Jadi, sambil berjalan, saya juga bisa sambil menghirup udara segar dan menikmati suasana pagi Kota Yogyakarta. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di tugu yang berlokasi di perempatan jalan antara Jalan Margo Utomo, Jalan A.M. Sangaji, Jalan Jendral Sudirman, dan Jalan Pangeran Diponegoro ini.   

Akomodasi dan Tempat Makan

lrm_export_1141356119197558_20190823_090557279_1__Q4Z.jpeg
Miniatur Keraton dan Tugu Yogyakarta (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Teman Traveler, sambil melihat dan mempelajari sejarah Tugu Jogja ini, kamu juga bisa sambil mencari penginapan dan tempat nongkrong yang berada di sekitar tugu. Karena, bukan hanya menjadi tempat untuk berfoto selfie saja. Tapi, di sekitar tugu  sudah banyak tersedia penginapan  dan tempat nongkrong yang membuat kamu betah berlama-lama berada di sekitar sini. 

lrm_export_1139379563427635_20190823_083232706_1__ECT.jpeg
Tugu Yogyakarta (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Contohnya ada penginapan ala backpacker dengan harga yang terjangkau dan juga tempat nongkrong yang pemandangan kafenya langsung tertuju ke Tugu Jogja dan miniatur Tugu Golong Gilig, seperti Kebon Ndalem Coffee and Eatery.   

Itulah cerita penting tentang berdirinya Tugu Yogyakarta yang telah menjadi landmark yang sangat terkenal di Yogyakarta. Jadi, selain Teman Traveler mendatangi tugu ini sebagai spot foto untuk mengisi feed instagram kamu,  kamu juga bisa cari tahu tentang sejarah dibalik berdirinya tugu yang memiliki tinggi 15 meter ini.  Next

ramadan

Written by Yudi Rahmatullah

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Wisata Ekstrem Wajib Dikunjungi di 2020, Uji Nyali Bikin Berani

Mengupas Legenda Tersembunyi nan Mistis Putri Nyale di Pantai Seger Lombok