in , ,

Suku Tengger Tetap Adakan Upacara Yadnya Kasada Tanpa Dihadiri Wisatawan

Upacara Unik Suku Tengger akan Tetap Dilaksakan Juli Mendatang!

Terdapat lebih dari 10 suku yang ada di Indonesia, lengkap dengan berbagai budaya, upacara atau ritual yang berbeda-beda. Salah satu suku yang terkenal dan populer di kalangan wisatawan adalah Tengger karena memang sangat mudah dijumpai di kawasan wisata yang populer juga.

Baca juga : Ketiduran! Penumpang Commuter Line Terkunci dan Minta Tolong Lewat Twitter

Melempar Ayam ke Kwah Bromo via Twitter @Indianbackdrop

Suku yang mendiami dataran tinggi pegunungan Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur ini juga memiliki upacara yang dilaksanakan setiap tahun dan dipertontonkan pada wisatawan yang berkunjung yakni Yadnya Kasada. Namun, tahun ini upacara tersebut tentu dilaksanakan sangat berbeda.

Fyi, Hari Raya Yadnya Kasada merupakan sebuah upacara sesembahan berupa pesembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi dan para leluhur yang dilaksanakan pada hari ke-14 bulan Kasada dalam penanggalan jawa yang dilaksanakan oleh Suku Tengger.

Melempar Kambing ke Kwah Bromo via Twitter @Indianbackdrop

Pandemi virus corona tidak hanya berdampak pada keseharian, namun juga beragam upacara dan budaya yang dipertontonkan untuk wisatawan. Upacara Yadna Kasada tetap akan dilaksanakan pada tanggal 6-7 Juli 2020 oleh Suku Tengger tanpa menerima kunjungan wisatawan.

Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah membicarakan hal tersebut kepada masyarakat Suku Tengger bahwa pelaksanaan Upacara Yadnya Kasada masih diperbolehkan berlangsung namun tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

Sesajen saat Yadnya Kasada via Twitter @moradipouria

Sugeng Wiyanto selaku Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Probolinggo menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo tetap mendukung kesuksesan pelaksanaan Yadnya Kasada walaupun hanya dilaksanakan oleh masyarakat Suku Tengger.

Upacara Yadnya Kasada di Kawah Bromo via Twitter @Iconoclasticoon

Pemerintah setempat juga meminta maaf kepada wisatawan baik lokal, nasional maupun internasional karena belum bisa menerima kunjungan baik ketika menghadiri upacara Yadnya Kasada maupun berwisata langsung ke kawasan Gunung Bromo karena memang masih ditutup hingga saat ini.

Next

ramadan

Fungsi Asli Sikat Pinggir Eskalator yang Belum Banyak Orang Tahu

Bromo Dibuka! Akhirnya, Momen yang Ditunggu-tunggu Datang Juga